Sinopsis & Review Film Horor Malignant, Hantu Masa Lalu

James Wan si sutradara kondang yang demen banget membuat film dengan premis horor mulai lagi membuat film yang lumayan jantungan karena jumpscare nya yang cukup banyak. Kali ini ia kembali dengan film besutannya yang berjudul Malignant. Film ini menjawab kerinduan penonton akan film-film milik James Wan. Meski demikian apakah film ini oke untuk disimak?

Malignant sendiri menceritakan tentang seorang ibu muda yang dengan segala permasalahannya mengalami halusinasi sangat buruk yang ternyata ada hubungannya dengan masa lalu ibu muda tersebut. Awalnya dianggap mimpi buruk sampai satu ketika semua berubah menjadi ancaman mematikan.

Sinopsis

Malignant_Poster (Copy)

Di tahun 1993, seorang dokter bernama Dr. Florence Weaver yang bekerja untuk Simion Research Hospital merawat seseorang yang mengalami masalah kompleks. Seseorang itu dikenal dengan nama Gabriel. Pasien tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan daya listrik dan berkomunikasi lewat perantara pengeras suara seperti speaker atau radio.

Satu kali Gabriel lepas kendali dan membuat onar satu rumah sakit. Ini membuat baik Dr. Florence dan rekan-rekannya yaitu Dr. Victor Fields dan Dr. John Gregory terpaksa melakukan tindakan untuk menghentikan serangan Gabriel terhadap beberapa staff di rumah sakit tersebut dan berhasil.

28 tahun kemudian cerita berpindah pada seorang tokoh bernama Maddie (Annabelle Wallis), ia merupakan seorang ibu muda yang hidup bersama suaminya yang kasar. Saat itu Maddie sedang mengandung anak ketiga, kedua anak sebelumnya meninggal sehingga suaminya menganggap kalau istrinya tersebut tidak bisa memberikannya keturunan. Mereka berkelahi hingga membenturkan kepala Maddie ke dinding hingga terluka.

Begitu malam tiba, suami Maddie yang tidur di ruang tamu mendengar suara aneh yang mengerikan, begitu mencari sumber suara ia malah terbunuh dengan sadis. Maddie yang mendengar gaduh lantas kebawah, ia begitu kaget mengetahui bahwa suaminya sudah tewas dalam keadaan mengenaskan. Begitu akan mencari bantuan, Maddie diserang hingga pingsan.

Maddie yang terluka akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk dirawat secara intensif, ia ditemani oleh adiknya Sydney (Maddie Hasson) selama perawatan. Maddie sedih sekali begitu mengetahui tak hanya suaminya yang tewas namun bayi kecil nya juga ikut meninggal. Maddie terpukul sekali sehingga tidak bisa memberi kesaksian terhadap kepolisian.

Saat Maddie pulih, ia segera kembali ke rumah. Sydney menawarkan untuk tinggal sementara bersamanya namun Maddie menolak dengan alasan ia tidak mau ketakutan di rumahnya sendiri; namun kekhawatiran Sydney terbukti. Maddie kembali mengalami serangan panik, ia bahkan tiba-tiba bisa melihat Dr. Florence dibunuh secara keji di depan matanya, ia seperti teleportasi dan sadar keesokan pagi. Maddie mengira itu mimpi buruk ternyata itu adalah nyata.

Dr. Florence ditemukan meninggal dunia, ini membuat Maddie ketakutan sehingga ia memberitahu pada adiknya. Adiknya akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama. Hari selanjutnya, kejadian serupa terjadi; kini menimpa Dr. Victor. Ia dibunuh di apartemennya sendiri dalam keadaan tidur dan seperti mimpi, Maddie melihat bagaimana ia terbunuh.

Merasa ada yang aneh, ia akhirnya meminta Sydney untuk menemainya ke kantor kepolisian. Kasus Maddie akhirnya ditangani oleh sepasang detektif bernama Kekoa Shaw (George Young) dan Regina Moss (Michole Briana White). Meski awalnya tak percaya, kedua detektif tersebut akhirnya tetap pergi bersama Maddie ke tempat dimana Dr. Victor tinggal. Benar saja, disana Dr. Victor sudah tewas mengenaskan. Tak hanya Dr. Victor, Dr. John pun tewas.

Kekoa dan Regina lantas mengusut kasus Maddie, begitu mereka menemukan petunjuk, Kekoa tahu kalau pembunuhan yang membunuh para dokter itu mengarah pada satu penelitian yang mereka urus yaitu Maddie sendiri. Kekoa dan Regina malah jadi bingung ada apa sebenarnya dengan Maddie sehingga ada yang mau membungkam para dokter yang menangani Maddie.

Saat akan memberitahu Maddie soal hal tersebut, para polisi berikut Sydney kaget bukan main saat seorang wanita paruh baya jatuh dari loteng kediaman Maddie. Belum lagi sebelumnya Kekoa sempat mengejar sesorang yang membunuh Dr. John. dan seluruh baju hingga alat pembunuh ada di loteng kediaman Maddie.

Maddie akhirnya diamankan, namun Sydney tidak menyerah begitu saja mengetahui kakak satu-satunya ditahan. Akhirnya setelah mendapatkan petunjuk bahwa Maddie itu anak adopsi dan menemukan riwayat medis dari Maddie, ia bersama ibu kandungnya yang juga ibu angkat Maadie langsung mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Maddie. 

Betapa terkejutnya mereka begitu tahu kalau Maddie memiliki saudara kembar bernama Gabriel, namun Gabriel adalah kembar parasit, semua organ tidak berfungsi dengan baik malah membuat wujudnya menjadi seperti monster. Gabriel dan Maddie saling menempel satu sama lain. Namun akibat kejadian di tahun 1993 silam, dokter memutuskan untuk ‘mematikan’ Gabriel dan memasukan sisa organ kepala Gabriel ke dalam otak Maddie karena memang tak bisa dipisah atau diangkat.

Gabriel yang sadis akhirnya tidak muncul lagi sampai dimana kepala Maddie dibenturkan ke dinding oleh suaminya; hal tersebut mengaktifkan daya hidup Gabriel dan mulai menggunakan tubuh Maddie untuk membunuh siapapun yang terlibat dalam proses ‘pelenyapan’ dirinya dengan sadis. Beruntung Sydney tahu akan hal tersebut lantas berlari menemui ibu asli Maddie yang ternyata perempuan asing yang jatuh dari loteng kediaman Maddie tempo hari.

Baca juga:

Sydney menggagalkan pembunuhan yang akan dilakukan Gabriel. Ia segera meminta Maddie yang ‘tertidur’ karena tubuhnya dipakai oleh parasit Gabriel untuk bangun dan bertindak sesuatu sebelum ia mati dan semua orang di RS tewas dibantai Gabriel. Berhasil! Maddie kini mampu bangun dan mengendalikan pikiran Gabriel yang memang berbagi otak dengannya. Gabriel dikurung dalam pikiran Maddie dan Maddie menahannya supaya tidak ‘muncul’ kembali.

Bingung

Malignant_Plot (Copy)

Cerita yang diberikan oleh James Wan terhitung bikin bingung. Kita dibiarkan menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi. Karena begitu film dimulai kita pasti ‘dituntun’ untuk mengira bahwa cerita ini merupakan cerita iblis khas James Wan yang sudah biasa kita lihat dan saksikan dalam film-film milik James Wan.

Namun begitu masuk ke tengah cerita kita dibuat bingung karena pikiran kita mengenai hantu atau apapun itu ternyata salah besar karena hantunya bisa ditembak dikejar bahkan diikuti dan menyerang. Akhirnya kita akan menghentikan pikiran kita sendiri untuk tidak lagi berpikir bahwa film ini merupakan film horor seperti The Conjuring atau apapun tiu.

Ending tak Terduga

Malignant_Twist (Copy)

Setelah cukup bingung, James Wan membuat kita seperti naik roller coaster. Jumpalitan. Saat mendekati ending, kita akhirnya diberi jawaban yang dicari. Ternyata ya sebenarnya Maddie si gadis baik-baik itu merupakan boneka dari Gabriel si kembar parasitnya yang kembali hidup. Bak rope doll, tubuh Maddie digunakan untuk membunuh orang-orang yang Gabriel benci.

Hal ini saya baru sadari setelah saya melihat setiap Maddie mimpi buruk, bagian kepala Maddie selalu berdarah; ternyata hal tersebut karena Gabriel ‘membuka’ tengkorak Maddie untuk hidup dan membunuh. Duh, kalau sudah begini yang salah siapa ya? Bagaimana polisi bisa menahan si Gabriel mengingat parasit itu ada di dalam badan Maddie.

Inovasi Buruk James Wan?

Malignant_James Wan (Copy)

Sepertinya James Wan lebih baik membuat film horor seperti The Conjuring atau Insidious saja daripada membuat film seperti ini. Sci-Fi bukan, Horror nanggung, drama… Ya, sedikitlah, thriller tidak terlalu, psikologi juga bukan. Bacaterus memberi skor 2.8/5 untuk film besutannya kali ini. Bagaimana dengan kalian? Punya rating sendiri?

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *