Sinopsis dan Review Game Sanaeha, Permainan Cinta Penuh Emosi

Cinta dapat membuat hidup lebih bahagia, tapi terkadang cinta juga bisa membuat hidup terasa sebagai siksaan. Hal inilah yang dirasakan oleh Taew Natapohn dan James Jirayu yang harus merasakan sulitnya cinta dalam kehidupan mereka. Karena cinta yang mereka miliki justru membuat pasangan masing-masing berada dalam tekanan dan penderitaan.

Game Sanaeha (2018) merupakan adaptasi dari novel berjudul “Buang Sanaeha” karya Arita. Adaptasi novel romcom ini memang berhasil membuat banyak penonton ikut hanyut dalam ceritanya. Drama ini memiliki alur yang rapi dengan konflik yang bikin suasana makin menegangkan.

Apakah cinta antara Taew Natapohn dan James Jirayu akan tetap bertahan? Jawabannya bisa kamu dapatkan dibawah ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Romance, Comedy, Drama, Family
  • Produksi:
  • Sutradara: Chudapa Chantakett
  • Pemain: James Jirayu, Taew Natapohn
  • Jumlah Episode: 14 Episode

Kembalinya Muanchanok (Taew Natapohn) dari sekolahnya di luar negeri, gadis ini harus menerima kabar buruk. Setelah menyiapkan makan malam bersama kedua orang tuanya, Nok justru dikejutkan dengan perceraian kedua orang tuanya. Tak terima dengan kenyataan ini, Nok berusaha mencari tahu penyebab keretakan keluarganya.

Hingga ia mengira Lakkhanai (James Jirayu) sebagai selingkuhan ibunya, tapi dari sinilah keduanya bisa jadi lebih dekat. Hubungan Nok dan Nai memang tidak baik, bahkan sejak usia mereka masih kecil mereka memang tidak akur. Semua ini bermula dari nenek Nok yang sangat membenci Nai, karena pria itu adalah anak dari wanita yang paling dibencinya.

Ibu Nai adalah anak angkat dari Nenek Nok, sayangnya ketika masih muda ibu Nai memilih kabur dengan pria yang dicintainya. Sangat sakit hati, nenek Nok akhirnya melampiaskan semuanya pada Nai dengan berbagai macam hinaan. Dari hidupnya yang sulit, Nai tumbuh menjadi pria yang tenang, pintar dan sangat bijaksana.

Kembali ke kehidupan Nok, satu-satunya hal yang paling mengganggunya adalah hubungan ayahnya dengan selebriti bernama Khae. Nok benar-benar tidak rela jika ayahnya berakhir di tangan Khae, apalagi setelah tahu wanita itu mantan pacar Nai. Usaha Nok untuk memisahkan ayahnya dengan Khae justru membuatnya berakhir dengan Nai.

Karena skandal yang menimpanya, Nok terpaksa menerima untuk menikah dengan Nai. Hubungan ini pada awalnya cukup indah, Nai secara terbuka mengatakan bahwa ia mencintai Nok. Sementara Nok hanya menikmati semuanya, tapi wanita ini tidak pernah mengakui perasaanya. Hingga hubungan cinta ini justru menjadi kisah cinta yang saling menyakiti satu sama lain.

Kebaikan Nai menolong Khae dan ayah mertuanya membuat Nok merasa di khianati. Wanita ini sangat marah hingga menyembunyikan kehamilannya, sejak saat itu Nok dan Nai makin memanas. Ucapan Nok yang penuh emosi soal tidak ingin memiliki anak, membuat Nai mengingat masa lalunya. Menjadi anak yang tidak di inginkan, Nai tidak rela jika anaknya merasakan hal yang sama sepertinya.

Dalam keadaan emosi Nai dan Nok membuat perjanjian bercerai, dimana Nai akan mendapatkan anak mereka. Sebagai gantinya, Nok meminta Nai menyerahkan segalanya padanya dan pergi dari kehidupannya. Mereka bersandiwara selayaknya pasangan bahagia, padahal mereka saling menyakiti karena emosi dan keegoisan.

Nok tidak ingin semuanya terjadi, tapi karena kesombongan dan kesembronoannya ia kehilangan keluarganya. Kesalahpahaman yang berlarut, membuat Nok kehilangan putra dan suami yang dicintainya. Setelah satu bulan berpisah, Nok akhirnya mengakui bahwa dirinya tidak bisa hidup tanpa kehadiran putranya.

Semua perilaku keras dan penolakan pada anaknya, dilakukan karena Nok takut tidak bisa berpisah dengan sang putra. Nok berusaha meminta maaf, ia berjuang untuk mendapatkan kepercayaan Nai untuk menjadi istri dan ibu yang baik.

Kisah Cinta yang Penuh Gejolak Diceritakan dengan Baik

Kisah Cinta yang Penuh Gejolak Diceritakan dengan Baik

Terdiri dari 14 episode, Game Sanaeha (2018) memberikan kita tontonan yang sangat menyenangkan. Pasalnya drama ini memiliki cerita yang membuat penonton ikut terseok-seok dengan plotnya. Ada momen bahagia, momen sedih hingga momen yang bikin greget saat menonton. Semua perasaan itu tersaji dengan sangat baik dan ditambahkan sentuhan komedi didalamnya.

Bagi saya Game Sanaeha (2018) memiliki plot yang sangat fokus dengan premis yang di angkat. Benci jadi cinta dalam drama ini disajikan dengan alur yang naik turun dan penuh emosi. Dramanya bikin orang-orang ikut terhanyut dengan kisah cinta menyedihkan dari Nai. Belum lagi background pria yang baik hati ini sangat menyedihkan, di tolak oleh ibu dan neneknya.

Sementara Nok yang hidup dengan segala kelebihannya, justru tidak pernah puas dengan segalanya. Wanita yang berwatak keras ini hanya mementingkan pandangannya sendiri akan berbagai hal. Menjadi wanita yang tidak mudah menyerah itu bagus, tapi buta akan realita itu tidak bagus. Pasalnya Nok tidak bisa melihat bahwa kedua orang tuanya bahagia meski pernikahan mereka gagal.

Memang segala sumber masalah bermuara pada Nok, di perparah dengan pengaruh neneknya yang sama-sama emosional. Jadinya Game Sanaeha ini benar-benar drama yang menyiksa untuk Nai, yang cintanya justru membuatnya hidup dalam penderitaan. Untungnya semua ini dibuat dengan cerita yang jelas dan gamblang, sehingga tidak ada plot hole.

Baca juga:

Semua permasalahan dalam hidup Nai dan Nok memiliki alasan dan latar belakang yang jelas. Kisah pelengkap lainnya juga tidak membuat kisah utamanya terlihat lemah. Saya sangat menikmati kehidupan complicated dalam pernikahan Nok dan Nai. Rasa iri, kecemburuan, penghianatan hingga balas dendam, semuanya tersaji dengan baik.

Perpisahan Tidak Selalu Buruk dan Kebersamaan yang Menyakitkan

Perpisahan Tidak Selalu Buruk dan Kebersamaan yang Menyakitkan

Bukan hal yang aneh lagi jika pernikahan tidak selalu berjalan baik, terkadang perceraian adalah jalan terbaik. Saya sendiri awalnya menganggap hal ini hanya omong kosong, tapi setelah menonton drama ini saya memahami arti dari kalimat tadi. Game Sanaeha (2018) memberikan penjelasan bahwa pasangan yang rukun tidak berarti bisa hidup bersama-sama.

Thawat dan Visaka sebenarnya memiliki hubungan yang sangat baik, tapi hal inilah yang membuat mereka memilih untuk berpisah. Karena mereka merasa bahwa hubungan keduanya tidak cocok untuk pernikahan, tapi persahabatan. Mungkin kamu berpikir, bukannya hubungan sahabat itu akan membuat pernikahan jadi lebih mudah? Nyatanya ada hubungan persahabatan yang tidak bisa bekerja dalam pernikahan, salah satunya hubungan Thawat dan Visaka.

Di sisi lain hubungan percintaan antara Nok dan Nai justru membuat kehidupan mereka makin menderita. Cinta keduanya malah memberikan luka, karena emosi dan keegoisan Nok dengan pemikiran idealisnya. Sementara cinta Nai yang tidak ada batasnya membuat dirinya terlihat seperti bucin yang buta, jadinya hanya mengikuti semua permintaan Nok.

Dari sini saya merasa bahwa ada banyak tipe cinta dan hubungan, ada cinta yang akan membuat rumah tangga bahagia. Ada juga cinta yang justru membuat hidup dua orang terasa menyakitkan, perasaan ini hanya bisa dirasa oleh mereka yang menjalaninya. Orang yang hanya melihat tidak akan tahu, karena cinta itu hal yang misterius.  

Pentingnya Menjaga Emosi dan Berpikir Jernih

Pentingnya Menjaga Emosi dan Berpikir Jernih

Kisah cinta Nok dan Nai membuat saya sadar bahwa berpikir jernih adalah hal yang sangat penting. Saya tahu bahwa ketika manusia sedang dalam keadaan emosi, segala hal bisa saja lepas dari kontrol. Ketika hal ini terjadi, akan ada banyak sekali hal yang yang pada akhirnya akan sangat merugikan. Ketika kerugian ini terjadi, akan sulit sekali untuk memperbaiki semuanya.

Itulah kenapa menjaga emosi sangat penting untuk kelangsungan hubungan, terutama rumah tangga. Mengungkapkan perasaan itu tidak salah, tapi harus dalam keadaan kepala dingin dan menekan temper. Membicarakan semuanya dengan kepala dingin, menjadi kunci utama sehatnya sebuah hubungan. Hubungan Nok dan Nai menjadi tidak sehat karena Nok memang memiliki emosi yang meledak-ledak.

Sementara Nai yang bisa dikatakan bucin juga tidak bisa membantu, karena bagi saya dia kurang rasional. Saya paham cara seseorang untuk mencintai itu berbeda-beda, tapi pemikiran yang rasional juga sangat penting. Bagi saya Game Sanaeha (2018) memberikan saya pelajaran yang sangat penting, terutama dalam pengendalian emosi dan berpikir rasional.

Saya bisa menerima kenapa Thawat dan Visaka memilih untuk bercerai, karena mereka memang lebih bahagia untuk berpisah. Pemikiran ini bukan pemikiran yang emosional, inilah pemikiran rasional dari dua orang yang berpikiran jernih. Mungkin drama ini bisa menjadi sebuah tontonan berharga bagi pasangan muda, untuk tidak mudah terbawa emosi dan berusaha untuk saling memahami.

Drama yang menceritakan kehidupan pernikahan ini memang sangat seru untuk diikuti. Pasalnya drama ini memberikan pandangan akan rumah tangga yang ideal, cinta dan emosi. Jadi sangat cocok juga untuk disaksikan oleh pasangan muda agar terhindar dari kesalahpahaman.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *