Sinopsis & Review Film Saina, Legenda Bulutangkis India

Bulutangkis adalah olahraga yang sangat populer, bagi para pencinta bulutangkis pasti tidak asing lagi dengan nama Saina Nehwal. Pemain bulutangkis kelahiran Haryana, India ini berhasil menjadi pemain tunggal putri no.1 di dunia. Kesuksesan Saina Nehwal dalam bermain bulutangkis akhirnya diangkat dalam sebuah film biografi berjudul Saina (2021).

Film yang akan membawa kita pada kehidupan seorang Saina Nehwal ini disutradarai oleh Amole Gupte dan sesuai arahan dari Saina sendiri. Film ini cukup sukses di kalangan para penonton India dan pencinta bulutangkis di dunia. Dalam Rotten Tomatoes film ini mendapatkan rating 60% dari 10 review dan 4.3/10 dalam IMDb.

Lalu bagaimana kisah dari seorang “Born to be Indian Badminton Legend” ini? jawabannya bisa kamu temukan dibawah ini. 

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Biographical, Sport, Drama
  • Sutradara: Amole Gupte
  • Pemeran: Parineeti Chopra, Manav Kaul, Esha Naqvi, Meghna Malik, Subhrajyoti Barat, Ankur Vikal
  • Produksi: T-Series Films, Front Foot Pictures

Saina Nehwal (Parineeti Chopra) sedang berada di titik tertingginya ia melakukan sebuah interview yang menjelaskan mengenai kecintaan pada bulutangkis. Saina mengatakan bahwa sejak dalam kandungan dirinya sudah bermain bulutangkis bersama ibunya. Usha Rani Nehwal (Meghna Malik) adalah seorang wanita keturunan jat yang menyukai bermain bulutangkis meski sedang mengandung.

Wanita ini mengatakan “seorang wanita jat tidak akan berhenti sampai ia menang” itulah yang dikatakannya. Hal ini menjadi gen yang berada dalam tubuh Saina kecil, dimana gadis ini begitu berbakat dalam bermain bulutangkis. Tak hanya itu, kecerdikan Usha Rani Nehwal berhasil membuat putrinya diterima untuk berlatih di sebuah klub bulutangkis di Hyderabad.

Berhasil menarik perhatian seorang pelatih, Saina kecil memberikan segalanya untuk bisa meningkatkan skillnya. Hal ini berbuah manis ketika Saina dibawa untuk bermain dalam tingkat distrik dan memenangkan empat kemenangan sekaligus. Berada di atas angin Saina menemukan batu yang mengganjal jalannya, kalah untuk pertama kalinya dan mendapat tamparan keras dari ibunya.

Kesal dengan apa yang dilakukan ibunya, kini sang ayah Harvir Singh Nehwal (Subhrajyoti Barat) yang mendukungnya. Saina akhirnya mulai menapaki jalannya menuju pertandingan yang lebih besar setelah ia bergabung dengan klub bulutangkis Rajan. Berkat bantuan Pelatih savadhamaan Raja, Saina menapaki banyak kesuksesan dalam permainan kelas dewasa.

Sayangnya kerjasama keduanya tidak berjalan dengan lancar, Saina tetap seperti remaja kebanyakan. Karir Saina terhalang dengan dirinya yang mulai berkencan dengan Kasyap, ia juga mulai terlena dengan tawaran iklan dan endorsement. Hal ini membuat Saina lalai dengan latihan yang seharusnya dilakukan, dari sinilah kemunduran karirnya dan cedera.

Rajan mengingatkan Saina point penting yang diterapkan di klubnya, ia membutuhkan juara bukan seseorang yang ingin menjadi bintang iklan atau uang. Saina sadar bahwa dirinya harus mengambil keputusan, dengan berat hati ia memutuskan untuk keluar dari klub Rajan. Kebangkitan Saina datang ketika ia melihat ada begitu banyak anak yang menjadikannya sebagai role model.

Bersama pelatih Jeewan Kumar, Saina kembali kelapangan hingga ia berhadapan dengan seorang pemain terhebat kala itu. Pertarungan dramatis terjadi, ketika Saina harus berjuang dalam dengan tiga game yang sangat ketat. Pertarungan mental, skill, kecepatan dan ketahanan terjadi, saat itu ia mengingat perjuangan dan mimpi-mimpinya sejak kecil. Saina berhasil mendapatkan kemenangan dan namanya kembali di elu-elukan.   

Film Inspiratif yang Bisa Menaikkan Semangat Menggapai Cita-Cita

Film Inspiratif yang Bisa Menaikkan Semangat Menggapai Cita-Cita

Mengawali film dengan puncak kejayaan seorang legenda bulutangkis India, Siana (2021) membawa kita masuk ke kehidupan seorang Saina Nehwal. Film ini memperlihatkan dengan sangat baik, bagaimana seorang anak digembleng untuk menjadi seorang legenda bulutangkis India. Mulai dari kelahiran hingga berbagai fase-fase masa muda Saina, ini semua adalah drama intrinsik.  

Tak hanya itu plot dari film ini memang disusun dengan sangat baik, sehingga penonton bisa terlena dan merasakan apa yang dirasakan oleh Saina Nehwal. Mengubah persneling untuk melihat jiwa dari seorang wanita yang mendobrak banyak premis yang mengekang para wanita. Dimana Nehwal memiliki pertarungan psikologis dengan dirinya sendiri untuk mencapai impiannya.

Setelah menonton film ini saya mengerti bahwa untuk mendapatkan kesuksesan besar, selalu ada yang namanya pengorbanan. Saina mengorbankan masa mudanya demi menggapai cita-cita dan impian yang selama ini ia inginkan, yaitu menjadi pemain no.1 dunia. Tidak mudah untuk seorang remaja merelakan masa-masa mengenal cinta, hingga merelakan popularitas yang tinggi.

Saina Nehwal bukanlah orang yang sempurna, gadis ini pernah salah jalan yang membuatnya menerima banyak hal buruk. Tapi masa-masa sulit ini tidak membuatnya terpuruk begitu saja, Saina berusaha mengembalikan semangat dan fokusnya. Hal ini terbukti dapat mengebalikan dirinya kepuncak sebagai pemain bulutangkis terhebat di India yang berhasil menjadi no. 1 di dunia.

Peran Keluarga Sangat Penting dalam Prestasi Saina

Peran Keluarga Sangat Penting Dalam Prestasi Saina_

Belakangan ini kita sedang dilanda demam Olimpiade Tokyo 2020, dimana prestasi para atlet menjadi tumpuan untuk mendapatkan banyak medali emas. Dari sini saya mengingat perkataan para atlet bahwa “kesulitan yang paling menyiksa adalah ketika orang tua tidak mendukung karirnya”. Saya pernah menonton interview atlet-atlet Indonesia yang berprestasi di Olimpiade Tokyo 2020 di salah satu TV Nasional.

Dalam film Saina (2021) saya akhirnya bisa mengetahui bahwa kutipan di atas memang benar. Saina Nehwal mungkin tidak akan menjadi pebulutangkis nomor 1 dunia dan dikenal seperti sekarang. Semua ini berkat dukungan dari kedua orang tuanya, Usha Rani Nehwal da Dr. Harvir Singh Nehwal. Karena di film ini kita di perlihatkan bagaimana kedua orang tua Saina saling bahu membahu mendukung putrinya.

Baca juga:

Usha rani Nehwal terlihat seperti harimau yang memiliki ambisi dan obsesi menjadi seorang juara. Sementara Harvir Singh Nehwal adalah seekor merak yang lebih halus dan mengayomi putrinya. Keduanya menjadi orang yang sangat mendukung seluruh kebutuhan penunjang karir Saina. Keduanya juga ikut membantu meneliti dan menelaah permainan Saina maupun calon lawannya bersama-sama.

Karena bagaimana kerasnya orang tuanya, mereka adalah tempat paling nyaman baginya. Kedua orang ini adalah sumber kekuatan bagi Saina, seluruh keberhasilannya hanya untuk orang tuanya.

Biopic yang Cukup Megah Tapi Tidak Luput dari Kekurangan

Biopic yang Cukup Megah Tapi Tidak Luput dari Kekurangan

Setelah berbicara mengenai pesan yang tersirat dari film Saina (2021), kali ini kita akan membahas mengenai pembuatan filmnya. Film ini memang menjadi salah satu film yang ditunggu-tunggu, pasalnya Saina Nehwal sendiri yang mengamati pembuatan film ini sejak tahun 2017. Uniknya pemeran utama film ini asalnya Shraddha Kapoor, namun ia mundur di tengah syuting karena alasan kesehatan.

Akhirnya Parineeti Chopra dipilih untuk memerankan karakter Saina Nehwal dalam biopic ini. Tak main-main Chopra melakukan latihan bulutangkis dan karakteristik Saina Nehwal di lapangan. Hal yang paling saya kagumi, Chopra didandani untuk memiliki tahi lalat yang sama dengan Saina Nehwal. Dalam aktingnya saya akui Chopra selalu all out, tapi tetap saja terasa kurang.

Chopra berhasil menggambarkan karakter Saina yang ambisius dan berapi-api ketika berada di lapangan. Namun keanggunan yang terpancar dari Saina Nehwal di lapangan, saya pikir tidak terlihat sama sekali. Justru saya merasa Naishaa Kaur Bhatoye yang memerankan Saina kecil sangat mirip dengan Saina asli. Meski begitu Chopra tidak terlalu buruk, setidaknya untuk setiap tahapan emosi yang terjadi dia bisa menggambarkannya cukup baik.

Saya juga kagum dengan detail-detail yang ada, pasalnya disini kita bisa melihat proses pembentukan seorang pemain bulutangkis yang handal. Gerakan kaki, proses meningkatkan stamina, proses meningkatkan kecepatan hingga penguatan mental bagi para calon juara. Semuanya diperlihatkan meski dalam plot yang cepat, tapi tetap saja seperti kebanyak film Bollywood yang mengandalkan melodrama.

Mereka banyak menyorot lawan Saina yang saya yakini memang pemain bulutangkis asli, dibanding Chopra sebagai Saina. Saya tahu sulit untuk meniru kekuatan pukulan dan kegesitan Saina, tapi hal ini mengurangi nerve yang harusnya jadi ujung tombak di film ini. Sutradara dan penulis juga sangat mengandalkan naik turun tempo emosional.

Setidaknya sinematografi dan ketepatan editing dibagian duel lapangan, saya akui sangat baik. Tidak terasa canggung, malah menularkan spirit dari pertandingan tersebut. Meski begitu saya lebih menyukai jika lebih banyak adegan dalam lapangan dibanding adegan di luar lapangan. Karena drama di dalam lapangan justru lebih menarik dan inspiratif bagi para pemain bulutangkis muda.

Saina (2021) merupakan film yang dijadikan tribute untuk legenda bulutangkis India Saina Nehwal. Film ini bisa menaikkan semangat bagi atlet muda dan menyadarkan orang tua mereka. Komitmen utama untuk menjadi juara adalah pengorbanan dari para pemain dan orangtua.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *