NIK Jokowi Diduga Tersebar dari Data Pencapresan

Jakarta: Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penangangan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan nomor induk kependudukan (NIK) Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan bocor berawal dari Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. NIK salah satu data yang dibuka kepada publik.
 
“Karena NIK Presiden tersedia sebagai data calon presiden pada saat pemilihan presiden,” kata Wiku melalui telekonferensi, Selasa, 7 September 2021.
 
Menurut dia, pemerintah tengah membenahi digitalisasi informasi kesehatan. Penguatan sistem data salah satunya dilakukan lewat aplikasi PeduliLindungi. Pasalnya, terdapat kekhawatiran data pribadi publik bocor lewat sistem digital tersebut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Baca: 38,4 Juta Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua
 
“Melalui aplikasi PeduliLindungi, saat ini digunakan parameter yaitu NIK, tanggal lahir, tanggal vaksin, dan jenis vaksin,” ucap Wiku.
 
Wiku menuturkan kekurangan sistem digitalisasi yang ditemukan di lapangan menjadi masukan dan dievaluasi. Dengan begitu, ke depan, sistem digital dapat berkembang menjadi lebih aman.
 
“Selain itu, kolaborasi antar kementerian atau lembaga perlu untuk terus dibangun, sehingga transisi digital menuju satu data ini dapat berjalan dengan efektif,” ujar Wiku.
 
Sebelumnya, warganet mengunggah foto yang menunjukkan surat keterangan vaksinasi covid-19 milik Presiden Jokowi di Twitter. Surat keterangan vaksinasi itu ternyata bisa dilihat melalui PeduliLindungi.
 
Dari unggahan itu, identitas lengkap Jokowi, mulai dari nama, tanggal lahir, hingga NIK, terpampang jelas. Barcode dua dimensi atau quick response code (QR code) juga terlihat tanpa disensor pengunggahnya.
 
Tersebarnya data Kepala Negara itu berasal dari laman Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketua KPU Ilham Saputra mengatakan data NIK digunakan untuk teknis pencalonan presiden pada 2019. 
 
Setiap calon presiden, kala itu, menyetujui data itu dipublikasikan. Saat ini, KPU sudah men-take down informasi NIK Jokowi.
 
“Kita turunkan. Itu sebenarnya bagian dari masyarakat mengenal calonnya ketika Pemilu 2019 lalu,” kata Ilham di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 6 September 2021.
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *