Kemenag Susun KMA, Guru Madrasah Swasta Wajib S1

Jakarta:  Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama tengah menyusun pedoman pengangkatan guru madrasah swasta.  Penyusunan ini diharapkan memperhatikan kemanfaatan, kesesuaian dengan regulasi, dan dinamika kemasyarakatan.
 
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Kemenag, Muhammad Zain mengatakan, regulasi ini akan menjadi acuan bagi pengelola madrasah dalam merekrut guru. Menurutnya, kehadiran Keputusan Menteri Agama (KMA) ini akan melengkapi regulasi yang mengatur pengangkatan guru di madrasah yang diselenggarakan masyarakat.
 
“Kemenag sebagai regulator tentunya perlu menyusun pedoman, walaupun pengangkatan guru di madrasah swasta memang merupakan kewenangan pengelola madrasah tersebut,” ujar Zain  dalam siaran pers, Kamis, 9 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Menurut Zain, Kemenag ingin menjamin mutu proses pembelajaran di madrasah. Oleh karena itu, pedoman yang sedang disusun harus berorientasi pada pendidikan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
 
Salah satu item yang diatur dalam KMA tersebut adalah calon guru yang diangkat haruslah berkualifikasi S1.  “Dengan adanya pedoman ini, madrasah diharapkan dapat menjaring guru yang kompeten, profesional, dan berintegritas. Sehingga proses pendidikan di madrasah akan memiliki kualitas yang unggul,” harap Zain.
 
Direktur Jenderal Pendis Muhammad Ali Ramdhani berpesan, agar dalam menyusun pedoman harus memperhatikan kondisi masyarakat. Pedoman ini akan menjadi KMA yang bersifat mengikat.
 
“Oleh sebab itu, jangan sampai menyulitkan kiprah guru madrasah,” kata Ramdhani.
 
Baca juga:  4 Tips Mulus Seleksi Kompetensi PPPK Guru ala Dirjen GTK
 
Dikatakan Ramdhani, guru madrasah sebagai garda terdepan dalam menyiapkan generasi masa depan, tentunya memiliki peran penting. Oleh sebab itu, guru madrasah harus memiliki kompetensi yang unggul, baik dari segi latar belakang pendidikan maupun pemahaman agamanya.
 
“Kita menghendaki guru yang memiliki kualitas akademik yang unggul, meski itu bukan puncak dari tujuan pendidikan madrasah. Sebab, lembaga pendidikan Islam ini memiliki aksentuasi dalam dua hal, sains dan agama,” ujar Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan.
 
(CEU)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *