Menteri LHK: Deforestasi Turun Hingga 78%

Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar memaparkan capaian Indonesia di bidang kehutanan. Hasil kerja itu dalam rangka mendukung netral karbon sektor hutan.
 
“Terjadi penurunan deforestasi tahun 2019-2020 sebesar 78 persen sebagai angka deforestation rate terendah sejak tahun 1990, yaitu sebesar 115 ribu hektare (ha),” kata Siti dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 September 2021.
 
Siti memerinci deforestasi 2018-2019 seluas 460 ribu ha dan tahun 2014-2015 seluas 1,09 juta ha. Kemudian, 1996-2000 seluas 3,51 juta ha.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Dan sejak tahun 2019 Indonesia menegaskan moratorium permanen seluas 66,2 Juta ha untuk tidak diberikan lagi izin baru,” ujar politikus Partai NasDem itu.
 
Penetapan area bernilai konservasi atau high conservation value forest (HCVF) seluas 3,87 juta ha di areal konsesi hak pengusahaan hutan (HPH) dan hutan tanaman industri (HTI). Serta sekitar 1,34 juta ha HCVF di areal perkebunan sawit.
 
Selain itu, luas area terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurun tajam pada 2020 sebesar 82 persen. Dengan perkiraan emisi gas rumah kaca turun sebesar 93 persen.
 
“Demikian pula rehabilitasi gambut seluas 3,74 juta ha melalui kegiatan re-wetting gambut  untuk menjaga gambut tetap basah,” kata Siti.
 
Dia menyebut upaya itu dilakukan melalui sekat kanal, sumur bor, dan pengendalian rencana kerja. Kemudian, pemantauan tinggi muka air gambut dan ketaatan konsesi serta pembinaan pengelolaan gambut pada  600 ribu ha area masyarakat.
 
Baca: Dedi Mulyadi Minta Kawasan Perhutanan Sosial Tidak Beralih Jadi Perkebunan
 
Tidak hanya itu, lanjut Siti, Indonesia melakukan rehabilitas hutan dan lahan seluas 1,53 juta ha. Berikutnya rehabilitasi mangrove seluas 18 ribu ha pada 2020 dan 2021 mencakup area hingga 83 ribu ha.
 
“2024 diproyeksikan akan ditanam hingga 600 ribu ha,” ucap dia.
 
Akses perhutanan sosial seluas 4,72 juta ha untuk dikelola oleh masyarakat telah mencakup 7.212 kelompok dan 1,03 juta  kepala keluarga. Lalu, upaya penegakan hukum dengan operasi 1.658 kali untuk pengamanan hutan sekitar 25 juta ha, pengawasan 1.174 kali di area konsesi dan penerapan.
 
“Sebanyak 1.882 sanksi administratif kepada perusahaan serta 29 gugatan perdata ke pengadilan,” ucap Siti.
 
Menurut Siti, seluruh kinerja itu adalah bukti keseriusan Indonesia terkait transisi energi. Capaian itu juga menunjukkan bahwa Indonesia tak sekadar memiliki kemauan politik namun melakukan langkah nyata.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *