Jadwal Indonesia 3 September: Para-atletik jaga asa di Paralimpiade

Jakarta (ANTARA) – Perjuangan Kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 berlanjut, Jumat, melalui dua cabang olahraga para-badminton dan para-atletik yang akan menjaga asa untuk bisa menambah medali.

Hari ini adalah kesempatan terakhir wakil para-atletik Indonesia untuk memberikan hasil terbaik pada dua nomor tersisa yakni estafet 4×100 meter universal dan 200 meter putra T37 yang masing-masing dijadwalkan mulai berlomba pada babak penyisihan pukul 10:36 WIB dan 18:12 WIB.

Untuk estafet 4×100 meter universal, Indonesia dijadwalkan menurunkan Karisma Evi Tiarani, Saptoyogo Purnomo, dan Putri Aulia. Tim para-atletik Indonesia akan mengawali lomba pada heat tiga bersama Komite Paralimpiade Rusia, Jerman, dan Kanada.

Secara keseluruhan lomba estafet 4×100 meter universal akan diikuti 10 peserta. Pada heat satu ada Inggris Raya, Brazil, dan China, sedangkan heat dua yakni Prancis, Jepang, dan Amerika Serikat.

Indonesia setidaknya harus masuk empat besar untuk mengamankan tiket final yang dijadwalkan bergulir pada hari yang sama pukul 19:17 WIB.

Baca juga: Perjuangan Saptoyogo di Paralimpiade Tokyo berlanjut di nomor 200m T37

Dalam laman resmi Paralimpiade Tokyo 220 tercantum season best dari masing-masing peserta dan catatan terbaik Indonesia yakni 50,09 detik.

Berkaca dari catatan waktu tersebut, langkah Indonesia untuk bisa melaju ke final diprediksi tak mudah. Sebab, peserta lainnya lebih baik dari daftar entry time di pesta olahraga terbesar untuk atlet disabilitas di dunia tersebut.

Misalnya China yang hadir di posisi teratas dengan catatan waktu 46,35 detik. Selain itu Amerika Serikat hadir berbekal season best 46,94 detik.

Lalu Komite Paralimpiade Rusia tercatat memiliki 47,67 detik dan Jerman dengan 47,78 detik. Selain itu, Indonesia juga berada di bawah Jepang dan Inggris Raya yang masing-masing mengantongi 48,14 detik dan 48,20 detik.

Kemudian Brazil dengan 49,72 detik dan Prancis dengan 50,02 detik. Merah Putih hanya berada satu tingkat di atas Kanada yang berada di urutan terbawah dengan 50,38 detik.

Baca juga: Atlet Afghanistan debut di Paralimpiade setelah lalui drama evakuasi

(selanjutnya… Saptoyogo turun dua kali)

Oleh Muhammad Ramdan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *