4 Nelayan Aceh di Bawah Umur Tertangkap di Thailand Dipulangkan

Aceh: Sebanyak empat nelayan di bawah umur asal Aceh yang baru dideportasi dari Thailand dan menjalani karantina covid-19 di wisma atlet Jakarta sudah dipulangkan ke Aceh.
 
“Keempat nelayan tersebut sudah dipulangkan ke Aceh tadi menggunakan pesawat udara,” kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Jumat, 17 September 2021.
 
Almuniza mengatakan, sesampainya di Aceh keempat nelayan anak ini dijemput oleh pihak Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Aceh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Kemudian, pihak PSDKP menyerahkan nelayan anak ini ke Dinas Sosial Aceh, baru setelah itu dipulangkan ke rumah mereka masing-masing,” ujarnya.
 
Keempat nelayan dibawah umur tersebut di antaranya, M Hidayatullah, 17, Muliadi, 18, Muslim Maulana, 18, dan Jamian, 17.
 
Baca: Bermula dari Kasus Aborsi di Mojokerto, Pencucian Uang Rp531 Miliar Terbongkar
 
Sebelum dipulangkan ke Aceh, kata Almuniza, empat nelayan anak tersebut sudah terlebih dulu menjalani tes swab dan karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta sejak pekan lalu.
 
“Usai dinyatakan negatif dari covid-19, dan telah melakukan vaksin, akhirnya keempat nelayan itu diperbolehkan untuk pulang,” kata Almuniza.
 
Untuk diketahui, empat nelayan di bawah umur tersebut merupakan bagian dari 32 warga negara Indonesia (WNI) nelayan Aceh yang ditangkap aparat keamanan Thailand di perairan antara Pulau Yai dan Pulau Phuket, di lepas pantai Phang Ngah, pada 9 April 2021 lalu.
 
Para nelayan itu adalah anak buah kapal (ABK) KM Rizki Laot berukuran 60 gross tonnage (GT) yang berasal dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur. Mereka ditangkap karena telah memasuki batas wilayah teritorial laut Thailand.
 
Nelayan kapal KM Rizki Laot yang ditangkap dan menjalani proses hukum itu sebenarnya ada 32 orang. Namun, karena empat diantaranya anak di bawah umur sehingga dibebaskan dan dideportasi ke Indonesia.
 
Sedangkan 28 nelayan dewasa lainnya dinyatakan bersalah pada persidangan virtual 4 Agustus 2021, hakim memutuskan bahwa mereka telah melanggar UU Perikanan Komersial, Ketenagakerjaan dan Imigrasi. Sehingga harus menjalani proses hukum negara tersebut.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *