800 KK Terdampak Banjir di Bolaang Mongondow Selatan

Bolaang Mongondow Selatan: Sekitar 800 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, Jumat, 10 September 2021. Banjir disebabkan luapan beberapa sungai.
 
“Kita masih sementara mendata, saat ini ada sekitar 800 KK yang terkena dampak,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Daaman Mokodompit, melansir Antara, Sabtu, 11 September 2021.
 
Dia menjelaskan, tinggi muka air sempat mencapai pinggang orang dewasa. Kini, lanjut dia, air sudah surut pun dengan jalur transportasi darat yang sudah terbuka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Dia mengungkap, dua kecamatan yang terdampak banjir yaitu Kecamatan Pinolosian Tengah dan Pinolosian Timur. Sementara kecamatan lainnya seperti Posigadang belum ada informasi.
 
Baca: Sudin SDA Jakpus Diwanti-wanti Serius Menghadapi Musim Hujan
 
“Di Kecamatan Pinolosian Timur, sungai sempat meluap, namun tidak menggenangi rumah warga,” ungkapnya.
 
Daaman menambahkan, tidak ada bangunan pemerintah yang rusak. Pun dengan jembatan yang putus atau fasilitas umum lainnya yang terkena dampak saat banjir melanda wilayah itu pada Kamis, 9 September 2021.
 
“Tidak ada warga yang mengungsi,” imbuhnya.
 
Hujan deras dan angin kencang mengguyur wilayah Bolaang Mongondow Selatan sejak Rabu sore, 8 September 2021, hingga Kamis dini hari, 9 September 2021, mengakibatkan beberapa sungai meluap dan menggenangi sejumlah desa di Pinolisian Tengah dan Pinolosian Timur. Pemerintah daerah tetap berharap warga waspada karena kondisi cuaca berubah-ubah, ajaknya.
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *