Realisasi Anggaran BPK Capai Rp3,4 Triliun hingga Agustus

Jakarta: Sekretaris Jenderal Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bahtiar Arif mengatakan lembaga tersebut telah menyerap Rp2,10 triliun sampai 23 Agustus 2021. Jumlah itu setara 60,67 persen dari pagu anggaran belanja BPK pada 2021 senilai Rp3,46 triliun.

“Jadi dari anggaran sebesar Rp3,46 triliun, terealisasi Rp2,103 triliun. Atau secara keseluruhan anggaran 2021 ini sudah lebih besar 6,66 persen dari periode yang sama di 2020,” jelas Bahtiar dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin, 6 September 2021.

Untuk program dukungan manajemen, BPK telah merealisasikan anggaran sebesar Rp317,21 miliar atau 47,84 persen dari pagu program senilai Rp663,07 miliar. Sementara itu, untuk program pemeriksaan keuangan negara, anggaran yang telah terealisasi mencapai Rp1,78 triliun atau 63,70 persen dari pagu sebesar Rp2,80 triliun.

Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar menjelaskan realisasi anggaran sejak 2018. Dari total anggaran Rp3,62 triliun, BPK membelanjakan sebesar Rp3,54 triliun atau 97,71 persen. Kemudian 2019, persentase serapan naik jadi 98,21 persen atau terealisasi sebesar Rp3,73 triliun dari total pagu Rp3,79 triliun.

Sedangkan pada 2020, persentase serapan anggaran BPK turun menjadi 95,55 persen dari total anggaran Rp3,59 triliun atau terserap sebesar Rp3,43 triliun.

Menurut Bahtiar, serapan anggaran BPK pada 2020 menurun karena penyebaran pandemi covid-19 yang membuat sejumlah kegiatan dibatalkan atau dilaksanakan secara virtual. Selain itu, terdapat beberapa belanja pegawai yang tidak dibayarkan, seperti tunjangan kinerja dalam komponen tunjangan hari raya dan gaji ke-13.

“Pada 2020 serapan anggaran menurun menjadi 95,55 persen karena penyesuaian aktivitas pandemi covid-19. Banyak aktivitas tidak dapat dilaksanakan, dengan demikian penyerapan anggaran berkurang,” kata Bahtiar.

 
(Des)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *