Kasus Pelecehan Seksual dan Perundungan MS, Ini Kata Ketua KPI

Jakarta: salah satu pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), MS, menjadi korban pelecehan seksual dan perundungan di internal KPI pusat. Dugaan kasus itu muncul setelah adanya pengakuan dari terduga korban. 
 
MS mengungkapkan awal mula kasus melalui pesan berantai di WhatsApp. Dalam pesan itu, MS mengaku mendapat perlakuan bullying dan pelecehan seksual sejak 2012. 
 
MS memberanikan diri melapor kembali ke pihak berwajib pada Rabu, 1 September 2021. Polisi pun telah memeriksa sejumlah terduga pelaku pelecehan seksual itu. 

Reaksi Ketua KPI usai mendengar kasus pelecehan seksual MS

Ketua KPI Agung Suprio mengaku sangat geram usai mendengar dugaan kasus pelecehan dan perundungan yang menimpa MS itu. Saking marahnya, ia menggebrak meja di kantor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Jadi waktu jam 3 sore, gue dapat pesan mengenai surat dari korban. Gue baca tuh. Gue langsung gebrak meja di kantor sampai kaca mejanya retak. Saking jengkelnya gue ada kasus kayak gini di dalam KPI,” ungkap Agung saat menjadi narasumber podcast di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Sabtu, 11 September 2021.
 
Dia merasa malu karena  muncul kasus pelecehan dan perundungan di internal KPI. Sebab, menurutnya, kasus ini merusak citra KPI.
 
“KPI yang bertindak dan menegur ketika ada tindakan bullying di TV, sinetron, tetapi kasus bullying justru muncul di KPI. Gue ngerasa kayak dilempar bom Hiroshima dan Nagasaki,” lanjut Agung.
 
Baca: Perkembangan Terkini Kasus Pelecehan Seksual Pegawai KPI

Langkah KPI atasi kasus pelecehan seksual MS

Agung berjanji akan melakukan perubahan di KPI. Terutama pada peraturan-peraturan untuk para pelaku kasus pelecehan dan perundungan.
 
“Pertama, kami akan membuat ruang konseling plus psikolog. Lalu yang kedua, kami akan membuat email untuk pengaduan. Email ini sebagai fasilitas buat karyawan yang takut ngomong langsung ke saya setelah mengalami pelecehan dan bully,” kata Agung.
 
Terakhir, Agung akan membuat hukuman untuk para pelaku bully dan pelecehan seksual di KPI. Mereka yang terbukti melakukan tindakan pidana itu akan langsung dipecat. 
 
“Mereka langsung dipecat secara tidak terhormat,” tegas Agung.

KPI akan dampingi korban

Agung memastikan pihak KPI telah sepakat untuk mendampingi korban. Termasuk mendampingi korban saat memberikan keterangan di kepolisian.
 
“Kami putuskan untuk pro victim dan asas praduga tak bersalah. Jadi korban akan didampingi pihak komisioner ke kepolisian. Terakhir, kami menemani korban untuk BAP sampai jam 4 subuh,” tutur Agung.
 
KPI juga memutuskan merumahkan terduga pelaku. Hal itu dilakukan untuk kelancaran proses penyelidikan pihak kepolisian terhadap terduga pelaku.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *