Wall Street Cenderung Melemah, Prospek Ekonomi Menurun Akibat Varian Delta

New York: Bursa saham Wall Street bergerak variatif. Indeks Dow Jones Industrial Average turun pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran dampak varian delta virus covid-19 terhadap pembukaan kembali ekonomi.
 
Melansir CNBC International, Rabu, 8 September 2021, Dow Jones turun 269,09 poin menjadi 35.100. Indeks S&P 500 turun 0,3 persen menjadi 4.520,03. Sementara indeks Nasdaq Composite naik kurang dari 0,1 persen menjadi 15.374.33, mencatat rekor penutupan.
 
Goldman Sachs menurunkan prospek ekonominya selama akhir pekan, dengan melihat perkembangan varian delta dan menurunnya stimulus fiskal. Goldman memproyeksikan pertumbuhan tahunan 5,7 persen pada 2021 atau di bawah konsensus 6,2 persen, dan memangkas prospek PDB kuartal keempat menjadi 5,5 persen atau turun dari 6,5 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Hambatan untuk pertumbuhan konsumsi yang kuat ke depan tampak jauh lebih tinggi. Varian delta sudah membebani pertumbuhan pada kuartal 3, serta stimulus fiskal yang memudar dan pemulihan sektor jasa yang lebih lambat akan menjadi hambatan dalam jangka menengah,” tulis Goldman.
 
Indeks S&P 500 turun 0,06 persen selama September, bulan yang secara historis menantang pasar.
 
Dalam perdagangan reguler Jumat, Dow dan S&P 500 turun setelah laporan ketenagakerjaan AS pada Agustus di bawah ekspektasi, menyoroti berlanjutnya kekhawatiran tentang penyebaran covid-19 dan varian delta-nya.
 
Tahun ini, Dow naik sekitar 14,7 persen dan S&P naik 20,3 persen. Nasdaq Composite naik 19,3 persen. Investor dan analis masih mewaspadai koreksi besar pada September.
 
(DEV)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *