Kawasan Muara Baru Diprediksi Tenggelam 4,5 Meter Pada 2050

Jakarta: Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Yusmada Faizal, menyebut permukaan tanah di pesisir Jakarta bakal makin turun. Bahkan penurunan itu lebih rendah daripada permukaan air laut jika tak ada upaya yang dilakukan sebagai langkah pencegahan.
 
Akibatnya, beberapa wilayah di Jakarta Utara akan tenggelam seperti kawasan Muara Baru, Jakarta Utara. Kawasan itu diprediksi tenggelam sedalam 4,6 meter. Kondisi ini dapat terjadi apabila laju penurunan muka tanah sebesar 15 cm per tahun selama 30 tahun atau hingga 2050.
 
Berdasarkan data pemantauan penurunan muka tanah, Muara Baru sudah berada 1 meter di bawah permukaan air laut. Kawasan ini bahkan terus mengalami penurunan muka tanah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Soal kedalaman, ini di Muara Baru tahun 2020 itu sudah minus 1 (meter) di bawah permukaan air laut. Kalau kita tidak melakukan sesuatu bisa jadi Muara Baru 2050 berada minus 4,6 di bawah permukaan air laut. Inilah ancaman itu kalau kita tidak melakukan sesuatu,” ujar Yusmada dalam webinar ‘Jakarta The Sinking City’, Kamis, 2 September 2021.
 
Tidak hanya Muara Baru, ada tujuh wilayah lain di pesisir utara Jakarta terancam tenggelam pada 2050. Sebab, berada di bawah permukaan air laut.
 
Baca: Kadinas SDA: Laju Penurunan Tanah di Jakarta Berkurang
 
Salah satunya, Kamal Muara yang diprediksi berada 3 meter di bawah permukaan air laut, Tanjungan 2,10 meter, Pluit 4,35 meter, Gunung Sahari 2,90 meter, Ancol 1,70 meter, Marunda 1,30 meter, dan Cilincing 1 meter. Pemprov DKI terus mengupayakan penanggulangan bencana banjir rob di pesisir seperti penataan tanah timbul.
 
“Terus penataan kawasan mangrove pantai publik dan pembangunan deselerasi air sebagai subtitusi penyedotan air tanah,” ujar dia.
 
Dinas SDA juga berupaya mengendalikan kawasan pesisir dengan pembangunan tanggul pantai untuk mitigasi kenaikan muka air laut. Yusmada juga menyebut sistem polder menjadi pilihan untuk membuang air yang tergenang di permukaan yang ada di bawah permukaan air laut.
 
“Dan (upaya) nonstruktural sistem peringatan dini, kita berharap benar-benar penurunan tanah ini bisa terkontrol dengan cepat dengan akurat sehingga bisa membuat kebijakan-kebijakan yang lebih akurat,” kata dia.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *