6 Penganiaya Keluarga di Bekasi Ditangkap, Pelaku Sempat Setrum Korban

Bekasi: Sebanyak 6 tersangka kasus penganiayaan sekeluarga buntut dari masalah utang piutang Rp900 juta di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi jadi tersangka. Keenam pelaku  dikenakan pasal berlapis.
 
Kapolsek Medan Satria Agus Rohmat mengatakan, para pelaku yang sempat kabur dan ditangkap warga itu terancam dikenakan dua pasal. Yakni, Pasal 170 KUHP dan Undang-Undang Darurat tahun 1951.
 
“Pasal 170 KUHP ancaman di atas lima tahun, UU Darurat 1951 ancaman 12 tahun penjara,” katanya di Bekasi, Senin 13 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Dia menerangkan, para pelaku menyerang korban dengan menggunakan sejumlah barang bukti yang telah disita pihaknya. Di antaranya, alat semprotan mata, sebilah pisau, dua buah alat setrum, sepucuk senjata api rakitan, sepucuk airsoft gun hingga borgol dan lakban.
 
Baca: 10 Mahasiswa UNS Ditangkap saat Bentangkan Poster ‘Sambut’ Jokowi
 
Para pelaku menggunakan alat-alat tersebut untuk menyerang T bersama istri dan ibunya.
 
“Korban T disemprot (semprotan mata) lalu ditusuk, istri korban yang sedang hamil sempat disemprot juga dibekap, kemudian ibu korban sempat disetrum,” katanya.
 
Kronologis
 
Seorang pria berinisial AJ menyerang T, orang yang memberikan utang sebesar Rp900 juta kepada pelaku di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. Akibat penyerangan tersebut, T bersama istri dan mertuanya mengalami luka-luka.
 
Agus menjelaskan,  peristiwa bermula saat AJ datang ke rumah T bersama lima orang rekannya dengan membawa senjata api rakitan, airsoft gun dan juga senjata tajam pada Jumat 10 September 2021 pukul 23.00 WIB. Mereka datang menggunakan mobil merek Honda Jazz bernopol B 1810 RFD.
 
Kemudian, AJ bertemu T yang sedang berada di rumahnya. “Saat ditanya ada keperluan apa oleh korban, pelaku tersebut menjawab berpura pura akan melunasi utangnya sebesar Rp900 juta,” kata dia dihubungi Medcom.id, Sabtu 11 September 2021.
 
Namun, AJ meminta ada saksi darinya dan T yang menyaksikan proses pembayaran. T pun menyanggupi permintaan AJ dan memanggil istri dan adiknya. 
 
“Sedangkan pelaku (AJ) memanggil lima orang temannya yang menunggu di dalam mobil,” katanya.
 
Teman-teman AJ berinisial BP, S, E, OS dan MA kemudian masuk ke dalam rumah T. Lalu, terjadi perdebatan berujung penyerangan menggunakan alat semprot mata berisi air cabai, pisau dan alat setrum yang dilakukan AJ dan rekan-rekannya kepada T.
 
“Akibat penyerangan tersebut korban mengalami luka sayatan pisau di bagian tangannya. Sedangkan istrinya mengalami luka memar pada bagian lengan kiri bawah akibat kekerasan dari alat setrum dan ibu dari korban mengalami luka lecet pada lengan kanan,” tuturnya.
 

 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *