Elektabilitas Sandiaga Uno Disebut Semakin Kuat Tanpa Baliho

Jakarta: Ramainya pemasangan baliho beberapa calon yang akan maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menjadi diskursus di tengah masyarakat. Namun, langkah Sandiaga Salahudin Uno yang tak menerapkan strategi tersebut paling disorot.
 
Pengamat politik Hadi Suprapto mengatakan strategi pemasangan baliho sudah tidak tepat bagi Sandiaga. Sebab, Sandiaga sadar bahwa posisinya sudah kuat.
 
“Dia itu pemain lama, terutama sempat menjabat sebagai wakil gubernur di DKI Jakarta, lalu maju Pilpres 2019 dan kini menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di kabinet. Dia sudah sadar bahwa posisi eksistingnya sudah kuat,” ujar Hadi dalam diskusi bertajuk ‘Mengapa Sandiaga S Uno Tidak Ada di Baliho?’, secara daring, Sabtu, 4 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Hadi menilai peluang Sandiaga untuk maju ke Pilpres 2024 cukup terbuka lebar. Terlebih, karena kesukaan rakyat terhadap sosok Sandiaga Paling tinggi di semua survei. 
 
“Bahkan, kami perkirakan jika Prabowo Subianto tidak ikut dalam kontestasi tersebut maka Partai Gerindra bisa saja mendorong Sandiaga Uno Sebagai Capres 2024. arena dia yang paling potensial dan termasuk pemain lama, muda, menergik, santun serta disukai emak emak ,” ucapnya.
 
Hadi menyampaikan baliho bukanlah alat nomor satu untuk menaikkan popularitas. Menurut dia, baliho dianggap kurang efektif di desa-desa.
 
Baca: Ariza Sebut Baliho Anies Baswedan for Presiden Ekspresi Masyarakat
 
“Karena cuma bisa efektif di wilayah strategis seperti pusat kota. Sedangkan untuk desa-desa belum tentu efektif,” kata Hadi.
 
Dalam kesempatan sama, Direktur Eksekutif Parwa Institute, Justrianto, juga menanggapi ihwal strategi Sandiaga yang tak menggunakan baliho sebagai alat menaikkan popularitas. Justrianto menyebut Sandiaga sedang memaksimalkan jabatan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Menparekraf.
 
“Saya melihat Sandi hari ini mencoba untuk bagaimana memaksimalkan dirinya menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” kata Justrianto.
 
Dia menambahkan Sandiaga masih berada di posisi ketiga secara ektabilitas dengan jumlah 13,5 persen. Sedangkan, di Cartapolitika survei posisi Sandiaga urutan keempat ada di 7,7 persen.
 
“Terkait tokoh-tokoh yang tidak melakukan start awal meningkatkan elektabilitas atau popularitas, perlu kita apresiasi. Karena tahun ini belum lah tahun politik. Kita tahu Bung Sandi masih tetap berada di lima survei ektabilitas lembaga survei,” tegas dia.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *