Pemkot Tangerang Diminta Membuat Panti Rehabilitasi Pengguna Narkoba

Tangerang: Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tangerang, Satrya Ika Putra, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membangun panti rehabilitasi pengguna narkoba.
 
Panti rehabilitasi untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti ketergantungan pengguna narkotika hingga over kapasitas lembaga pemasyarakatan (Lapas).
 
“Seharusnya para pengguna narkotika direhabilitasi jangan langsung dijatuhi sanksi pidana penjara. Namun, saat ini panti rehabilitasi masih sangat minim. Pemkot pun harusnya inisiatif adanya panti rehabilitasi atau Rumah Sakit (RS) ketergantungan obat ini,” kata Satrya di Tangerang, Minggu, 12 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Baca: Wisatawan Mulai Datang, Pemkot Yogyakarta Belum Lakukan Pengetatan
 
Satrya menjelaskan pembangunan panti rehabilitasi dapat diawali dengan membuat peraturan daerah (perda) narkotika. Sehingga Pemkot dapat membantu BNN melakukan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
 
“Perda itu nanti akan mengatur rencana aksi yang dibutuhkan. Seperti, program P4GN maupun pembangunan panti rehabilitasi,” jelasnya.
 
Satrya menambahkan hingga kini dari Provinsi Banten maupun Pemkot Tangerang belum memiliki perda narkotika itu. “Di provinsi tinggal teken pak Gubernur Banten (Wahidin Halim). Kalau di pemkot bahkan belum terbentuk. Sekarang baru data pembentukan perda P4GN dengan inisiatif Wali Kota Tangerang (Arief R Wismansyah),” ungkapnya.
 
Satrya menjelaskan para penegak hukum memiliki dasar acuan untuk menjatuhkan sanksi rehabilitasi bagi pengguna narkotika. Namun minimnya panti rehab membuat para pengguna narkotika dijatuhkan hukuman penjara.
 
“Di kepolisian, Mahkamah Agung (MA), semua lembaga penegakan hukum telah mengatur bagaimana pengguna ini di rehabilitasi. Tapi di bawahnya belum berjalan. Terkendala mulai dari sarana prasarananya belum terpenuhi,” ujarnya.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *