81% Sampah Belum Terpilah, Le Minerale Gencar Ajak Masyarakat Pilah Sampah dari Rumah

Jakarta: Saat ini, masyarakat Indonesia belum sepenuhnya memiliki kesadaran untuk memilah sampah sebelum dibuang atau berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Padahal, memilah sampah perlu dilakukan karena dapat memberikan manfaat terhadap peningkatan perekonomian.
 
Leader World Cleaneup Day Indonesia Agustina Iskandar Crombach mencatat, sebanyak 81 persen sampah tidak terpilah. Hal ini menunjukkan masih banyak orang yang minim informasi mengenai penanganan sampah yang tepat.
 
Dia menegaskan pihaknya sangat ingin memperbaiki situasi ini dengan turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat. Untuk mewujudkan keinginan itu, kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama.
 
“Kami ingin membangun integrasi kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dengan tujuan supaya sampah-sampah dapat terpilah, tidak berakhir ke TPA dan tercampur aduk,” ujar Agustina, dalam tayangan Youtube World Cleanup Day Indonesia.
 
Hal ini juga yang menjadi alasan salah satu fokus utama kampanye World Cleanup Day Indonesia 2021 adalah aksi pilah sampah dari rumah. Dia menargetkan menggerakkan lima persen orang dari total jumlah penduduk Indonesia untuk terlibat dalam aksi bersih dan pilah sampah dari rumah.
 
“Karena ada penelitian mengatakan jika kita mampu gerakkan orang-orang sebanyak lima persen dalam sebuah negara atau masif bersamaan, itu akan ada perubahan besar yang terjadi,” ujarnya.
 
Dalam memperlancar aksi itu, pihaknya memberikan sejumlah panduan kepada masyarakat yang terlibat dalam aksi pilah sampah dari rumah. Panduan berupa pengenalan jenis sampah, cara yang tepat memilah sampah, dan langkah selanjutnya jika sampah sudah terpilah.
 
Masyarakat harus mulai memilah sampah, memisahkan antara sampah organik dan anorganik, memasukkannya ke dalam kantong, untuk kemudian  disalurkan ke bank sampah terdekat, atau lembaga penerima sampah anorganik untuk diolah kembali.
 
Bank sampah atau lembaga tersebut akan mengolahnya kembali dan menyalurkan ke industri daur ulang untuk digunakan sebagai bahan baku.
 
Biasanya, plastik PET (polyethylene terephthalate) yang paling laku untuk dijadikan bahan baku daur ulang. PET merupakan jenis plastik berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memiliki peran krusial dalam ekonomi sirkular.
 
PET sangat mudah didaur ulang dan memiliki banyak manfaat untuk dijadikan sebuah produk baru. Misalnya, polyester, dakron sintetis, geotextile, bantal, baju winter, kancing, dan sebagainya.
 
Kegiatan daur ulang limbah plastik merupakan salah satu penggerak kegiatan ekonomi berbasis sirkular. Apalagi, plastik jenis PET memiliki permintaan tinggi di industri daur ulang.
 
Penggunaan bahan ini sejalan dengan visi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengenai peta penanganan sampah melalui daur ulang dan pemanfaatan kembali dengan prinsip sirkulasi ekonomi.
 
“Selain mengurangi pencemaran lingkungan, keberadaan industri daur ulang limbah plastik juga bisa mendatangkan nafkah bagi masyarakat pengepul,” kata Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B-3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati.
 
Ekonomi sirkular mulai dijalankan oleh Le Minerale bekerja sama dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) dan Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), yaitu menggagas proyek Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional Le Minerale.
 
Bahkan, pada peringatan World Cleaneup Day 2021, Le Minerale bekerja sama dengan Lions Club Indonesia melaksanakan aksi bersih-bersih dengan tema Pilah Sampah dari Rumah.
 
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menanggulangi masalah sampah dan dapat dilakukan dengan cara memilah sampah dari rumah.
 
Keterlibatan Le Minerale dalam World Cleanup Day bersama Lions Club ini merupakan salah satu bentuk komitmen Le Minerale dalam menjaga dan merawat lingkungan. Kegiatan tersebut sejalan dengan visi Le Minerale untuk mengedukasi masyarakat untuk membiasakan memilah sampah dari rumah. Sebab, memilah sampah merupakan kunci suksesnya kegiatan daur ulang dengan konsep ekonomi sirkular.
 
“Selain berpartisipasi secara langsung dalam World Cleanup Day bersama Lions Club, Le Minerale juga aktif mengedukasi masyarakat melalui pesan layanan masyarakat di beberapa stasiun TV dengan tema edukasi ‘Pilah Pilih Sampah dari Rumah.’ Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan sampah secara luas,” ucap Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya Ronald Atmadja.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *