Beri Pelonggaran, Pemerintah DIY Masih Larang Pembukaan Bioskop

Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, melakukan sejumlah pelonggaran di sejumlah kegiatan masyarakat dalam perpanjangan PPKM Level 3 hingga 20 September 2021. Meski demikian Sri Sultan masih melarang bioskop beroperasi.
 
“Nantilah (pemberian izin pembukaan bioskop). Jangan membuka ruang seperti itu,” kata Sri Sultan di Yogyakarta, Selasa, 14 September 2021.
 
Baca: Balaikota Makassar Kemalingan, Kerugian Ratusan Juta

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Dia mengatakan pembukaan bioskop dinilai berisiko menimbulkan kerumunan dan akan sulit mencari pihak yang bertanggung jawab jika terjadi klaster anyar penularan covid-19. Hal itu berkaca pada lonjakan kasus covid-19 yang berlangsung sekitar dua bulan lalu.
 
Menurut dia kasus tersebut menurun sejak awal September. Hal tersebut ditunjukan dengan positivity rate kasus covid-19 di DIY yang sudah di bawah 5%.
 
“Kalau buka ada sesuatu, yang tanggung jawab siapa. Kemarin buka wisata, saya mengatakan boleh, siapa yang tangung jawab?” ungkapnya.
 
Perpanjangan PPKM lewat Instruksi Gubernur DIY bernomor 27INSTR/2021, isi aturannya tidak banyak berubah. Meskipun, ada sejumlah pelonggaran dan penyesuaian.
 
Misalnya uji coba tiga destinasi wisata, yakni Hutan Pinus Mangunan (Bantul), Kebun Binatang Gembira Loka (Kota Yogyakarta), dan Tebing Breksi (Sleman) yang dibolehkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Instruksi tersebut mensyaratkan pelaksanaan uji  coba dilakukan sesuai aturan kementerian dan protokol kesehatan ketat.
 
“(Ada) pelonggaran sedikit, kami hati-hati. Saya gak mau berubah (mengubah kebijakan). Biar uji coba dulu,” ujarnya.
 
Selain itu pembelajaran tatap muka (PTM) dibolehkan dengan berbagai persyaratan. Di samping ketercapaian vaksinasi, juga pembatasan jumlah siswa per kelas hanya 50 persen dari total jumlah siswa. Hal ini dikecualikan bagi siswa di sekolah luar biasa hanya maksimal 5 anak per kelasnya.
 
Lalu pengunjung warung makan masih tetap dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat duduk. Durasi makan kini maksimal 60 menit serta tetap diwajibkan menjaga jarak. Selain itu sebagian isi kebijakan PPKM masih tak jauh beda.
 
“Kami lebih baik hati-hati, (membuka destinasi dan sejumlah fasilitas) bertahap, daripada seperti kemarin, kasus (covid-19) naik 150 persen, menurunkannya repot. Ini saja masih fluktuatif,” ungkapnya.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *