Agar Tidak Membekas, Ini Cara Tepat Perawatan Luka di Rumah

Jakarta: Selama masa pandemi seperti sekarang, banyak orang lebih sering menghabiskan waktu di rumah. Serta mencoba berbagai hal baru, yang mungkin sebelumnya tidak pernah dilakukan. Seperti memasak, berkebun, atau berolahraga. 

Salah satu risiko yang mungkin terjadi adalah mengalami luka. Jika sudah demikian, lantas apa yang harus dilakukan?

Dr. Adisaputra Ramadhinara, MSc, CWSP, FACCWS, Certified Wound Specialist Physician mengatakan luka baik kecil maupun besar, itu harus ditangani dengan baik secepat mungkin,” ujarnya dalam acara Virtual Press Conference: Hansaplast First Aid Conference 2021, Sabtu, 11 September 2021.

Setelah itu, kalau lukanya terlalu besar, misalnya ada pendarahan yang tidak berhenti setelah dilakukan penanganan pertama kemudian bisa langsung atau dibawa ke rumah sakit atau klinik. Luka-luka simpel seperti luka lecet, luka sayat, atau luka bakar itu prinsip penanganan pertamanya mirip-mirip.

“Prinsip pertama untuk semua jenis luka, baik luka lecet, luka sayat, luka bakar adalah dengan dibersihkan dulu. Dengan pembersihan luka, maka kita mengupayakan supaya bakteri atau benda asing yang ada di luka itu tidak menyebabkan komplikasi lebih lanjut,” kata dr. Adi.


(Prinsip pertama untuk semua jenis luka, baik luka lecet, luka sayat, atau luka bakar adalah dengan dibersihkan dengan air mengalir. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Menurutnya, infeksi yang terjadi justru bisa menghambat penyembuhan luka. Kalau lukanya terlalu kotor, misalnya jatuh di taman bisa dibersihkan dulu dengan air mengalir. Supaya kotorannya bersih. Setelah dibersihkan, jangan lupa ditutup lukanya.

“Masih banyak yang takut untuk menutup luka karena takut basah atau tidak kering. Itu sebenarnya adalah mitos yang tidak tepat. Dengan ditutup kita mengupayakan supaya bakteri tidak masuk ke dalam luka, serta agar kondisi lukanya lembap. Dengan situasi yang lembap itu maka proses penyembuhan luka bisa berlangsung dengan lebih cepat,” tutur dr. Adi.


(Dengan menutup luka yang telah dibersihkan, kita mengupayakan supaya bakteri tidak masuk ke dalam luka dan agar kondisi lukanya lembap. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
 

Lalu, bagaimana agar luka tersebut tidak menyebabkan bekas? 

Dr. Adi mengungkapkan cara pertama agar luka tidak berbekas adalah jangan sampai luka. Kalau sampai luka, berarti harus dipastikan supaya proses penyembuhannya berlangsung secepat mungkin. 

“Karena semakin lama proses penyembuhan terjadi, potensi adanya bekas luka pasti makin besar. Terlepas dari ada keturunan keloid kah, atau ada beberapa tubuh yang kalau luka berpotensi muncul keloid. Tapi, semakin cepat kita rawat dan sembuhkan lukanya pasti potensi keloidnya akan minimal,” tutup dr. Adi.

 
Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
(yyy)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *