Sanksi Oknum Dishub DKI Pemeras Sopir Dikaji Ulang

Jakarta: Sanksi terhadap dua petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, S Gunawan dan Heryanto, yang memeras bakal ditinjau ulang. Desakan muncul agar kedua orang itu dipecat.
 
“Akan ada tim inspektorat dan lain-lain yang akan mengecek, dan menilai kembali faktanya di lapangan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat, 10 September 2021
 
Ariza mengatakan tim inspektorat juga bakal meninjau situasi dan kondisi. Kemudian menentukan sanksi yang sesuai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Pemecatan kan butuh aturan dan mekanisme, tidak sembarangan” ujar dia.
 
Ariza memastikan pihaknya bakal mengkaji sanksi secara komprehensif. Yang jelas, kata dia, saat ini kedua petugas tersebut sudah dibebastugaskan.
 
Sebelumnya, Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan mendapatkan laporan pemerasan yang diduga dilakukan petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta terhadap sopir pembawa rombongan vaksinasi. Rombongan itu berasal dari Kampung Penas, Jakarta Timur.
 
Azas menyampaikan dugaan pemerasan tersebut terjadi saat rombongan warga dari Kampung Penas berangkat menggunakan bus ke sentra vaksinasi di Sheraton Media Hotel, Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Saat perjalanan menuju tempat vaksinasi, dua petugas Dishub memberhentikan bus di depan ITC Cempaka Mas.
 
“Bus disetop paksa oleh petugas Dishub Jakarta dan diperas diminta uang oleh petugas,” kata Azas melalui keterangan tertulis, Selasa, 7 September 2021.
 
Baca: Terlibat Pemerasan, Kenaikan Pangkat 2 Oknum Dishub DKI Ditunda
 
Dia mengatakan kedua petugas itu memaksa meminta uang Rp500 ribu. Kedua petugas mengancam sopir akan menarik bus jika permintaan tersebut tidak dipenuhi.
 
“Sopir memberikan uang Rp500 ribu baru mereka pergi meninggalkan rombongan kami,” kata Azas.
 
Azas mendesak Anies memecat Gunawan dan Heryanto. Tindakan mereka dinilai jelas-jelas masuk kategori pidana.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *