Produktivitas Tanaman Tebu di Jatim Ditingkatkan untuk Capai Swasembada Gula

Mojokerto: Petrokimia Gresik mendorong peningkatan produktivitas tanaman tebu di Jawa Timur. Ini salah satu langkah untuk mewujudkan swasembada gula. 
 
“Jawa Timur menjadi penopang utama tebu nasional sebagai bahan baku gula,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 September 2021.
 
Dwi mengatakan produktivitas tebu dalam negeri belum mencukupi kebutuhan gula nasional. Ini disebabkan petani tebu belum mengoptimalkan pemanfaatan saprodi dan kawalan teknologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Untuk mengatasinya, Petrokimia Gresik menggelar tanam perdana komoditas tebu Program Makmur. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas MoU kerja sama Program Makmur antara Petrokimia Gresik dengan PTPN X, di mana potensi luasan lahan tebu yang akan dikawal mencapai 31.000 hektare (Ha).
 
Sementara itu, Direktur Utama PTPN X, Tuhu Bangun, menyatakan PTPN Grup mengemban tugas untuk mewujudkan swasembada gula konsumsi di tahun 2024 mencapai 2,4 juta ton. Namun, salah satu tantangan utamanya adalah meningkatkan produktivitas. 
 
“Semoga program ini bisa menjadi role model dan dapat dikembangkan di PTPN yang lain,” ujar Tuhu.
 
Melalui kerja sama ini, Petrokimia Gresik akan menjamin penyediaan pupuk non-subsidi kepada petani binaan. Untuk musim tanam tebu kali ini, pupuk yang diberikan ialah NPK Phonska Plus dan ZA non-subsidi.
 
Selain itu, Petrokimia Gresik akan memberikan kawalan dan analisis uji tanah melalui layanan gratis Mobil Uji Tanah. Dengan begitu, petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.
 
Program Makmur transformasi dari Program Agro Solution yang diinisasi Pupuk Indonesia sejak tahun 2020 dan dirilis kembali oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Program ini mencakup berbagai aspek yang membantu petani dan budidaya pertanian. Mulai pengelolaan budidaya tanaman berkelanjutan, informasi dan pendampingan budidaya pertanian, digital farming, dan mekanisme pertanian. 
 
Program ini juga memberikan akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian serta offtaker atau jaminan pasar bagi petani. Melalui program ini, Petrokimia Gresik menciptakan suatu ekosistem yang dapat membantu petani dari hulu hingga hilir, sehingga proses budidaya maupun pemasaran hasil pertanian tidak terhambat. (Tamam Mubarok)
 

 
*

Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *