Sinopsis & Review Film Escape Room 2: Tournament of Champions

Setelah sukses dengan penayangan film pertamanya di tahun 2019 silam, kini produksi film Columbia Pictures bersama Origin Film kembali menghadirkan film sekuel dari Escape Room. Escape Room kali ini mempunyai jalan cerita yang tidak jauh berbeda dengan film pertamanya, namun jebakan mematikan yang dibuat oleh Minos Corporation masuk dalam kategori next level.

Masih dibintangi oleh si cantik Taylor Russell, film dengan genre psychological horror ini tetap pada jalan cerita dimana para miliuner gila yang doyan ‘menculik’ rakyat tertentu untuk masuk ke dalam permainan maut yang dibuat oleh perusahaan Minos. Lewat permainan tersebut, ada rasa kepuasan yang timbul dari para klien Minos. “Semakin kaya seseorang, semakin mengerikan juga dirinya”, sepertinya kalimat diatas benar adanya ya?

Sinopsis

Escape Room_Poster (Copy)

Enam bulan setelah kejadian mengerikan di gedung tua penuh jebakan maut, Zoey (Taylor Russell) dan teman baiknya Ben (Logan Miller) berniat untuk membongkar siapa sebenarnya dalang dibalik permainan mematikan tersebut, di dapatlah petunjuk tentang perusahaan bernama Minos yang terletak di tengah kota Manhattan, New York.

Hal tersebut membuat Zoey dan Ben ingin mencari dalang dan ingin membeberkannya pada pihak kepolisian. Maka berangkatlah mereka ke Manhattan, awalnya sepasang sahabat itu ingin menggunakan pesawat namun sesaat sebelum boarding, Zoey yang menderita aerophobia mengurungkan niatnya dan memilih untuk mengendarai mobil. Phobia yang dialami Zoey ternyata membawa keuntungan karena sebenarnya, pesawat yang ia hendak tumpangi sudah di set supaya celaka.

Begitu sampai di Manhattan, mereka masuk kedalam sebuah gedung tua yang letak koordinatnya cocok dengan hasil temuan Zoey atas perusahaan Minos. Saat mereka hendak memeriksa gedung tersebut, seorang gelandangan menjambret kalung milik Zoey dan segera kabur, alhasil mereka berdua mengejar pencuri tersebut hingga masuk ke dalam stasiun subway.

Saking gesitnya gelandangan tersebut, Zoey dan Ben kehilangan jejak dan malah terjebak di dalam kereta bawah tanah yang membawa mereka ke stasiun berikutnya. Di dalam gerbong ada sekitar 4 orang lainnya yang bersama dengan Zoey dan Ben; tidak ada rasa curiga sampai Zoey merasa ada yang aneh. 

Begitu ia hendak mendekati rangkaian gerbong selanjutnya, gerbong di depan malah terlepas membuat gerbong yang berisikan 6 penumpang tersebut terpisah dan masuk jalur lain yang membawa mereka semua ke lorong kereta tua berjarak mil-mil jauhnya. Begitu kereta berhenti setelah menabrak pegas penyelamatan di ujung jalur, hal aneh kembali terjadi. Baik pintu dan jendela kereta tidak bisa dibuka atau bahkan dipecahkan.

Selain Zoey dan Ben; 4 orang yang sama bingungnya dengan mereka adalah Brianna (Indya Moore), Theo (Carlito Olivero), Rachel (Holland Roden), Nathan (Thomas Cocquerel). Keenam orang itu mulai saling cari cara untuk keluar dari sana sampai Zoey mengatakan soal Minos yang langsung disambut respon tidak begitu hangat oleh orang-orang yang ada disana.

Saat mulai mencari tahu apakah hal ini ada kaitannya dengan Manos, permainan maut kembali dimulai yang membuat semua orang disana kecuali Zoey dan Ben shok bukan main. Mereka mau tidak mau harus mengikuti jalan main permainan tersebut atau mereka tahu akan akibat akhirnya, tewas. Stage pertama, mereka harus keluar dari kereta dengan memasukan 9 buah koin yang tersembunyi di gantungan tangan. Petunjuknya adalah kalimat iklan yang hilang.

Setelah hampir tewas disengat listrik, 5 dari 6 pemain lolos ke permainan selanjutnya. Dalam pertandingan pertama ini, Theo harus kehilangan nyawanya akibat tersambar aliran listrik yang langsung menyengat tubuh pria tersebut hingga tewas. 5 penyitas kini ada di sebuah tempat besar yang berupa bank. Disana mereka kembali dihadapi oleh teka-teki yang cukup bikin pening sebelum laser mematikan membidik semua tempat.

Meski hampir tewas akibat nekat, Nathan berhasil diselamatkan oleh Brianna dan Rachel juga Ben. Zoey menjadi orang terakhir yang meninggalkan bank mematikan itu. Petunjuk kali ini mengarah kepada seseorang bernama Sonya. Namun tidak ada satupun dari mereka yang merasa ada korelasinya dengan Sonya atau tempat-tempat yang mereka masuki kali ini. Hal tersebut otomatis membuat semuanya jadi lebih bingung lagi.

Berhasil selamat, kini 5 orang penyintas harus masuk ke stage selanjutnya yaitu sebuah tempat yang berupa kedai pinggir pantai lengkap dengan mercusuar dan sebuah kapal kecil usang. Disana mereka kembali berjibaku untuk keluar dari jebakan yang ada di tiap sisi tempat itu. Mereka berlomba mencari petunjuk sebelum pasir hisap menelan semua yang ada disana. Lagi-lagi, hal mengenai Sonya semakin jelas terbaca di tiap petunjuk yang mereka temukan.

Naas, Nathan harus kehilangan nyawanya setelah mencoba menyelamatkan Rachel yang lebih dulu terhisap oleh pasir. Belum lama mereka bisa keluar dari tempat mengerikan itu, Zoey dan Brianna yang masing-masing menemukan jalan keluar malah jadi berdebat harus masuk lewat mana. Hal ini membuat Ben celaka karena telat untuk ikut jalan keluar yang diambil Zoey. Ia jatuh dari mercusuar dan terhisap pasir hingga lenyap. Zoey menyesal sekali namun show must go on.

Zoey, Rachel dan Brianna menjadi 3 peserta terakhir yang memasuki stage selanjutnya. Mereka bertiga harus berhadapan dengan cairan asam mematikan yang bisa membunuh mereka. Dari semua petunjuk yang ditemukan, hanya Zoey yang bisa selamat dari jalan keluar sementara yang lainnya tewas tersiram cairan asam. Zoey histeris bukan main namun begitu ia sadar, ada satu hal yang aneh.

Zoey berada di dalam sebuah ruangan yang dibuat oleh seorang gadis bernama Claire (Isabelle Fuhrman). Claire mengatakan bahwa dirinya adalah bagian dari Minos dan tidak ingin membunuhnya melainkan menolongnya agar selamat. Ia juga menyelamatkan Ben. Begitu tahu kalau Claire akan membantu dan sudah menyelamatkan Ben, ia segera membantu apa yang Claire minta.

Baca juga:

Ternyata Claire pun terjebak di ruangan khusus milik Minos untuk terus membuat jebakan mengerikan yang tak mau ia lakukan namun ia dipaksa oleh Ayahnya Henry (James Frain). Claire yang tahu Zoey pintar akhirnya memilih menyelamatkan Zoey untuk saling bantu supaya bisa keluar dari Minos dan lepas dari cengkaraman Ayahnya.

Tidak Ada Koneksi 

Escape Room_No Connection (Copy)

Begitu saya menonton film ini, saya sudah pede kalau Escape Room 2 pasti memiliki korelasi dengan film pertamanya, namun nyatanya tidak ada sama sekali; yang menjadi bridging film ini dengan film pendahulunya adalah keinginan Zoey dan Ben untuk menangkap dan menghancurkan Minos Corporation. Done.

Oh iya, plot cerita tentang 6 orang peserta ‘Escape Room’ ini tidak lagi memiliki hubungan atau keterkaitan dengan ruangan-ruangan jebakan mematikan yang ada di dalam arena Escape Room. Padahal di film pertamanya, detail sekali, ruangan-ruangan mematikan tersebut berkorelasi dengan para pesertanya. 

Jebakan Mengerikan

Escape Room_Death Trap (Copy)

Dari keempat stage yang ditawarkan, sepertinya hanya 1 stage saja yang membuat saya cukup takjub; yaitu stage dalam kereta. Kereta tersebut dipasangi aliran listrik yang semakin lama semakin naik kekuatannya sehingga membuat satu kereta menjadi konduktor listrik paling mematikan untuk orang-orang di dalamnya. Keren sih.

Sedangkan yang paling menyakitkan rasanya di stage terakhir yaitu hujan asam. Air asam tersebut membunuh Brianna dan Rachel hingga tewas dengan keadaan melepuh akibat kulit mereka leleh tersiram air hujan asam. Meski demikian, entah kena sensor atau bagaimana, scene tersebut malah dapat shoot jarak jauh yang menghilangkan esensi mengerikannya.

Escape Room 3

Escape Room_Sequel (Copy)

Seperti biasa, Escape Room ini pun memiliki ending yang sama dengan film Escape Room yang pertama. Menggantung. Sehingga saya yakin di tahun berikutnya, well… mungkin 2 tahun lagi akan kembali hadir film Escape Room 3. Ini mengingat jarak dari film Escape Room pertama dan kedua terpaut sama; 2 tahun jaraknya. Tidak sabar sih menunggu sekuelnya lagi. Untuk kali ini, Bacaterus memberi skor 3.5/5 buat film Escape Room 2. Apakah kalian sudah menontonnya?

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *