Sinopsis & Review Full House, Drama Remake yang Tidak Kalah Seru

Siapa yang tidak kenal dengan pasangan drama Mike Angelo dan Aom Sushar Manaying? Keduanya berhasil membuat para pencinta drama gempar dengan kemistri yang ditunjukkannya. Bermain dalam berjudul Full House (2014), remake K-Drama dengan judul yang sama ini memang sangat populer. Tidak hanya populer di Thailand saja, tapi di Indonesia juga.

Kemistri yang baik dari keduanya membuat fans ikut merasa baper, bahkan mereka sampai minta Aom dan Mike berpacaran. Karena tidak hanya terlihat cocok di depan kamera, keduanya terlihat sangat serasi dan akrab di belakang kamera. Penasaran dengan drama ini? Simak ulasannya berikut ini ya!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2014
  • Genre: Romantic, Comedy, Drama
  • Sutradara: Sarasawadee Wongsompetch
  • Pemain: Aom Sushar Manaying, Mike Angelo, Utt Uttsada Panichkul, Janesuda Parnto
  • Jumlah Episode: 20 Episode

Aom Am ((Aom Sushar Manaying) tidak sengaja berada dalam satu pesawat dengan seorang aktor dan penyanyi tampan Mike D. Angelo (Mike Angelo). Pertemuan keduanya memang tidak menyenangkan, Aom yang kala itu memiliki masalah dengan reservasi kamarnya meminta pertolongan dari Mike. Sekembalinya dari Korea Selatan, Aom harus menerima kenyatan bahwa sahabatnya sudah menipunya.

Karena rumahnya tiba-tiba di jual pada Mike, Aom yang merasa tidak menjual berusaha mendapatkan kembali rumahnya. Maklum saja rumah itu adalah satu-satunya peninggalan dari sang Ayah dan kini ia harus kehilangan warisan dan kenangannya. Melihat hal ini Mike akhirnya membuat perjanjian agar Aom mau menerima pernikahan kontrak dengannya dan rumah itu akan jadi miliknya lagi.

 Aom menerima perjanjian itu dan kini mereka sudah menjadi sepasang suami istri. Tapi ada satu perjanjian lain yang harus di garis bawahi, siapa yang jatuh cinta terlebih dahulu orang itu kalah. Setelah menikah ada banyak hal yang terjadi pada keduanya, hubungan buruk mereka berlangsung membaik. Kehadiran Aom Am membuat Mike bisa semakin dekat dengan keluarganya, bahkan sang ayah.

Namun hubungan mereka terhalang dengan kehadiran Mintra (Janesuda Parnto), wanita yang disukai Mike. Untuk kesekian kalinya Mike selalu mementingkan Mintra, hal ini membuat Aom merasa dikhianati dan tidak dianggap. Guy (Utt Uttsada Panichkul) yang melihat hal ini berusaha menjaga Aom dan mengambil wanita itu dari sahabatnya sendiri.

Mintra menjadi sumber masalah, penolakan Guy membuatnya beralih untuk mendekati dan memanfaatkan Mike. Sementara Mike berada dalam dilema, pria ini berusaha mencari tahu apa isi hatinya dan siapa yang dicintainya. Di saat Mike menyadari cintanya pada Aom, tapi wanita itu menolaknya karena terlanjur sakit hati. Akankah Aom dan Mike bisa bersama?

Remake yang Berhasil Membuat Penonton Enjoy

Remake yang Berhasil Membuat Penonton Enjoy

Full House (2004) adalah salah satu drama Korea yang berhasil menarik perhatian para pencinta drama series di Asia. Pasalnya kesuksesan drama yang dibintangi oleh Rain dan Song Hye Kyo ini memang tidak ada duanya. Drama ini juga yang membuat nama mereka dikenal hingga mancanegara, tidak aneh jika drama ini sudah di remake di beberapa negara termasuk Thailand.

Full House Thai (2014) menjadi salah satu remake yang berhasil mendapatkan banyak perhatian. Pasalnya remake-nya memiliki plot yang sangat jelas jadi mengasyikan untuk di ikuti dan pemeran utamanya cantik dan tampan. Memiliki premis yang sama, memang ada sedikit perubahan dalam plot yang sesuai dengan keadaan di Thailand.

Bagi saya plot drama ini berhasil membuat penonton masuk dalam dunia Aom Am dan Mike D. Angelo. Hubungan yang manis berubah sangat drastis ketika Mike mulai mendapatkan celah untuk bisa bersama wanita yang disukainya. Rasa sakit hati dan terabaikan yang dirasakan Aom juga membuat saya ikut sedih dan kesal pada Mike.

Jujur saja saya sangat membenci karakter Mike dan Mintra, dua orang yang paling bodoh dan egois. Meski tidak memiliki plot twist mencengangkan, versi ini lebih menitik beratkan alur yang emosional untuk memperkuat setiap karakter. Ceritanya dibuat lebih dalam dan intens dengan konflik hingga kesalahpahaman yang terluar berlanjut.

Dalam 20 episode yang ditampilkan, saya bisa melihat kekuatan dan kelemahan dari setiap karakter utamanya. Mereka semua berhasil menopang pengembangan karakter satu sama lain, jadi ceritanya tetap fokus. Sinematografi yang ditunjukkan juga menarik dan indah, saya menyukai cara pengambilan gambar dan suasana yang di hadirkan.

Beberapa keindahan Thailand juga ditunjukkan disini, mulai dari kualitas gambar, suara hingga lighting semuanya sangat pas. Meski ada beberapa editing yang terasa kagok, setidaknya hal ini tertutupi dengan akting yang memukau. Sentuhan Korea dalam drama ini tidak terasa berlebihan, mereka seakan ikut hype dengan kepopuleran K-Drama.

Salah Satu Drama yang Membuat Lakorn Dikenal di Indonesia

Salah Satu Drama yang Membuat Lakorn Dikenal di Indonesia

Tidak bisa di pungkiri salah satu kenaikan populernya lakorn di Indonesia dipengaruhi dengan kepopuleran drama Full House Thailand (2014). Saya ingat betul bagaimana teman-teman saya out off nowhere membicarakan drama. Tentu saja membincangkan soal kemistri yang baik antara Mike Angelo dan Aom Sushar Manaying.

Sering mendengarkan cerita dari teman-teman, saya yang awalnya tidak tertarik jadi semakin penasaran. Setelah menonton, saya mengakui bahwa remake versi Thailand ini menjadi salah satu yang terbaik yang pernah saya saksikan. Vibes K-Drama tetap ada, namun mereka bisa membuat drama ini kuat dengan nuansa Thailand.

Baca juga:

Dari kesuksesan drama ini, saya melihat drama Thailand makin dikenal oleh pecinta drama series di Indonesia. Kini sudah banyak judul drama Thailand yang berhasil menarik perhatian dengan berbagai macam genre. Tapi Full House Thai (2014) tetap menjadi salah satu lakorn yang wajib sekali untuk di tonton jika ingin mengenal lakorn.

Dari banyak review penonton yang menonton drama ini, banyak yang mengatakan bahwa mereka mulai mengenal lakorn dari sini. Drama ini berhasil membuat banyak orang mulai menaruh perhatian dan animo tinggi pada drama Thailand. Jadi bukan hal yang aneh lagi jika kini popularitas lakor tidak kalah dari K-Drama atau C-Drama.

Bahkan drama lain yang dibintangi Aom dan Mike selalu menjadi perbincangan, dari keduanya para aktor dan aktris lain mulai dikenal. Belakangan Indonesia juga sedang demam drama berjudul Girl from Nowhere (2018) yang sangat menegangkan. Sebelumnya ada film Thailand paling populer yaitu Crazy Little Thing Called Love (2010) yang membuka jalan.

Kemistri Mike Angelo dan Aom Sushar Manaying yang Tidak Ada Duanya

Kemistri Mike Angelo Dan Aom Sushar Manaying Yang Tidak Ada Duanya

Hal terakhir yang ingin sekali saya bahas adalah kemistri yang apik dari Mike Angelo dan Aom Sushar Manaying. Tidak bisa di pungkiri kemistri keduanya terlihat sangat natural sekali, seakan mereka tidak sedang berakting untuk sebuah drama layar kaca. Saya seakan melihat hubungan pasangan muda beda dunia, dimana keduanya masih sangat labil dalam menemukan arti cinta.

Mulai dari awal drama hingga akhir, tidak ada sekalipun kedua terlihat off atau lost disetiap scene yang ada. Mereka selalu memberikan body language yang mendukung dengan dialog yang diucapkan dan dengan mudah membawa penonton masuk. Dunia percintaan antara Mike dan Aom ternyata tidak hanya disukai lewat sebuah drama yang ditayangkan di TV saja.

Bahkan fans dari keduanya sampai-sampai berharap hubungan ini berlanjut ke dunia nyata. Dari banyak video yang dibagikan oleh fanbase keduanya, terlihat dengan jelas kedekatan keduanya. Mereka terlihat begitu akrab dan serasi, makannya banyak sekali yang berharap mereka berkencan. Sayangnya baik Mike dan Aom ketika itu menegaskan bahwa mereka hanya sebatas teman saja.

Apalagi mereka memang memiliki kehidupan pribadi masing-masing, tapi saling mendukung satu sama lain. Meski merasa patah hati, fans dari Aom dan Mike bisa berlega hati karena keduanya kembali disatukan dalam drama lain. Hingga sekarang masih banyak fans dari pasangan ini yang menaruh harapan akan hubungan keduanya.

Inilah review saya mengenai Full House Thai (2014) yang membuat banyak orang memiliki impresi yang baik akan lakorn. Bagi saya drama ini memang bisa menjadi tontonan yang menarik para pecinta drama series untuk menyukai lakorn.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *