Protokol kesehatan dan penurunan kasus positif

Sumatera Selatan (ANTARA) – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi ketaatan warga dalam menerapkan protokol kesehatan (memakai masker, mencuci tangan, tidak berkerumun) setelah melihat skala kasus positif COVID-19 di daerah itu turun signifikan beberapa pekan terakhir.

“Saya mengapresiasi ketaatan warga terapkan protokol kesehatan yang sudah menjadi kebiasaan warga, mudah-mudahan saja terus begini,” kata dia di Palembang, Kamis.

Selain itu dia juga mengucapkan terimakasih atas kepaduan satuan tugas COVID-19 yang terdiri dari unsur pemerintah, tenaga kesehatan, TNI-Polri dan relawan setiap kabupaten kota yang sudah berdedikasi tinggi mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan itu.

Termasuk juga pelaksanaan vaksinasi yang meskipun penuh keterbatasan sudah terlaksana dengan baik.

“Ini semua (membaiknya kondisi COVID-19) berkat kepaduan semua sektor sehingga sosial-ekonomi bisa berjalan menuju normal kembali,” ujarnya lagi.

Skala penyebaran kasus COVID-19 di Sumatera Selatan mengalami penurunan yang signifikan terhitung selama Agustus sampai September ini.

Berdasarkan peta penyebaran COVID-19 Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, saat ini kasus konfirmasi positif COVID-19 per Rabu (8/9) ada 67 kasus sehingga secara total menjadi 58.630 kasus. Jumlah tersebut jauh lebih baik dibandingkan Juli sampai awal Agustus yang rata-rata 1.000 sampai 1.800 per hari.

Baca juga: Kapolda Sumsel ingatkan personel tetap waspadai COVID-19

Kasus sembuh bertambah

Kasus sembuh bertambah 650 orang dengan kumulatif 54.257, meninggal dunia 10 dengan kumulatif 2.964 kasus.

Semua 17 kabupaten/kota Sumatera Selatan berada dalam zona kuning atau penyebaran rendah dan saat ini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berada di level tiga dan dua.

Kabupaten Musi Banyuasin (2.896 kasus konfirmasi positif, sembuh 2.687 kasus, dan meninggal 138 kasus), Lahat (2.444 kasus konfirmasi positif, sembuh 2.297 kasus, dan meninggal 128 kasus), Banyuasin (3.076 kasus konfirmasi positif, sembuh 2.869 kasus, dan meninggal 151 kasus).

Kabupaten Ogan Komering Ulu (798 kasus konfirmasi positif, sembuh 647 kasus, dan meninggal 94 kasus), Musi Rawas Utara (782 kasus konfirmasi positif, sembuh 51 kasus, dan meninggal 729 kasus), Ogan Komering Ulu Selatan (662 kasus konfirmasi positif, sembuh 551 kasus, dan meninggal 81 kasus).

Lalu, Kabupate  Empat Lawang (305 kasus konfirmasi positif, sembuh 32 kasus, dan meninggal 225 kasus), Musi Rawas (2.404 kasus konfirmasi positif, sembuh 84 kasus, dan meninggal 84 kasus), Ogan Ilir (1.222 kasus konfirmasi positif, sembuh 83 kasus, dan meninggal 1.064 kasus).

Kota Pagaralam (716 kasus konfirmasi positif, sembuh 654 kasus, dan meninggal 44 kasus), Lubuklinggau (3.027 kasus konfirmasi positif, sembuh 2.898 kasus, dan meninggal 79 kasus).

Kota Palembang (29.794 kasus konfirmasi positif, sembuh 27.521 kasus, dan meninggal 1.131 kasus), Ogan Komering Ilir (755 kasus konfirmasi positif, sembuh 89 kasus, dan meninggal 596 kasus).

Muara Enim (3769 kasus konfirmasi positif, sembuh 4.424 kasus, dan meninggal 228 kasus), Kota Prabumulih (2.210 kasus konfirmasi positif, sembuh 1.943 kasus, dan meninggal 178 kasus).

Ogan Komering Ulu Timur (2.446 kasus konfirmasi positif, sembuh 2.117 kasus, dan meninggal 247 kasus), Penukal Abab Lematang Ilir (793 kasus konfirmasi positif, sembuh 706 kasus, dan meninggal 78 kasus).

Baca juga: Wisma atlet palembang rawat 83 kasus positif COVID-19

Penurunan BOR

“Juga tercatat penurunan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) kumulatif dari 57 Rumah Sakit se Sumatera Selatan saat ini hanya 12 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty Nurainy.

Rincian keterisian tempat tidur ICU COVID-19 diantaranya 11 persen dari 198 tempat tidur yang di sediakan terisi 43 dan keterisian tempat tidur isolasi COVID-19 22 persen dari 2.522 yang disediakan.

“Meski melandai, kami tetap berharap masyarakat dan semua pihak terkait tetap memaksimalkan protokol kesehatan,” pintanya.

Adapun capaian masyarakat yang tervaksinasi COVID-19 di Sumatera Selatan secara fluktuatif meningkat berdasarkan kalkulasi oleh Pemerintah Provinsi ini per harinya tembus 45.341 ribu orang.

Menurut Lesty, mempercepat vaksinasi menjadi prioritas saat ini sehingga penyelenggaraan vaksinasi tetap berlangsung setiap harinya di setiap kabupaten/kota.

“Perihal vaksinasi ini terus dikejar bahkan tembus 45.341orang untuk dosis pertama dalam satu hari,” kata dia.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan penambahan dari dari 17 kabupaten kota per Rabu, yang mana dari Kota Palembang ada 15.640 orang, Pagaralam 1.114, Lubuklinggau 649, Prabumulih 1.347, Kabupaten OKU 6.001, OKI 2.158.

Muara Enim 2.649, Lahat 1.737, Musi Rawas 1.391, Musi Banyuasin 3.358, Banyuasin 2.779, OKU Selatan 1.458, OKU Timur 2.301, Ogan Ilir 1.347, Empat Lawang 159, Penukal Abab Lematang Ilir 921, dan Musi Rawas Utara 1.391 orang.

Baca juga: Keterisian ruang ICU COVID-19 RSMH Palembang masih 90 persen

Capaian vaksinasi

Jadi saat ini secara kumulatif vaksinasi tahap pertama mencapai 1.372.334 atau 21,77 persen.

Namun, peningkatan untuk vaksinasi kedua belum terjadi signifikan sebab saat ini dengan ketersediaan vaksin yang terbatas masih diprioritaskan masyarakat mendapatkan vaksin dosis pertama.

Jumlah vaksin yang diterima Sumatera Selatan sebanyak 1.628.900 dosis terdiri dari AstraZeneca, Sinovac Biofarm, dan Moderna. Dari jumlah itu sudah didistribusikan secara merata sesuai dengan jumlah kebutuan setiap daerah.

“Berdasarkan arahan Gubernur Sumsel karena vaksin terbatas diselesaikan untuk dosis pertama dulu,” ungkapnya.

Adapun untuk status vaksinasi dosis kedua per Rabu ada penambahan 10.278 orang divaksinasi, jadi secara kumulatif ada 800.225 orang atau 12,70 persen.

Jumlah capaian vaksinasi dosis kedua itu bertambah 4.673 orang bila dibandingkan pada Sabtu (4/9) dengan jumlah kumulatifnya 780.333 atau 12,38 persen.

“Dengan adanya dukungan masyarakat baik secara individu atau kelompok dalam mensukseskan vaksinasi ini, kami optimis kekebalan komunal (herd imunnity) 70 persen tercapai pada awal 2022,” ujarnya.

Sedangkan rincian capaian vaksinasi per Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel yaitu OKU dari target 270.457 yang sudah divaksinasi 47.471 atau 17,55 persen, OKI dari target 587.072 yang sudah divaksinasi 54.721 atau 9.32 persen, Muara Enim dari target 472.679 yang sudah divaksinasi 68.967 atau 14.59 persen.

Kabupaten Lahat dari target 326.246 yang sudah divaksinasi 48.097atau 14.74 persen, Musi Rawas dari target 296.879 yang sudah divaksinasi 38.995 atau 13.13 persen, Musi Banyuasin dari target 462.546 yang sudah divaksinasi 61.319 atau 13.26 persen, Banyuasin dari target 627.959 yang sudah divaksinasi 63.201 atau 10.06 persen.

Kemudian OKU Selatan dari target 308.889 yang sudah divaksinasi 30.227 atau 9.79 persen, OKU Timur dari target 490.934 yang sudah divaksinasi 48.355 atau 9.85 persen, Ogan Ilir dari target 320.630 yang sudah divaksinasi 37.386 atau 11.66 persen, Empat Lawang dari target 257.094 yang sudah divaksinasi 23.107 atau 8.99 persen

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dari target 145.081 yang sudah divaksinasi 21.529 atau 14.84 persen, Muratara dari target 140.210 yang sudah divaksinasi 15.735 atau 11.22 persen, Palembang dari target 1,3 juta yang sudah divaksinasi 356.522 atau 27.35 persen.

Kemudian, Prabumulih dari target 145.026 yang sudah divaksinasi 24.625 atau 16.98 persen, Pagaralam dari target 107.392 yang sudah divaksinasi 17.718 atau 16.50 persen dan Lubuklinggau dari target 174.647 yang sudah divaksinasi 35.832 atau 20.52 persen.*

Baca juga: Sumatera Selatan minta tambahan vaksin COVID-19

Oleh Muhammad Riezko Bima Elko
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *