Makin Berjaya, Dolar Naik ke Level Tertinggi

New York: Dolar naik ke level tertinggi dua minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB),
 
Hal ini didukung ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) AS dapat mengurangi pembelian asetnya (tapering) pada akhir tahun meskipun ada lonjakan kasus covid-19.
 
Namun dolar mundur dari posisi tertingginya di perdagangan sore. Melansir Antara, Selasa, 13 September 2021, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, semula menguat menjadi 92,887, tertinggi sejak 27 Agustus. Terakhir naik sedikit di 92,664.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Putaran data ekonomi AS akan dirilis minggu ini, dimulai dengan harga konsumen pada Selasa waktu setempat, yang akan memberikan pembaruan terbaru tentang seberapa panas inflasi menjelang pertemuan Fed minggu depan.
 
Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker menjadi pejabat terbaru yang mengatakan dia ingin bank sentral mulai melakukan tapering tahun ini,
 
“Pembicaraan tentang tapering telah mendorong dolar lebih tinggi,” kata Ahli Strategi Makro Wells Fargo Securities di New York, Erik Nelson.
 
“Kami melihat dari komunikasi Fed bahwa mereka ingin memutuskan hubungan tapering dari kenaikan suku bunga,” kata Nelson.
 
Tapering biasanya mengangkat dolar karena itu artinya ada langkah menuju kebijakan moneter yang lebih ketat. Ini juga berarti The Fed akan membeli lebih sedikit aset utang, yang menunjukkan akan ada lebih sedikit dolar yang beredar.
 
The Wall Street Journal melaporkan pada Jumat pekan lalu bahwa pejabat Fed akan mencari kesepakatan untuk mulai mengurangi pembelian obligasi pada November.
 
Selain inflasi, angka penjualan dan produksi ritel AS juga dijadwalkan akan dirilis minggu ini.
 
“Angka IHK (Indeks Harga Konsumen) tinggi lainnya minggu ini dalam menghadapi data ekonomi yang melemah dapat mulai membuat Fed tersudut, karena tekanan meningkat untuk normalisasi stimulus,” kata Analis Senior DailyFX.com, unit riset dari broker valas IG, Christopher Vecchio.
 
Euro termasuk di antara mata uang yang melemah terhadap dolar, merosot ke 1,1770 dolar, terendah dalam lebih dari dua minggu setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan pekan lalu akan mulai memangkas pembelian obligasi daruratnya. Euro terakhir turun 0,1 persen pada 1,1801 dolar.
 
Terhadap yen, dolar naik 0,1 persen pada 110 yen. Dolar juga naik 0,5 persen versus franc Swiss menjadi 0,9228.
 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *