Sinopsis & Review Sleepers, Menguak Tragedi kelam di Penjara

Sleepers merupakan sebuah film yang ditulis, diproduseri, hingga digarap oleh sutradara Barry Levinson. Kisah film ini diangkat dari novel tahun 1995 dengan judul yang sama karya Lorenzo Carcaterra.

Film Sleepers dibintangi oleh deretan aktor berkelas Hollywood mulai dari Kevin Bacon (Sean Nokes), Jason Patric (Lorenzo ‘Shakes’ Carcaterra), Brad Pitt (Michael Sullivan), Robert De Niro (Pastor Bobby Carillo), Dustin Hoffman (Danny Snyder), dan Billy Crudup (Tommy Marcano).

Dengan biaya produksi sebanyak 44 juta dollar, film ini mampu meraih pendapatan box office yang cukup besar senilai lebih ddari 165 juta dollar. Sleepers juga berhasil masuk nominasi Academy Award untuk kategori Best Original Dramatic Score, yang diaransemen oleh Jon Williams. Lalu, aktris Minnie Driver (Carol Martinez) terpilih sebagai Aktris Pendukung Terbaik oleh London Film Critics Circle.

Sinopsis

Sinopsis & Review Sleepers, Menguak Tragedi kelam di Penjara 1
  • Tahun Rilis: 1996
  • Genre: Drama, crime
  • Rumah produksi: PolyGram Filmed Entertainment, dan Propaganda Films
  • Sutradara: Barry Levinson
  • Pemeran utama: Robert De Niro, Jason Patric, Brad Pitt, Minnie Driver, Billy Crudup, dan Ron Eldard

Pada pertengahan tahun 1960an, empat sahabat yang bernama Lorenzo “Shakes” Carcaterra, Tommy Marcano, Michael Sullivan, dan John Reilly tinggal di sebuah wilayah keras, Hell’s Kitchen, yang berada di pinggiran kota Manhattan. Keempatnya berteman baik dengan Pastor Robert “Bobby” Carillo, yang secara tidak langsung menjadi figur ayah bagi mereka.

Shakes beserta kawan-kawannya kemudian bekerja paruh waktu di sebuah restoran, yang dimiliki oleh bos mafia lokal bernama King Benny. Pada musim panas 1967, mereka tidak sengaja melukai seorang pria tua saat berusaha mencuri gerobak penjual hot dog. Karena insiden itu, keempatnya terpaksa dihukum, dan dimasukan ke dalam penjara remaja bernama Wilkinson Home for Boys di Upstate New York.

Penjara tersebut ternyata menjadi mimpi buruk bagi mereka. Baru beberapa hari saja berada di sana, Shakes, dan teman-temannya kemudian dilecehkan secara fisik, dan seksual oleh keempat sipir yang bernama Sean Nokes, Henry Addison, Ralph Ferguson, dan Adam Styler.

Keempat sipir tersebut tidak hanya melakukan pelecahan seksual saja kepada mereka, namun semuanya juga kerap menyiksa Shakes dan kawan-kawannya. Nokes pun pernah mengurung mereka ke sel isolasi selama seminggu, dan memukulnya secara kasar karena tim sipir kalah melawan tim narapidana saat pertandingan rugby.

Satu tahun berselang di tahun 1986, saat Shakes akan dibebaskan, ia meminta kepada teman-temannya untuk melaporkan pelecehan itu secara terbuka. Tommy, dan yang lainnya menolak saran tersebut, dan berjanji untuk tidak pernah membicarakan pelecehan itu kepada orang lain sampai kapanpun.

13 tahun kemudian saat mereka dewasa di tahun 1981, John dan Tommy kini menjadi gangster. Keduanya pun secara kebetulan bertemu dengan Nokes yang tengah makan di sebuah restoran. Karena Nokes menolak atas tindakan pelecehannya yang ia lakukan beberapa tahun lalu, mereka langsung menembaknya bertubi-tubi hingga tewas di tempat.

Sementara itu, Michael, yang telah menjadi seorang pengacara, ditugaskan untuk menyelesaikan kasus tersebut. Kesempatan itu pun langsung diambil olehnya, dan karena kasus itu juga, dirinya berusaha mengekpos serta membeberkan fakta seluruh tindakan pelecehan seksual yang terjadi di Wilkinson beberapa tahun lalu.

Di tempat lain, Shakes, yang bekerja sebagai seorang wartawan, bekerjasama dengan Michael untuk membebaskan John dan Tommy, serta berniat membalas dendam kepada pada sipir Wilkinson yang melakukan pelecahan seksual kepada mereka. Keduanya lalu meminta bantuan King Benny, dan teman masa kecil mereka, Carol Martinez, untuk melaksanakan semua rencana yang telah dibuat.

Pendalaman Karakter yang Kuat

Sinopsis & Review Sleepers, Menguak Tragedi kelam di Penjara 3

Robert De Niro, Dustin Hoffman, Brad Pitt, Jason Patrik, Kevin Bacon, dan Minnie Driver, merupakan salah satu bintang ternama yang bermain di film Sleepers. Dengan pemeran berbakat seperti itu, Sleepers bakal menjanjikan kualitas pendalaman karakter yang sangat mumpuni. Selain nama mereka, tentunya film ini juga menghadirkan para pemain lainnya yang tak kalah hebat, dan sangat solid di sepanjang cerita.

Brad Pitt, Billy Crudup, Ron Eldard, dan Jason Patric memerankan karakter Michael, Tommy, John, dan Shakes direntang usia yang dewasa. Mereka tampil luar biasa, dan cukup berhasil dalam menguatkan kepribadian karakter tersebut, yang di awal sudah dibangun oleh para aktor remajanya seperti Jonathan Tucker, Geoffrey Wigdor, Joe Perrino, dan Brad Renfro.

Kemudian, selama dua jam setengah, kita pun benar-benar dimanjakan oleh kedalaman setiap karakter yang sangat terasa kuat sepanjang film. Semua karakter terlibat dengan peran pentingnya masing-masing, dan membuat alur cerita menjadi lebih variatif serta menantang di setiap menitnya. Bahkan, film ini pun ditutup dengan cara yang elegan, dan penyelesaian ceritanya disajikan penuh nilai moral yang dramatis.

Sleepers berusaha menggambarkan sebuah kisah balas dendam, dan penebusan dengan cara yang penuh intrik, jeli, hingga sedikit kejam. Film ini pun menempatkan kehidupan sosial di pinggiran kota Manhattan yang keras, serta keterlibatan mafia sebagai bagian cerita yang tak terpisahkan, dan terhubung ke dalam plot utama filmnya.

Peran Penting Pastor Bobby dan King Benny

Sinopsis & Review Sleepers, Menguak Tragedi kelam di Penjara 5

Dalam film Sleepers, diceritakan jika lingkungan Hell’s Kitchen diperintah oleh dua kekuatan yang sangat berbeda, yakni kelompok gangster yang dipimpin oleh bos mafia King Benny (Vittorio Gassman), dan Gereja Katolik yang diwakili oleh Pastor Bobby (Robert DeNiro). Meskipun begitu, mereka selalu bisa saling menahan emosi, dan jarang saling bersitegang untuk memicu konflik perkelahian atau pembunuhan.

Baca juga:

Setiap warganya, khususnya para anak-anak dan remaja, belajar untuk menghormati kedua kelompok tersebut, dan hidup dengan keyakinan sederhana, yaitu jangan pernah melakukan kejahatan terhadap orang lain di lingkungan sekitar. Pelanggaran semacam itu berusaha untuk tidak dilakukan oleh semuanya, dan orang-orang di Hell’s Kitchen saling menjaga satu sama lain.

King Benny sendiri merupakan orang yang paling disegani di lingkungan Hell’s Kitchen. Dengan segala macam koneksinya, ia membantu Shakes, dan Mikes untuk balas dendam dengan memburu mantan sipir Wilkinson, yakni Henry Addison, Ralph Ferguson, dan Adam Styler. Peran karakter ini di sepanjang film memang terlihat cukup tenang, namun diam-diam ia bersama anak buahnya bekerja sangat mematikan.

Di sisi lain, Pastor Bobby (Robert DeNiro) juga adalah salah satu karakter penting di film ini, dan menjadi semacam sosok “kompas moral” yang menarik perhatian. Di bagian-bagian awal, kita bisa melihat ketulusannya dalam menjaga Shakes, dan kawan-kawannya saat masih remaja di lingkungan keras Hell’s Kitchen.

Memasuki bagian penutup, Pastor Bobby terlihat sangat dilematis karena harus “berbohong” saat bersaksi di depan pengadilan agar kedua anak asuhnya, John dan Tommy, terbebas dari jeratan hukuman penjara. Aspek tersebut bisa dibilang jadi bagian paling menarik perhatian, dan juga cukup mengejutkan karena ternyata Pastor Bobby muncul sebagai “malaikat penyelamat” bagi Shakes, dan teman-temannya.

Penuh dengan Perasaan Emosional

Sinopsis & Review Sleepers, Menguak Tragedi kelam di Penjara 7

Salah satu aspek yang paling menarik dari film ini adalah bagaimana proses hukum dapat dimanipulasi untuk memberikan keadilan dengan cara yang tidak pernah terbayangkan. Skema manipulasi yang dibuat oleh Michael mungkin sedikit terlalu berbelit-belit, dan nampak tidak masuk akal. Namun apapun itu, adegan di dalam pengadilan digambarkan dengan cara yang menarik, dan lumayan menegangkan.

Barry Levinson nampaknya terbilang berhasil untuk membuat jalan cerita film ini penuh dengan perasaan yang campur aduk. Ada perasaan getir, amarah, miris, hingga bahagia yang tersaji sepanjang jalan cerita Sleepers. Semua aspek moral, dan emosional tersebut kemudian dipadukan lewat visual sinematografi yang hangat, dan terkadang gelap di beberapa bagian untuk menunjukan sisi yang memilukan.

Sleepers pun pada akhirnya menjadi sebuah film jadul di tahun 1996 yang mempunyai jalan cerita tidak klise. Meski berdurasi cukup panjang, film ini rasanya tidak akan monoton, dan membosankan.

Terlebih lagi, kita akan terpuaskan melihat perjuangan Michael, dan Shakes dalam memperjuangkan keadilan atas apa yang telah menimpa mereka saat remaja di Wilkinson. Sebagai sebuah film klasik, Sleepers adalah tontonan yang dramatis, dan memuaskan.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *