Ebrahim Raisi Tegaskan Iran Siap Diskusikan Kembali Perjanjian Nuklir 2015

Teheran: Presiden Iran Ebrahim Raisi mengatakan bahwa negaranya siap mendiskusikan kembali perjanjian nuklir 2015 dengan negara-negara dunia. Namun ia menegaskan syarat dimulainya dialog adalah tidak adanya “tekanan” dari dunia Barat.
 
“Dunia Barat dan Amerika biasanya ingin berdialog dengan dibarengi tekanan. Dialog apa yang berlangsung seperti itu?” tanya Raisi, dilansir dari laman TOI dan AFP, Minggu, 5 September 2021.
 
“Saya sudah mengumumkan bahwa kami akan berdialog sesuai agenda pemerintah, tapi tanpa adanya tekanan,” sambung dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Raisi menjelaskan bahwa salah satu agenda pemerintahannya adalah perjanjian nuklir 2015, atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
 
“Kami ingin negosiasi yang berorientasi tujuan. Jadi, sanksi tak berdasar terhadap masyarakat Iran harus dicabut agar kehidupan mereka dapat lebih sejahtera,” ungkap Raisi.
 
Rabu kemarin, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa dialog ulang JCPOA dengan negara-negara dunia kemungkinan belum akan dimulai dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
 
Dimulai oleh Uni Eropa, perundingan ulang JCPOA dimulai pada April lalu dengan tujuan agar Amerika Serikat mau kembali bergabung. Mantan presiden Donald Trump keluar dari JCPOA pada 2018, dan kemudian menjatuhkan serangkaian sanksi berat kepada Iran.
 
Baca:  Sekjen PBB Desak AS Cabut Sanksi Iran Sesuai Perjanjian 2015
 
Negosiasi JCPOA ditunda pada 20 Juni, dua hari setelah Raisi menang dalam pemilihan umum presiden Iran. Sejauh ini belum ada tanggal yang ditetapkan untuk melanjutkan dialog JCPOA.
 
Raisi menjadi presiden pada awal Agustus, menggantikan Hassan Rouhani yang berhaluan moderat. Pemerintahan Raisi dilantik pada 26 Agustus usai menerima persetujuan parlemen.
 
(WIL)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *