Kejagung Kejar Aktor Intelektual Lain dalam Kasus ASABRI

Jakarta: Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menyelidiki kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Kejagung memastikan bakal mengembangkan kasus tersebut untuk menyeret semua pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.
 
“Akan terus kita dalami semua pihak yang diduga terlibat,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Supardi di Jakarta, Senin, 6 September 2021.
 
Tim penyidik juga telah memeriksa pihak swasta, Moudy Mangkey, sebagai saksi. Moudy merupakan teman dekat Komisaris Utama PT Trada Alam Minera sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi di ASABRI, Heru Hidayat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Pemeriksaan Moudy ini dinilai penting untuk mendalami aktor intelektual yang belum tersentuh. Bahkan dari pemeriksaan Moudy, penyidik mendapat banyak informasi penting yang diduga akan memengaruhi proses penyidikan atas kasus tindak pidana korupsi di PT ASABRI.
 
“Dia bukan JC (justice collaborator), tapi keterangannya memang harus kita perhatikan,” ujar Supardi.
 
Baca: Kejagung Diminta Proses Hukum Semua Penerima Kekayaan Kasus ASABRI
 
Sementara itu, pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Muzakir mendorong penyidik Kejaksaan Agung terus mendalami para aktor yang menikmati dan terlibat kasus PT ASABRI. Tak hanya pihak yang muncul dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), aktor lain yang lebih besar dalam menjarah dana ASABRI harus dibidik.
 
Muzakir juga meminta penyidik menerapkan pasal penyertaan dengan teknik pengujian satu paket dakwaan. Dengan begitu, tergambar siapa aktor intelektual dalam kasus ASABRI.
 
Menurut dia, tercecernya peran aktor intelektual dalam satu perkara karena penyidik atau JPU memisahkan berkas masing-masing tersangka. “Ketika di persidangan, yang terungkap tersangka dengan peran-peran pinggiran bukan pelaku utama. Karena itu penting menjadikan satu paket dakwaan,” kata Muzakir.
 
Sejumlah aktor yang merupakan emiten diduga terlibat dalam kasus ASABRI. Namun, mereka belum diproses secara hukum.
 
Ada sejumlah emiten yang sahamnya di Asabri bahkan melebihi batas ketentuan di atas 5 persen. Berdasarkan informasi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), persentase jumlah kepemilikan saham mereka terbagi dalam dua kelompok besar.
 
Yakni, kelompok mitra dari Komisaris Utama PT Trada Alam Minera sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi di ASABRI, Heru Hidayat, seperti dalam kepemilikan saham FIRE sebesar 23,6 persen, PCAR 25,14 persen, IIKP 12,32 persen,SMRU 8,11 persen. Para mitra tersebut juga menjual saham mereka secara langsung ke PT ASABRI.
 
Kelompok kedua, yakni para pemilik saham/emiten yang bukan milik Heru atau Benny Tjokro. Seperti saham SDMU sebesar 18 persen, HRTA 6,6 persen, MINA 5,3 persen, TARA 5,03 persen.
 
Sebelumnya, Kejagung sudah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus ASABRI. Antara lain, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo, dan Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi.
 
Sedangkan, tersangka dari internal ASABRI adalah dua mantan Direktur Utama, yakni Adam Rachmat Damiri (2012-2016) dan Sonny Widjaja (2016-2020). Kemudian, Direktur Investasi dan Keuangan 2012-2014 Bachtiar Effendi, Direktur Investasi dan Keuangan periode 2014-2019 Hari Setianto, serta Kepala Divisi Investasi 2012-2016 Ilham Wardhana Bilang Siregar.
 
Sebagian besar tersangka sudah menjalani persidangan. Di tengah proses penyidikan, Kejagung kembali menetapkan satu tersangka, yakni Presiden Direktur PT Rimo International Lestari Teddy Tjokrosaputro. Teddy merupakan adik dari Benny Tjokrosaputro yang ditetapkan sebagai tersangka lebih dulu.
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *