Indeks Saham Berjangka Rebound Setelah Jatuh Lima Hari Berturut-turut

New York: Indeks saham berjangka AS diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada Minggu waktu setempat (Senin WIB). Kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan inflasi telah membebani pasar.
 
Melansir CNBC International, Senin, 13 September 2021, Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average naik 91 poin. S&P 500 berjangka naik 0,26 persen, sementara Nasdaq 100 berjangka naik 0,24 persen.
 
Untuk minggu ini, Dow dan S&P masing-masing turun 2,15 persen dan 1,69 persen, yang merupakan kinerja mingguan terburuk rata-rata sejak Juni. Nasdaq yang sarat saham teknologi membukukan minggu terburuk sejak Juli, tergelincir 1,61 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Data yang dirilis Jumat menunjukkan bahwa indeks harga produsen naik 0,7 persen pada Agustus dan 8,3 persen dari tahun ke tahun, yang merupakan kenaikan tahunan terbesar sejak November 2010.
 
Indeks harga konsumen akan dirilis pada Selasa pekan ini. Ekonom yang disurvei oleh FactSet berekspektasi harga konsumen melonjak 5,3 persen pada kecepatan tahunan di Agustus. Data penjualan ritel akan dirilis akhir pekan ini.
 
“Macetnya pasokan, kekurangan persediaan, harga komoditas yang lebih tinggi, dan tarif pengiriman yang lebih tinggi semuanya berkontribusi pada biaya input yang lebih tinggi,” kata ahli strategi investasi senior untuk Allianz Investment Management, Charlie Ripley.
 
“Data terkait harga grosir harus membuka mata bagi The Fed, karena tekanan inflasi tampaknya masih belum mereda dan kemungkinan akan terus dirasakan oleh konsumen dalam beberapa bulan mendatang,” tambahnya.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *