Gedung Putih Bertekad Pulangkan Warga AS yang Masih Ada di Afghanistan

Washington: Gedung Putih kembali menekankan bahwa pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Joe Biden akan mencari cara untuk memulangkan sisa warga AS dari Afghanistan jika memang mereka ingin pergi. Namun seorang tokoh Partai Republik mengklaim bahwa kelompok Taliban menghalangi akses menuju bandara internasional di kota Kabul.
 
Kepala Staf Gedung Putih Ron Klain mengatakan dalam program “State of the Union” media CNN bahwa Washington meyakini ada “sekitar 100” warga AS tersisa di Afghanistan. Jika beberapa dari mereka, atau semuanya, ingin pulang dari Afghanistan, maka AS akan mengupayakannya.
 
“Kami akan mencari cara untuk mengeluarkan mereka jika mereka memang ingin pergi,” ucap Klain, dilansir dari laman Voice of America, Minggu, 5 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Pemulangan warga AS dari Afghanistan saat ini kemungkinan bisa dilakukan karena rute penerbangan dari Kabul menuju Qatar sudah kembali dibuka.
 
Baca:  Bandara Kabul Sudah Bisa Beroperasi untuk Terima Bantuan Kemanusiaan
 
Klain mengatakan, upaya pemulangan ini juga meliputi warga lokal yang selama ini telah membantu misi diplomatik Negeri Paman Sam di Afghanistan.
 
Keterangan berbeda disampaikan Michael McCaul dari Republik. Dalam program “Fox News Sunday,” ia meyakini masih ada “ratusan warga AS” yang ditinggalkan di Afghanistan. Ia mengatakan tidak ada satu pun warga AS yang dipulangkan dari Afghanistan terhitung sejak 31 Agustus.
 
“Taliban menyodorkan beberapa permintaan, tidak mengizinkan adanya pesawat yang pergi (dari Kabul),” sebut McCaul.
 
Ia mengklaim Taliban menginginkan imbalan terkait proses pemulangan ini, yakni pengakuan penuh AS atas kekuasaan mereka di pemerintahan Afghanistan.
 
“Mereka ini bukan Taliban yang baru dan telah berubah,” tutur McCaul, merujuk pada era kekuasaan grup tersebut pada periode 1996-2001.
 
Sejak merebut ibu kota Kabul pada 15 Agustus, Taliban berjanji akan berubah ke haluan moderat dan membentuk pemerintahan inklusif. Pekan kemarin, Taliban mengklaim telah mengantongi sejumlah nama pejabat dari semua elemen masyarakat Afghanistan yang nantinya akan duduk di pemerintahan baru.
 
(WIL)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *