Industri Mamin Masih Bisa Tumbuh Positif Berkat Pelonggaran PPKM

Jakarta: Industri makanan dan minuman (mamin) masih memiliki potensi untuk kembali tumbuh positif pada kuartal III-2021. Salah satu faktor pendukungnya adanya pelonggaran selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali belakangan ini.
 
Sejumlah wilayah sudah mengalami penurunan level PPKM dari level empat ke level tiga dan dua. Wilayah yang sudah turun dari level empat terdiri dari DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.  
 
Penurunan level ini membuat daerah tersebut mengalami pelonggaran pengetatan. Misalnya, restoran sudah membolehkan pengunjung makan di tempat, waktu makan yang tadinya dibatasi 30 menit menjadi maksimal 60 menit, dan diperbolehkannya penambahan kapasitas pengunjung mal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Aturan tersebut diatur dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.
 
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan pelonggaran ini membuat pasar kembali menggeliat. Tren positif ini sudah mulai terasa sejak Agustus.
 
Jika pelonggaran ini bisa terjaga dengan baik sepanjang September, Adhi menilai industri mamin akan kembali tumbuh positif pada kuartal III-2021. Sebelumnya, industri mamin tercatat mengalami pertumbuhan 2,95 persen pada kuartal II-2021.
 
“Untuk kuartal III-2021 saya kira paling maksimal mirip dengan kuartal II-2021, atau rendah sedikit karena Juli agak sepi karena PPKM Darurat. Kalau turun paling sedikit. Tapi saya yakin masih di atas dua persen,” kata Adhi kepada Medcom.id, Senin, 13 September 2021.
 
Di satu sisi, Adhi mengingatkan seluruh pihak untuk tidak bersikap berlebihan dalam merespons pelonggaran PPKM. Pihaknya tidak ingin pelonggaran ini malah menimbulkan kembali lonjakan kasus covid-19 yang bisa menimbulkan pengetatan aturan lagi.
 
Para pelaku industri mamin sendiri sudah disiplin melaksanakan protokol kesehatan (prokes). Adhi menjelaskan para pelaku industri mamin sudah disiplin melakukan wajib lapor seputar pelaksanaan prokes melalui portal SIINas (siinas.kemenperin.go.id). Wajib lapor rutin dilaksanakan setiap Selasa dan Jumat.
 
Jika seluruh pihak tetap disiplin menerapkan prokes seraya dengan semakin banyaknya jumlah vaksinasi, Adhi optimistis tren positif ini bisa membawa angin segar bagi industri mamin tetap berlanjut hingga akhir tahun.
 
“Kami sudah diskusi dengan beberapa pelaku anggota. Kami yakin masih bisa (tumbuh) lima persen hingga Desember,” pungkasnya.
 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *