Badai Ida Usai, Harga Minyak Melonjak 1%

New York: Harga minyak naik lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB). Produsen-produsen di Teluk Meksiko Amerika Serikat (AS) masih berjuang untuk memulihkan operasi sekitar 10 hari setelah Badai Ida ‘mengamuk’ di wilayah tersebut.
 
Melansir Antara, Kamis, 9 September 2021, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November naik 91 sen atau 1,3 persen menjadi USD72,60 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober naik 95 sen atau 1,4 persen menjadi USD69,30 per barel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Produsen-produsen di Teluk masih berjuang untuk memulai kembali operasi setelah Badai Ida menyapu wilayah itu dengan angin kencang dan hujan lebat.
 
Sekitar 77 persen dari produksi Teluk AS masih offline hingga Selasa waktu setempat, atau setara sekitar 1,4 juta barel per hari. Sekitar 17,5 juta barel minyak telah hilang dari produksi sejauh ini.
 
Sumur lepas pantai Teluk memberikan kontribusi sekitar 17 persen dari produksi minyak AS.
 
“Operasi kilang tampaknya membuat pemulihan lebih cepat,” kata analis ING dalam sebuah catatan.
 
ING, mengutip laporan situasi terbaru dari Departemen Energi, kapasitas sekitar satu juta barel per hari ditutup sementara, turun dari puncaknya lebih dari dua juta barel per hari.
 
“Harga minyak terus mendapat dukungan dari pemadaman produksi tinggi yang sedang berlangsung di Teluk Meksiko,” tulis analis energi di Commerzbank Research, Carsten Fritsch dalam sebuah catatan.
 
“Karena bisa memakan waktu beberapa minggu sebelum produksi kembali sepenuhnya normal, pemadaman kumulatif kemungkinan akan menjadi jauh lebih besar,” imbuhnya.
 
Pasar minyak global kemungkinan akan lebih kekurangan pasokan dalam jangka pendek dari yang diperkirakan sebelumnya.
 
Pedagang akan mengamati dengan cermat data persediaan dari kelompok industri American Petroleum Institute yang akan dirilis Rabu malam dan Badan Informasi Energi AS pada Kamis waktu setempat untuk gambaran yang lebih jelas tentang dampak badai pada produksi minyak mentah dan produksi kilang.
 
Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan, rata-rata, bahwa stok minyak mentah turun 3,8 juta barel dalam seminggu hingga 3 September, dan mereka mengantisipasi stok bensin turun 3,6 juta barel dan sulingan turun tiga juta barel.
 
“Kemungkinan hilangnya permintaan penyulingan dan jumlah minyak mentah mungkin sedikit berkurang,” kata Direktur Energi Berjangka di Mizuho, Bob Yawger.
 
EIA mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan produksi minyak mentah AS turun 200 ribu barel per hari menjadi 11,08 juta barel per hari pada 2021. Angka ini menjadi penurunan yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya yang diperkirakan 160 ribu barel per hari.
 
(DEV) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *