Viral Ibu Cungkil Mata Anak untuk Pesugihan, Begini Nasib Pelaku Pesugihan Menurut Mbah Mijan

Jakarta: Video seorang ibu mencungkil mata anaknya di Gowa, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Aksi keji itu diketahui dilakukan untuk ritual pesugihan.
 
Dalam video berdurasi dua menit 50 detik terlihat tiga orang memegangi tangan dan kaki anak tersebut, sementara seorang perempuan yang diduga ibu korban mencoba mencongkel mata korban sambil berbicara menggunakan bahasa daerah.
 
Para pelaku melakukan aksi keji tersebut diduga mengikuti pesugihan dan berhalusinasi setelah melihat ada sebuah benda di dalam mata anaknya. Pelaku lalu mencungkil bola mata sebelah kanan anaknya menggunakan dua jari.
 
“Video itu direkam oleh saksi di lokasi kemudian dari pihak penyidik juga sudah dimintai keterangan. Ini bukan ritual tetapi dari pelaku itu sedang berhalusinasi diduga karena adanya pengaruh ilmu hitam yang diikuti oleh pelaku melakukan pesugihan,” terang Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachmans.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Video viral itu pun mendapat respons dari paranormal Mbah Mijan. Dalam video terbarunya bersama Mbah Gareng, Mbah Mijan memberi tanggapan terkait aksi yang dilakukan satu keluarga tersebut.
 
Menurutnya, para pelaku sudah sableng alias gila hingga sampai hati mecungkil mata anak yang masih berusia enam tahun gara-gara bisikan ghaib. Dan hal yang dilakukan oleh pelaku ini merupakan kriminalitas.
 
“Sampai hati. Ditambah lagi dengan bersatunya satu keluarga ini, mereka nggak paham bahwa ini adalah tindakan kriminalitas,” jelas Mbah Mijan seperti dilihat Medcom.id di kanal YouTube Mbah Mijan, Selasa, 7 September 2021.
 
Mbah Mijan juga mengungkap nasib orang yang melakukan praktik pesugihan. Menurutnya pelaku pesugihan akan menerima akibatnya baik di dunia dan di akhirat.
 
“Siapapun mereka pelaku pesugihan jasadnya tidak akan diterima bumi. Bahkan arwahnya rohnya mungkin jadi budak di alam sana,” tegas Mbah Mijan.
 
(MBM) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *