Apakah Susu Bisa Menyebabkan Jerawat?

Jakarta: Jerawat didefinisikan sebagai kondisi kulit yang terjadi ketika pori-pori menjadi tersumbat dengan sel-sel kulit mati atau bakteri. Komedo, whiteheads, kista, dan pustula adalah hasil dari pori-pori tersumbat ini. Salah satu faktor penyebab munculnya jerawat adalah makanan atau minuman.

Makanan atau minuman tertentu, seperti susu serta produk susu dianggap bisa menyebabkan jerawat. Dilansir dari Healthline, banyak studi yang sudah terbukti memang setuju bahwa jerawat dipicu oleh susu dan produk susu. Akan tetapi, penelitian-penelitian tersebut masih mencari tahu apa kondisi yang mendasari hubungan antara susu dan jerawat.

Diketahui memang, beberapa sapi membutuhkan hormon buatan untuk meningkatkan produksi susu sapi. Penelitian menunjukkan bahwa hormon buatan yang digunakan tersebut dapat mengacaukan keseimbangan hormon dalam tubuh kita ketika mengonsumsinya. Dan hal inilah yang memicu terjadinya jerawat.

Teori lain mengenai hubungan antara susu dan jerawat adalah, hormon pertumbuhan yang terdapat pada susu secara alami dapat memperburuk jerawat. Teori lainnya adalah bahwa produk susu, ketika dikombinasikan dengan tingginya tingkat makanan olahan dan gula olahan dalam diet Barat dapat mengganggu kadar insulin dan membuat kulit lebih rentan terhadap jerawat.

Meskipun demikian, tidak semua produk susu memengaruhi jerawat dengan cara yang sama. Menurut Healthline, jenis susu skim atau skim milk merupakan jenis susu yang paling mungkin memicu terjadinya jerawat.
 

Penyebab lain dari jerawat

Jika kamu curiga mengalami jerawat karena asupan susu, mungkin kamu perlu mencoba diet eliminasi. Caranya adalah dengan tidak mengonsumsi susu atau produk susu sama sekali, lalu lihat bagaimana efeknya terhadap kulit. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui efek dari konsumsi susu pada kulitmu.

Akan tetapi, jika susu bukanlah penyebab terjadinya jerawat kemungkinan ada penyebab lainnya yang bisa berperan. Alergi terhadap bahan-bahan dalam makeup tertentu dan produk rambut dapat menyebabkan terjadinya jerawat. Sensitivitas terhadap bahan-bahan lain, seperti biji kakao atau kopi, juga bisa menjadi penyebabnya.

Tingkat hormon yang berfluktuasi selama masa pubertas, selama dan setelah kehamilan, dan sebelum dan selama siklus menstruasi juga dapat memicu jerawat. Ada hubungan yang kuat antara jerawat dan stres, sehingga itu bisa menyebabkan jerawat juga. Dan jerawat memang memiliki komponen genetik, jadi itu mungkin diwarisi dari anggota keluargamu.
(FIR)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *