Profesor UI: Prokes 5M Modal Pengendalian Covid-19

Jakarta: Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Ari Fahrial Syam mengatakan protokol kesehatan (prokes) 5M tetap harus dijalankan dengan ketat. Hal ini untuk menjaga kondisi pandemi covid-19 yang tengah membaik di Tanah Air.
 
“Berbagai pembatasan tetap harus dilakukan,” kata Ari dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 12 September 2021. 
 
Protokol kesehatan 5M itu meliputi memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Kelimanya menjadi barang wajib, khususnya bila berada di luar rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Ari menjelaskan saat ini, kasus covid-19 di Indonesia terus menurun. Bahkan, pada tempat dengan persentase jumlah yang divaksinasi pertama masih rendah kurang dari 20 persen, jumlah kasus baru juga rendah.
 
Baca: Pelonggaran Tempat Wisata saat PPKM Harus Dibarengi Pengawasan Ketat
 
Kondisi ini, kata dia, karena pada sebagian daerah dengan capaian imunisasi di atas 70 persen, sudah terjadi infeksi atau orang yang terinfeksi di daerah itu sudah lebih dari 70 persen. Pemeriksaan serologi bagi warga yang belum divaksinasi diperlukan untuk mengetahui pernah terinfeksi atau tidak.
 
Di sisi lain, guru besar itu mengingatkan varian baru covid-19, Mu, yang teridentifikasi pertama kali di Kolombia sudah menginfeksi 50 negara, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Masyarakat perlu waspada agar tidak ada kasus impor membawa virus Mu masuk ke Indonesia.
 
Selain itu, pengurutan genom virus atau whole genom sequencing harus makin ditingkatkan. Hal ini untuk melacak keberadaan varian tertentu pada sampel-sampel spesimen yang diperiksa.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *