Sinopsis & Review The Crown Princess, Sulitnya jadi Putri Mahkota

Kehidupan para anggota kerajaan terlihat sangat menyenangkan, pasalnya mereka pasti hidup dalam kemewahan. Tapi bagaimana jika menjadi seorang putri mahkota ternyata membuat kamu diburu oleh keluarga sendiri? Inilah yang dirasakan oleh Urassaya Sperbund semenjak dirinya diumumkan menjadi Putri Mahkota, hidupnya selalu saja terancam karena orang suruhan keluarganya sendiri.

Untungnya ada Nadech Kugimiya Kapten pasukan negara tetangga yang berhasil menyelamatkannya dari para pembunuh bayaran. The Crown Princess (2018) adalah drama aksi, romantis dan komedi ini menjadi salah satu drama paling populer di Thailand. Tidak hanya dibintangi oleh pasangan fenomenal, tapi drama ini memiliki jalan cerita yang bikin deg-degan.

Lalu bagaimana kisah sang Putri Mahkota berusaha mempertahankan hidupnya dan tahtanya dari keluarganya sendiri? Jawabannya bisa kamu dapatkan hanya di bawah ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Action, Romantic, Comedy
  • Produksi: Thong Entertainment Co.,Ltd
  • Sutradara: Amphaiphon Chitmaingong
  • Pemain: Urassaya Sperbund, Nadech Kugimiya, Sara Legge, Intad Leowrakwong
  • Jumlah Episode: 12 Episode

Putri Alice (Urassaya Sperbund) mendapatkan banyak sekali teror sebelum hari penobatannya sebagai Putri Mahkota dilakukan. Hal ini membuat kakenya Raja Henry (Nirut Sirijanya) sangat khawatir, namun Putri Alice adalah wanita yang sangat keras kepala. Wanita ini menjamin bahwa dirinya akan baik-baik saja meski sendiri, karena ia memang sudah terlatih beladiri.

Hari penobatan berjalan dengan lancar, kini sang putri mulai menjalankan tugasnya dengan mengunjungi negara Thailand. Disana Putri Alice menghadiri berbagai acara dan menandatangani banyak kerjasama, namun para pengawalnya kecolongan. Malam itu Putri Alice berhasil di culik, hal ini membuat Petra (Yanin Vismitananda) dan JC (Parisaya Jaronetisat) melakukan plan B.

Di tempat lain, Putri Alice berusaha menyelamatkan hidupnya dari para pembunuh bayaran dengan terjun ke laut dan terdampar disebuah pulau. Untungnya saat itu Putri Alice diselamatkan oleh Letnan Komandan Dawin (Nadech Kugimiya). Letnan Dawin awalnya tidak mengetahui identitas wanita yang ditolongnya, akhirnya identitasnya wanita itu Putri Mahkota dari Kerajaan Hrysos.

Demi keselamatannya Putri Alice menyamar menjadi Naree dan menikah dengan Letnan Komandan Dawin. Dari sinilah cinta mulai muncul, keras kepala Putri Alice membuat Dawin makin jatuh cinta dan tidak rela membuatnya berada dalam bahaya. Kerajaan Hrysos dalam keadaan genting, Pangeran Andre (Teerapong Leowrakwong) dan istrinya Putri Mona (Cindy Bishop) berusaha mengambil tahta.

Putri Kate (Sara Legge) berusaha mencari tahu dimana keberadaan Alice dan Pangeran Alan (Intad Leowrakwong) hidup mewah dan sembarangan. Hingga suatu hari Pangeran Andre dan Putri Mona mati dalam insiden bom mobil, hal ini membuat Pangeran Alan sangat terpukul dan pergi dari Kerajaan. Putri Alice yang sudah kembali ke kerajaan berusaha mencari keberadaan adiknya sepupunya.

Setelah menyelamatkan dan membawa Pangeran Alan kembali ke Istana, banyak hal yang mulai terungkap. Pangeran Will (Matthew Deane) ternyata seorang brengsek, pernikahannya dengan Alice pun dibatalkan sepihak. Sementara itu Haedeth (Peter Corp Dyrendal) kembali untuk membalaskan dendam pada Putri Kate yang mengkhianatinya.

Saat itulah semua kebusukan Putri Kate yang selalu terlihat anggun mulai terbongkar. Pasalnya wanita ini ternyata mengidap gangguan jiwa sejak kecil karena siksaan ibu tirinya Putri Mona. Putri Kate juga merasa bahwa tidak ada yang menyayanginya, itulah kenapa ia menjadi putri yang terlupakan. Bahkan dirinya tersingkir oleh Alice, padahal Kate lebih berhak menjadi Putri Mahkota saat itu.

Plot dan Bagian Aksinya Sangat Seru untuk Dinikmati

Plot dan Bagian Aksinya Sangat Seru untuk Dinikmati

Membuka drama dengan adegan penyelamatan VIP oleh Nadech Kugimiya, saya bisa merasakan tensi yang berbeda dari drama ini. Tidak hanya mengandalkan kisah cinta dari pasangan Urassaya Sperbund dan Nadech Kugimiya saja. Drama ini menambahkan unsur aksi yang cukup seru dengan koreografi yang indah dan menegangkan.

The Crown Princess (2018) memberikan kisah cinta Putri Alice dan Letnan Dawin yang dibalut dalam adegan aksi yang keren. Bahkan adegan aksi ini tidak hanya ditampilkan oleh Nadech saja, hero lain disini tidak lain adalah Urassaya Sperbund. Aktris ini berhasil memberikan penampilan yang sangat baik ketika beradegan berkelahi dan memegang senjata.

Adegan aksinya juga dibuat cukup detail, meski ada efek CGI yang masih terlihat amatir terutama dalam adegan tembak. Tapi hal ini tidak terlalu mempengaruhi suasana dari adegan kejar-kejaran sambil membawa senjata api. Tapi bagi saya adegan yang paling berkesan adalah adegan ketika mereka bergulat dengan tangan kosong.

Koreografinya sangat bagus, gerakan tubuh dari para pemainnya terlihat begitu ringan dan tidak kikuk. Baik Nadech dan Urassaya, keduanya terlihat lihai dalam beradegan di bagian aksi. Beralih ke plot drama, saya suka karena penulis tidak fokus memberikan plot twist yang tidak berguna. Hanya ada beberapa plot twist dan hal ini ditampilkan dalam saat-saat krusial.

Dimana penonton mulai merasa lega, tiba-tiba saja hal buruk terjadi dan membuat suasana jadi mencekam lagi. Contohnya kasus penculikan Putri Alice, bom mobil Pangeran Andre dan Putri Mona, hingga kembalinya Haedeth untuk membunuh Putri Kate. Plotnya juga cukup rapi, meski saya merasa bagian Putri Alice menyamar jadi Naree mungkin bisa ditiadakan saja.

Baca juga:

Karena plot dibagian itu terlalu bertele-tele, tapi memang penting untuk menunjukkan kepribadian Putri Alice yang keras kepala dan Dawin yang reasonable. Karena jujur saja saya agak sedih karena kematian Pangeran Andre dan Mona terlalu mudah, tidak ada drama. Padahal mereka adalah antagonis pertama di sini, tapi makin lama makin melempem saja.

Akting Sara Legge yang Sangat Brilian

Akting Sara Legge yang Sangat Brilian

Memerankan karakter Putri Kate, Sara Legge memberikan saya impressi yang sangat luar biasa. Karena di bagian terakhir drama ini, saya justru mulai jatuh cinta dengan karakternya. Saya sangat terpukau dengan kemampuan akting dan pembawaan dirinya yang membuat saya ikut frustasi. Saya pikir Sara Legge berhak untuk disebut sebagai salah satu daya tarik drama The Crown Princess (2018).

Seperti perkataan dalam scene terakhir, bahwa ia merasa seperti putri yang terlupakan. Sepanjang drama ini di tayangkan, saya bisa merasakan karakter putri yang terlupakan ini. Putri Kate sebenarnya adalah wanita yang sangat anggun dan lemah lembut. Sayangnya perlakuan dari orang-orang sekitarnya memang membuatnya berada dalam tekanan.

Mendapatkan ibu tiri yang cukup kejam, memiliki adik yang semena-mena dan ayah yang tidak pernah membelanya. Kehidupan Putri Kate hanya dijadikan sebagai pion untuk diperintah oleh ibu tirinya Putri Mona dan Ayahnya Pangeran Andre. Sementara adiknya Pangeran Alan selalu saja menjadikan kakaknya sebagai orang tidak berguna dan harus melayaninya sebagai anak laki-laki satu-satunya.

Pangeran Alan mengatakan bahwa Putri Kate sebenarnya mengalami gangguan jiwa, dimana ia menjadi sangat sensitif dan kesulitan mengatur emosi. Hal ini terlihat jelas di paruh kedua drama, dimana Putri Kate yang kecewa karena Putri Alice masih hidup benar-benar hilang kendali. Ia menunjukkan sisi ini tepat di hadapan Haedeth, mantan pengawal yang ia jadikan alat untuk membunuh sepupunya.

Emosi yang diperlihatkan Sara Legge selaras dengan body language dan sorot matanya yang penuh amarah. Jika Urassaya Sperbund memiliki sorot mata yang kuat, maka Sara Legge memiliki sorot mata penuh kesedihan, dendam dan ambisi. Kegilaan ini diperlihatkan dengan akting yang sangat mumpuni, sehingga scene akhirnya di drama ini sangat luar biasa.

Tangisan dan intonasi suaranya benar-benar bisa membawa penonton masuk dalam rasa sakit yang dideritanya. Berkat aktingnya yang sangat brilian, Sara Legge berhasil membawa pulang kategori Best Supporting Role di TV Gold Awards 2019.

The Crown Princess Sukses hingga Mancanegara

Crown Princess Sukses hingga Mancanegara

Mendapatkan animo yang sangat tinggi, wajah jika The Crown Princess (2018) masuk dalam jajaran film populer di Thailand. Bahkan episode terakhirnya mendapatkan rating yang sangat tinggi, karena hipnotis dari akting para pemerannya. Bahkan saya sendiri menyukai ending dari drama ini, baik itu diakhiri dengan kematian Putri Kate saja atau diberikan kelanjutan mengenai hubungan Putri Alice dan Dawin.

Drama ini memiliki ending yang terasa sangat pantas untuk para penonton, begitu juga saya. Kesuksesan The Crown Princess (2018) akhirnya membuat drama ini dikenal hingga mancanegara. Pada tahun 2019 hingga tahun 2020, drama ini berhasil di tayangkan di GMA Network Filipina. Selain itu stasiun HTV2 dari Vietnam juga menayangkan drama ini pada September tahun 2019.

Bahkan drama ini bisa kamu temukan dan saksikan di Netflix, jadi penontonnya jelas dari mancanegara. Selain itu hal yang membuat semua penggemar begitu menyukai drama ini karena pasangan Nadech Kugimiya dan Urassaya Sperbund memang pasangan di kehidupan nyata, sehingga melihat kemistri keduanya yang begitu baik, bukan menjadi hal yang mengherankan lagi.   

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *