Emas Melonjak Setelah Laju Inflasi AS Lebih Lambat dari Perkiraan

New York: Emas kembali menguat menembus level psikologis USD1.800 pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Dolar mundur setelah kenaikan inflasi AS yang lebih lambat dari perkiraan menyebabkan ketidakpastian atas jadwal Federal Reserve AS untuk mengurangi stimulus moneternya (tapering).
 
Melansir Antara, Rabu, 15 September 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange melonjak USD12,7  atau 0,71 persen, menjadi USD1,807,10 per ounce. Sehari sebelumnya pada Senin, emas berjangka naik USD2,3 atau 0,13 persen menjadi USD1.794,40 per ounce.
 
Emas berjangka merosot USD7,9 atau 0,44 persen menjadi USD1.792,10 pada Jumat pekan lalu, setelah terangkat USD6,5 atau 0,36 persen menjadi USD1.800  pada Kamis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Emas sedang mempermainkan level USD1.800 per ounce menyusul data inflasi AS yang sedikit lebih lemah dari perkiraan,” kata analis logam mulia di Standard Chartered Bank, Suki Cooper.
 
Ia menambahkan latar belakang makro tetap kondusif untuk kenaikan harga lebih lanjut.
 
Indeks Harga Konsumen (IHK) inti AS naik tipis 0,1 persen pada Agustus, meleset dari ekspektasi untuk kenaikan 0,3 persen, dan mengakibatkan dolar AS melemah. Itu adalah kenaikan terkecil sejak Februari dan mengikuti kenaikan 0,3 persen pada Juli.
 
“Sementara pengumuman tapering tidak mungkin sampai pertemuan FOMC November, pertemuan September akan memperkenalkan proyeksi staf, atau ‘titik’ untuk 2024. Titik 2024 dapat mencerminkan dua kenaikan suku bunga 2023,” tambah Cooper.
 
Data inflasi dapat memperkuat pandangan bahwa Fed mungkin akan memperlambat langkah-langkah dukungan ekonomi dan mempertahankan suku bunga rendah. Suku bunga yang lebih rendah menurunkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
 
“Melesetnya (data AS) ini adalah kabar baik untuk emas, karena membuat pengumuman tapering September dari Fed lebih kecil kemungkinannya,” kata analis pasar senior di Oanda, Ed Moya.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 8,9 sen atau 0,37 persen, menjadi USD23,885 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD18,8 atau 1,96 persen menjadi USD938,7 per ounce.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *