Menteri LHK: Sejak 2020 Penanganan Karhutla Terus Disempurnakan

Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar terus menyempurnakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 2020. Pemutakhiran itu dilakukan seiring tantangan menghadapi karhutla terus berubah.
 
“Langkah-langkah penanganan karhutla menuju solusi permanen dengan jalur penanganan dalam kontrol satuan tugas karhutla di tiap tingkat atau strata pemerintahan, dari nasional hingga ke tingkat tapak,” ujar Siti melalui keterangan tertulis, Senin, 20 September 2021.
 
Siti membeberkan tiga jalur dalam pengendalian karhutla. Langkah pertama meliputi pencegahan dan penanggulangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Dengan pemantauan cuaca, hotspots, firespots, dalam sistem yang berkesinambungan dengan model operasi lapangan. Termasuk dalam pola ini ialah penerapan teknik modifikasi cuaca,” ujar Siti.
 
Baca: Soal Polusi Udara, Jokowi Dipastikan Terus Memoles Pelayanan Publik
 
Kedua, kata Siti, patroli dan operasi sebagai respons dan pembinaan lapangan serta kemasyarakatan. Hal ini juga berkaitan dengan membangun partisipasi dan kesadaran hukum masyarakat dalam keseharian serta upaya pengembangan kesejahteraan pada sektor kehutanan.
 
Langkah ketiga terkait pengelolaan lanskap, tapak, dan gambut. Hal ini juga mencakup pengelolaan tapak melalui pembangunan infrastruktur, model usaha tani, serta konservasi wilayah, pengawasan, dan penegakan hukum.
 
Siti menuturkan usai kebakaran hutan pada 2015, pemerintah mengubah paradigma. Kebijakan, program, dan strategi penanggulangan kebakaran hutan ditransformasi menjadi pencegahan.
 
“Pendekatan teknis yang disertai peningkatan sosial ekonomi telah berdampak nyata terhadap penurunan hotspots yang kita rasakan selama 2016, 2017, 2018 hingga 2020,” ucap Siti.
 
Luas area hutan dan lahan terbakar disebut menurun. Hal ini, kata Siti, bukti dari hasil monitoring dan evaluasi kejadian karhutla yang berjalan optimal.
 
Siti mengatakan berdasarkan data luas area terbakar akibat karhutla telah menurun tajam di 2020, yaitu 82 persen. Emisi karbon karhutla pada 2019, yakni 456 juta ton CO2.
 
“Pada 2020, turun menjadi 31 juta ton CO2 atau turun sebesar 93 persen. Tahun 2021 harusnya lebih kecil lagi karena menurut badan meteorologi dunia juga NASA, 2020 itu lebih panas dari 2021,” beber Siti.
 
Keberhasilan dalam menanggulangi karhutla mengantarkan Indonesia ke arena global dengan agenda Forestry and Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Indonesia harus makin berkontribusi kepada masyarakat global dalam penanggulangan karhutla untuk mengendalikan perubahan iklim.
 
“Keberhasilan ini akan dibawa oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada Climate Change Conference ke-26 di Glasgow Inggris bulan Oktober 2021,” ucap Siti.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *