Polisi Duga Ada Unsur Pidana dalam Kebakaran Lapas Tangerang

Jakarta: Polisi selesai mengolah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tangerang, Banten. Polisi menduga ada unsur pidana dalam insiden itu. 
 
“Diduga terjadi tindak pidana,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Tangerang, Rabu, 8 September 2021. 
 
Menurut dia, polisi tengah mengumpulkan alat bukti untuk mencari terduga pelaku. Pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan memeriksa  saksi. 
 
Baca: Pengusutan Kebakaran Lapas Tangerang Harus Transparan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Sebanyak 20 saksi diperiksa di Polres Tangerang Kota. Mereka terdiri dari petugas piket yang menjaga Lapas pada Selasa malam, 7 September 2021, warga sekitar, dan penghuni Blok C2.  
 
“Penyidikan lebih lanjut akan dilakukan kolaborasi antara Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya dengan Polres Tangerang Kota. Kita penyidikan secara bersama,” ujar Tubagus. 
 
Blok C2 Lapas Klas 1 Tangerang terbakar sekitar pukul 01.45 WIB pada Rabu, 8 September 2021. Api berhasil dipadamkan pukul 03.00 WIB. 
 
Sebanyak 41 orang narapidana yang berada di Blok C2 tewas. Sementara itu, delapan lainnya mengalami luka bakar berat dan 73 luka ringan. 
 
Korban tewas dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diidentifikasi. Korban luka bakar dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang. Sebanyak 73 warga binaan luka ringan dirawat di Poliklinik Lapas Klas 1 Tangerang. 
 
Penyebab kebakaran tengah diselidiki. Dugaan sementara, api bersumber dari karena korsleting listrik.
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *