Sinopsis dan Review Josée (2020), Kisah Gadis Kesepian

Young Seok, seorang mahasiswa tingkat akhir tak pernah menyangka pertolongannya terhadap seorang gadis cacat, membawa dia pada cerita hidup yang baru. Sebagai imbalan, gadis bernama Josée yang tinggal bersama neneknya memasakkan sesuatu untuknya. Hal tersebut terus berulang hingga mereka semakin akrab.

Sepeninggalan neneknya, Josée sangat membutuhkan teman. Kedatangan Young Seok untuk menjenguknya, berakhir dengan sesuatu yang berbeda, yang membahagiakannya. Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? Sinopsis dan ulasan film Korea Josée (2020) di bawah ini yuk!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: Desember 2020
  • Genre: Romantic Drama
  • Produksi: Vol Media
  • Sutradara: Kim Jong Kwan
  • Pemeran: Han Ji Min, Nam Joo Hyuk, Heo Jin, Park Ye Jin

Lee Young Seok (Nam Joo Hyuk) mendapati seorang perempuan tergeletak di jalan setelah coba mengejar orang yang melecehkannya. Saat dibantu berdiri, dia tampak kesulitan, Young Seok pun membawakan sebuah kursi dan membopongnya lalu mendudukan dia di sana. Perempuan tersebut meminta Young Seok memindahkannya ke kursi roda tapi ternyata kursi roda miliknya rusak.

Young Seok menyewa gerobak di sebuah toko seharga lima Won. Menggunakan gerobak itu dia mengantar perempuan tadi pulang. Saat hampir sampai seorang nenek bertanya apa yang terjadi. Dia bicara dengan nada sinis seolah tak mengizinkan perempuan tersebut keluar dari rumah. Saat berpamitan, perempuan itu meminta Young Seok untuk makan lebih dulu. Dia akan buatkan sesuatu untuknya.

Walau duduk di atas kursi roda, perempuan yang diketahui bernama Josée (Han Ji Min) itu cukup lihai. Dia tak terlihat canggung memasak. Selesai makan, pemuda yang berstatus sebagai mahasiswa itu pergi sambil membawa gerobak sewaannya tadi.

Cerita berlanjut ketika seorang perempuan membangunkan Young Seok dari tidur. Dia mengatakan pacarnya akan segera datang. Mendengar itu Young Seok langsung memakai celana, kaos kaki dan segera pergi. Perempuan tersebut ternyata adalah Hye Seon (Park Ye Jin) profesornya di kampus. Saat sedang minum kopi, dia melihat nenek yang kemarin tampak memulung barang-barang di pinggir jalan.

Young Seok lalu membantu nenek itu membawakan barang-barang tersebut ke rumahnya. Secara otomatis dia kembali bertemu dengan Josée. Ketiganya kemudian makan malam bersama. Young Seok menceritakan hal itu pada Soo Kyung (Lee So Hee), yang dia lihat saat bekerja di cafe, sambil minum di sebuah bar. Lepas dari sana mereka bercumbu.

Young Seok mendapat bingkisan berupa rumput laut dan spam dari atasannya di tempat kerja. Dia memilih memberikan itu pada Josée. Akan lebih berguna diberikan pada orang yang pandai memasak daripada dibawa ke rumah dan hanya jadi sampah. Josée lalu memasakkan sesuatu untuk Young Seouk dan memintanya makan sebelum pergi.

Kali ini Young Seok membantu Josée menyiapkan makanan. Keduanya mulai banyak ngobrol. Young Seok akhirnya juga berani bertanya siapa nama gadis itu. Esoknya Young Seok kembali datang dengan alasan memperbaiki kursi roda Josée yang rusak sejak beberapa hari lalu. Josée mengancam jika dia tak bisa memperbaikinya, jangan harap mendapatkan makan gratis.

Keduanya bertambah akrab, Young Seok tak segan mendekati dan mengajak Josée bicara, begitu pun sebaliknya.  Young Seok mengetahui kalau Josée hobi mengoleksi botol whisky kosong. Gadis itu bisa menjabarkan rasa dan aroma whisky seperti profesional hanya dengan mengendus-endus botol kosong tersebut.

Selain botol whisky bekas, Josée juga senang mengumpulkan buku-buku tak terpakai yang sudah orang lain buang. Hari itu Young Seok menuliskan nomor ponselnya pada sebuah stiker, meninggalkan untuk Josée barangkali dia butuh sesuatu. Josée lalu meminta tolong Young Seok membelikannya buku. Sebenarnya ketika terjatuh di jalanan tempo hari, Josée sedang dalam perjalanan untuk membeli buku itu, tapi semua harus tertunda.

Untuk pertama kalinya Josée menelepon Young Seok. Gadis itu meminta tolong padanya untuk menemukan seorang anak kecil di pusat pelayanan mobil. Ternyata anak kecil yang dicari sudah tumbuh jadi pria dewasa bernama Kwak Chul Ho (Jo Bok Rae). Young Seok lalu membawa Chul Ho menemui Josée. Mereka tampaknya saling mengenal karena Chul Ho langsung bertanya kabar soal nenek mereka.

Pulang dari sana Young Seok penasaran dengan hubungan mereka dan kenapa Josée menyebut dirinya ibu pada pria itu. Josée bercerita kalau pria tadi adalah anak yatim piatu yang malang. Chul Ho dibuang ibu kandungnya dan ditinggalkan di depan kantor polisi. Ayah Josée yang seorang polisi lalu membawanya pulang ke rumah. Sejak itu dia ‘menjadi’ ibunya.

Young Seok juga membahas Josée yang sama-sama yatim piatu. Menurut cerita nenek, Josée juga dibuang oleh ayah dan ibunya. Josée tak terima dan meminta Young Seok jangan terlalu percaya perkataan nenek karena dia hanya mempermainkannya. Young Seok berjalan sambil mendorong kursi roda Josée melewati pepohonan yang gugur dengan cantik.

Pada hari yang berbeda Young Seok menemui Profesor Choi Kyung (Lee Sung Wook), seseorang yang sangat menggilai kopi. Dia membantu Young Seok merekomendasikan tempat magang di sebuah perusahaan pemasaran bernama Webb. Walau tak besar, Young Seok harus wawancara lebih dulu sebelum diterima magang di sana. Lantas, apakah Young Seok dapat melalui wawancara itu?

Hubungan Pemuda Oportunis dan Gadis Kesepian

Hubungan Pemuda Oportunis dan Gadis Kesepian

Josée (2020) yang diperankan Nam Joo Hyuk dan Han Ji Min ini merupakan adaptasi dari film Jepang berjudul Josee, The Tiger and The Fish (2003). Sebelumnya cerita Josée sudah lebih dulu hadir sebagai cerita pendek karya Seiko Tanabe yang terbit tahun 1984. Ceritanya sendiri cukup klasik sekaligus sentimental dan ‘jual’ mimpi, yaitu tentang hubungan seorang pemuda tampan dan berpendidikan dengan gadis yatim piatu yang cacat dan hidup dari memulung bersama neneknya.

Baca Juga:

Namun, yang lebih menarik adalah latar belakang mereka dari segi kepribadian. Young Seok seorang pemuda yang oportunis. Dia tipikal mahasiswa yang merasa harus pintar-pintar cari cara untuk bertahan, minimal agar tetap bisa dapat makan. Jika dirasa-rasa, motivasi Young Seok datang ke kediaman Josée dan neneknya memang sesederhana itu.

Young Seok secara tak sengaja membantu Josée yang terletak di pinggir jalan. Dia adalah gadis cacat yang menutup diri, sinis, dingin dan keras pada dirinya sendiri. Dia juga pandai mengarang cerita seolah sudah pernah berkeliling dunia. Sifat-sifatnya itu adalah wujud perlindungan diri karena yang sebenarnya adalah dia kesepian, Josée pesimis dengan hidup dan kesempatan.

Alur cerita akan membawamu pada perkembangan hubungan antara keduanya setelah beberapa kali bertemu. Dari segi ini plotnya cukup mengalir dengan pengemasan yang linear. Tidak banyak flashback kecuali melalui narasi di awal film dan flashback di bagian akhir.

Benarkah Jatuh Cinta atau Hanya Iba?

Benarkah Jatuh Cinta atau Hanya Iba

Cinta bisa datang kepada siapa pun dalam keadaan apa pun dan kapan pun. Tak ada batasan untuk jatuh cinta karena yang merasakan adalah hati. Begitu kira-kira. Sekilas film Josée (2020) terasa romantis, tulus, dan apa adanya, tapi benarkah seperti itu?

Entah maksudnya memang demikian atau ada bagian penting yang terlewat disampaikan, saat Young Seok dan Josée mulai dekat, kedekatan mereka tidak dibangun dengan cerita yang emosional. Untuk sampai sana, tidak ada pula cerita yang membuat yakin kalau Young Seok jatuh cinta pada Josée, melainkan hanya iba dan sifatnya yang terbiasa memanfaatkan keadaan.

Dari segi karakter, Josée gak loveable. Dia suram, seolah gak punya harapan, ketus, dingin, membuat siapa pun tahu dia butuh pertolongan, sekadar itu. Tidak ada pula part yang memperlihatkan adegan saat mereka dekat secara emosi atau terlibat percakapan yang mendalam, kecuali bualan Josée tentang whisky atau Budapest sebagai tempat kelahirannya. Kamu gak akan menemukan scene yang memperlihatkan Young Seok terpesona oleh Josée secara mendalam, kecuali atas kecantikannya.

Hubungan mereka tiba-tiba berakhir dengan ciuman dan adegan ranjang yang tidak ada maknanya; sebatas usaha dari sutradara agar hubungan mereka terasa mengikat. Pada akhirnya kalau pun ada adegan yang dramatis seperti ketika Young Seok menangis di depan aquarium raksasa atau ketika dia mencium Josée di tengah salju, itu lebih karena Young Seok terbawa suasana saja. Chemistry mereka sebagai sepasang kekasih yang saling jatuh cinta, kurangterasa.

Ending yang Tidak Terduga

Ending yang Tidak Terduga

Dari segi ceritanya, hubungan antara Josée dan Young Seok rasanya akan membuat penonton mengira bahwa mereka akhirnya akan saling bahagia dan hidup bersama-sama. Ia tipikal film happily ever after antara seseorang yang sempurna, yang akhirnya menemukan cinta sejati pada diri seseorang yang tidak sempurna. Kenyataannya, ending film ini di luar dugaan.

Paling menarik di bagian akhir film ini adalah sutradara seperti sengaja membuka kemungkinan selebar-lebarnya untuk berbagai penafsiran dari penonton mengenai alasan mengapa Josée memilih tidak melanjutkan hubungan. Pasalnya, kamu gak akan menemukan alasan jelas mengapa mereka yang baik-baik saja menjalani hubungan, harus berpisah.

Tone film Josée (2021) cukup gelap, kelam, selaras dengan ceritanya, selaras dengan karakter Josée yang gloomy sejak awal. Dari segi sinematografi, Josée (2021) beberapa kali mengambil gambar dari atas, sisanya disuguhkan dengan pas sesuai dengan kebutuhan cerita.

Hanya memang berdurasi hampir dua jam, sekitar 1 jam 57 menit, film Josée cukup membosankan dengan beberapa adegan yang diulang-ulang, terutama saat Young Seok numpang makan di rumah Josée. Rasanya kayak, apakah gak ada adegan lain untuk dua orang tokoh utama sebuah film romantis selain makan bersama?

Dari awal gak ada konflik berarti. Semua terasa datar bahkan ketika keduanya saling jatuh cinta. Karakter Josée benar-benar melelahkan. Dia seolah tak memberikan dirinya kesempatan untuk bersenang-senang. Walau tidak berakhir bahagia bersama-sama, kamu rasanya akan setuju dengan ending film ini. Penasaran? Nonton segera!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *