Sultan Ungkap Alasan PTM di DIY Belum Bisa Dilakukan

Yogyakarta: Gubernur Derah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, membolehkan rencana pembelajaran tatap muka (PTM). Langkah itu disebut usai kebijakan PPKM turun dari Level 4 ke Level 3.
 
“Kalau sekolah (PTM) nanti kalau sudah memenuhi standar WHO, (positivity rate) 5%,” kata Sri Sultan di Yogyakarta, Selasa, 7 September 2021.
 
Baca: Bangunan Posyandu di Sukabumi Ambruk, 10 Orang Terluka

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Dalam surat Instruksi Menteri Dalam Negeri, PTM di daerah yang menerapkan PPKM Level 3 sudah dibolehkan. Sejumlah hal yang mesti dilakukan seperti ketentuan kapasitas hingga prokol kesehatan.
 
Menurutnya hal penting yang harus sudah terpenuhi yakni capaian vaksinasi siswa dan guru minimal sudah 80%. Ia menyatakan tak berani mengizinkan kegiatan PTM dengan capaian vaksinasi yang rendah karena masih berisiko.
 
“Soalnya kalau nggak, saya khawatir banyak yang positif, saya di-PTUN (digugat) sama bapak ibunya (orang tua siswa), gimana,” jelasnya.
 
Sekretaris Daeeah Pemerintah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan saat ini sudah boleh dilaksanakan PTM dalam batas uji coba. Namun PTM uji coba harus dilaksanakan dengan berbagai ketentuan, termasuk protokol kesehatan dan sudah divaksin.
 
Ia menyatakan DIY belum memenuhi persyaratan karena vaksinasi siswa dan guru belum semua terpenuhi. Ia mengatakan masih ada siswa dan guru belum tervaksin serta tersebar di berbagai daerah.
 
“Misalnya saja vaksinasi, siapa tahu masih ada yang belum divaksinasi 300 orang jangan-jangan dalam satu sekolah,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY ini.
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *