Sinopsis & Review American Ultra, Pecandu Narkoba Jadi Mata-Mata

American Ultra merupakan film bergaya aksi komedi yang digarap oleh seorang sutradara kelahiran Inggris berdarah Iran, Nima Nourizadeh. Film ini sendiri merupakan karya keduanya di layar lebar setelah sebelumnya membuat film komedi remaja yang berjudul Project X di tahun 2012 lalu.

Film American Ultra menerima tinjauan serta respon beragam dari para kritikus, dan penonton. Pada situs Rotten Tomatoes, film ini mendapat rating 43%, berdasarkan 178 ulasan dengan nilai 5.40/10, sedangkan para penonton memberikan rating 45%, dan nilai 3.1/5.

Sinopsis

Sinopsis & Review American Ultra, Pecandu Narkoba Jadi Mata-Mata 1
  • Tahun Rilis: 2015
  • Genre: Action comedy
  • Rumah produksi: The Bridge Finance Company, Circle of Confusion, dan Likely Story
  • Sutradara: Nima Nourizadeh
  • Pemeran Utama: Jesse Eisenberg, Kristen Stewart, Topher Grace, Connie Britton, dan Walton Goggins

Mike Howell adalah seorang pecandu ganja yang bekerja sebagai pegawai di toko swalayan. Mike mempunyai pacar bernama Phoebe Larson, dan berencana untuk melamarnya di Hawaii. Sementara itu, seorang agen CIA, Victoria Lasseter, mendapatkan kode peringatan jika Mike, satu-satunya agen yang selamat dari program “Ultra Wiseman”, tengah diincar oleh agen saingannya, Adrian Yates, yang mengembangkan program “Toughguy.”

Dengan program tersebut, Yates telah berhasil melatih orang yang sakit jiwa untuk menjadi seorang pembunuh. Ancaman serius yang diberikan oleh Yates kemudian membuat Lasseter pergi menemui Mike untuk “mengaktifkannya” kembali menjadi seorang agen lagi.

Pada saat itu, Mike bertemu dengan dua orang “Toughguy”, yang langsung menyerangnya secara tiba-tiba. Namun, kode pelatihan Mike akhirnya aktif, dan dirinya segera bereaksi untuk membunuh mereka menggunakan sendok. Saat Mike menemui Phoebe, Yates kembali mengirimkan anak buahnya lagi, yaitu, Laugher, dan Crane untuk tujuan yang sama yakni membunuh Mike.

Keduanya menghindari Laugher, namun berhasil membunuh Crane. Mereka kemudian langsung pergi melarikan diri ke rumah kenalannya Mike bernama Rose, yang merupakan seorang pengedar narkoba. Yates selanjutnya mengarantina kota, dan menempatkan foto Lasseter serta Mike di berita lokal sebagai orang yang dicari.

Lasseter lalu mencoba meyakinkan mantan asistennya, Petey Douglas, untuk menjatuhkan semua senjata menggunakan drone. Yates pun menyerang rumah rose dengan dua agen “Toughguy” serta menggunakan sebuah gas mematikan. Kedua agen tersebut mampu membunuh Rose beserta dua pengawalnya, Big Harold dan Wuinzin.

Tapi lagi-lagi, Mike dan Phoebe berhasil membunuh agen “Toughguy” kiriman Yates. Phoebe kemudian menyelamatkan Mike dari serangan gas. Mike memaksa kepada Phoebe untuk mengatakan sejujurnya kenapa ia bisa mematikan serangan gas tersebut. Phoebe pun akhirnya mengungkapkan padanya bahwa ia juga ternyata adalah seorang agen CIA, yang ditugaskan untuk mengawasi dirinya.

Film Bergaya “Stoner” yang Sangat Menghibur

Sinopsis & Review American Ultra, Pecandu Narkoba Jadi Mata-Mata 3

American Ultra merupakan film bertemakan agen mata-mata yang menawarkan alur cerita konyol serta petualangan yang liar. Sensasi menonton film ini memang tidak terlalu spesial, namun konsep cerita yang disajikan sepanjang 96 menit masih terasa menghibur, dan tidak terlalu membosankan bagi kita.

Duet kompak diantara Jesse Eisenberg (Mike Howell), dan Kristen Stewart (Phoebe Larson), sebagai dua agent mata-mata, membuat film ini memiliki daya tarik yang lebih. Keduanya cukup mampu memainkan karakter masing-masing dengan penuh tingkah laku konyol, yang tak jarang membuat kita tertawa melihat ulah mereka.

Film ini pun lebih terasa menarik lagi karena Eisenberg diperlihatkan sebagai karakter pecandu ganja alias stoner, yang ternyata adalah seorang agen rahasia. Kepolosan, dan kekonyolan karakter yang ia bangun diperlihatkan dengan baik, apalagi ia menemui teman duet yang solid, Stewart, yang sama-sama “gila” dengan karakter yang dimainkan oleh Eisenberg.

Selain itu, Topher Grace (Adrian Yates), dan Connie Britton (Victoria Lasseter) menjadi salah satu pemain tambahan yang menopang film ini terlihat lebih seru lagi. Secara sederhana, keduanya menampilkan karakter yang penuh intrik dengan tujuannya masing-masing, dimana Yates ingin membunuh Mike, sedangkan lasseter berusaha keras untuk melindungi Mike dari ancaman pembunuhan tersebut.

Perpaduan akting yang diperlihatkan oleh mereka, khususnya duet antara Eisenberg dan Stewart, cukup baik dalam menghasilkan tontonan film action yang penuh dengan canda. American Ultra memang bukanlah film action comedy yang benar-benar memuaskan. Tetapi, film ini tidaklah buruk untuk ditonton, dan kita masih bisa berkompromi dengan segala macam kekurangannya, karena pada akhirnya American Ultra memberikan sajian hiburan yang sangat kental.

Digarap oleh Sutradara yang Masih Asing

Sinopsis & Review American Ultra, Pecandu Narkoba Jadi Mata-Mata 5

Nama sutradara Nima Nourizadeh mungkin masih terasa asing dalam dunia perfilman. Dirinya memang dikenal sebagai seorang sutradara yang lebih sering membuat video klip dari penyanyi-penyanyi, dan band-band terkenal. Oleh karena itu, rasanya wajar jika kemudian film American Ultra ini kurang begitu menarik perhatian dari segi sutradaranya.

Meskipun demikian, arahan yang ia berikan terhadap implementasi skenario jalan cerita, dan pendekatan kepada pemain-pemainnya masih terlihat baik. Terlebih lagi, para pemain yang terlibat cukup solid dalam memberikan atmosfer kekonyolan film action comedy lewat segala tingkah laku karakter yang mereka mainkan.

Baca juga:

Untuk segi karakter, film ini masih lumayan mumpuni karena menampilkan Jesse Eisenberg, dan Kristen Stewart sebagai ujung tombaknya. Namun di sisi lain, Nima nampaknya terlalu ambisius, dan bersemangat dalam membuat film ini agar terlihat liar, serta “nyeleneh”. Hal itu kemudian membuat sebagian jalan cerita America Ultra sedikit kelihangan arah, dan tidak stabil.

Sebagai film yang membawa pendekatan “stoner,” serta “dark comedy”, film ini memang sedikit menjengkelkan karena terkadang absurd, dan terlalu konyol. Namun, hal tersebut pada akhirnya malah menjadi pesona utama yang terdapat pada film ini.

Selain itu, humor gelap yang coba disajikan tidak terlalu tersampaikan secara pasti, dan lelucon yang diberikan berlalu begitu saja. Lewat sentuhan yang diberikan oleh Nima, America Ultra sejatinya berakhir menjadi film yang biasa-bisa saja, namun jangan juga meremehkan film ini karena jalan ceritanya masih sangat menyenangkan untuk dinikmati.

Cukup Segar Sebagai Film Action Comedy

Sinopsis & Review American Ultra, Pecandu Narkoba Jadi Mata-Mata 7

Terlepas dari segala kekurangannya, film America Ultra sebenarnya berusaha menampilkan film “Stoner” yang berbeda dari apa yang telah ada. Film ini memang lebih menyegarkan, dan juga sedikit “brutal” karena adanya adegan aksi yang penuh darah, ditambah dengan dentuman ledakan, serta rentetan baku tembak yang lumayan mengesankan.

Selain itu, proses editing yang apik pun berhasil membuat sajian sinematografi film ini tersusun dengan pas. Suguhan Visual yang dimainkan setidaknya menjadikan American Ultra terlihat estetik, dan secara tidak langsung menjadikannya sebagai film “underrated” yang tidak boleh dilupakan. Lalu, chemistry solid antar pemain benar-benar menjadi elemen penting, meskipun film ini harus rela berkecil hati karena mendapatkan respon yang kurang baik.

American Ultra juga mencoba menawarkan beragam aspek lain ke dalam jalan ceritanya, seperti salah satunya adalah drama romansa antara karakter Mike Howell, dan Phoebe Larson. Sajian romance tersebut masih bisa dinikmati tanpa secara kasar mengganggu keseluruhan jalan ceritanya. Apalagi, konflik film ini memang terfokus kepada mereka berdua, dan kita bakal mengikuti petualangan liar mereka sepanjang film.

Film ini secara singkatnya cukup baik dalam memberikan sensasi tontonan action comedy yang segar. Lewat arahan yang diberikan oleh sang sutradara, dan suguhan para pemainnya, American Ultra masih terbilang lumayan solid, serta seru untuk dinikmati. Menonton film ini tidak akan penuh resiko, karena 96 menit adalah durasi yang pas untuk membuat diri kita terhibur secara pasti.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *