Usut Kebakaran, Kalapas Klas 1 Tangerang Diperiksa Hari Ini

Jakarta: Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya memanggil Kepala Lapas (Kalapas) Klas I Tangerang, Victor Teguh Prihartono, hari ini. Victor diperiksa terkait kebakaran lapas pada Rabu, 8 September 2021.
 
“Kami sudah kirim surat, Kalapas itu rencana hari ini kami lakukan pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 14 September 2021.
 
Pemeriksaan dijadwalkan pukul 10.00 WIB. Yusri berharap Victor memenuhi undangan pemeriksaan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah meningkatkan status perkara kasus kebakaran Lapas Klas I Tangerang ke tahap penyidikan. Polisi menerapkan tiga pasal terhadap terduga pelaku, yakni Pasal 187, Pasal 188, dan Pasal 359 KUHP.
 
Pasal 187 KUHP menyatakan Barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan, atau banjir diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya umum bagi barang dengan pidana penjara paling lama 15 tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.
 
Pasal 188 KUHP berbunyi Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan, atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak Rp4.500.
 
Kemudian, Pasal 359 KUHP disebutkan Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.
 
Blok C2 Lapas Klas 1 Tangerang terbakar sekitar pukul 01.45 WIB pada Rabu, 8 September 2021. Api berhasil dipadamkan pukul 03.00 WIB. Sebanyak 48 narapidana di blok C2 tewas. Sementara itu, puluhan lainnya mengalami luka-luka, baik berat maupun ringan.
 
Penyebab kebakaran masih diselidiki. Namun, dugaan sementara karena korsleting listrik. Polisi menemukan titik api di atas plafon.
 
Baca: Komnas HAM: Lapas Klas I Tangerang Over Capacity Hingga 240%
 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *