Pengendara Fortuner Bohong ke Majikan

Jakarta: Pengendara Toyota Fortuner berpelat nomor dinas polisi yang melawan arah dan menabrak mobil di kawasan Jalan Tentara Pelajar sempat berupaya menghilangkan jejak.  Upaya itu dilakukan pelaku berinisial AS, 20, saat pulang ke rumah majikannya. 
 
“Usai kejadian kabur dan kembali ke rumah (pemilik kendaraan). Ia bohong bilang ditabrak di kawasan Rawamangun,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Mapolres Jaksel, Minggu, 22 Agustus 2021.
 
Baca: Pengemudi Ugal-Ugalan di Kebayoran Sopir Polisi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Pelaku lalu disuruh majikannya seorang anggota Polri aktif untuk  memperbaiki mobil Toyota Fortuner. AS kemudian membawa mobil itu ke Serang, Banten.
 
“Sebab, dia (AS) berasal dari sana (Serang),” ungkap Sambodo.
 
Ia menyebut, AS sempat membuang dua pelat nomor kendaraan dinas polisi yang terpasang di mobil Toyota Fortuner majikannya. Namun, aksi AS yang mengemudikan mobil secara ugal-ugalan melawan arah hingga menabrak dua mobil serta melukai seorang pengendara akhirnya terendus polisi.
 
Pelaku mengendarai mobil Toyota Fortuner plat nomor dinas polisi 3488-07 melawan arah hingga menabrak mobil di kawasan Jalan Tentara Pelajar, Kebayoran Lama, Jaksel. AS mengaku awalnya hendak mencari makan dari kawasan Bekasi.
 
Pengusutan kasus  itu dilakukan petugas gabungan dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Unit Laka Lantas Polres Jaksel dibantu anggota Polres Jaksel. Polisi menyita dua pelat nomor kendaraan dinas polisi, dan sebuah mobil Toyota Fortuner.
 
Menurut Sambodo, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di tiga lokasi. Dua lokasi di kawasan Jalan Tentara Pelajar yaitu depan rumah makan Pak Tarjo dan Apartemen Four Winds. Satu lokasi lain di kawasan Pos Pengumben, Jakarta Barat.
 
Selain itu, polisi juga memeriksa sejumlah saksi antara lain pemilik dua mobil yang ditabrak. Setelah gelar perkara, AS terbukti melakukan perbuatan melanggar lalu lintas dengan melawan arah dan tabrak lari.
 
Pelaku AS telah ditetapkan tersangka di jerat empat pasal terkait Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Pasal 310 ayat 1, Pasal 311 ayat 2, Pasal 311 ayat 3, dan pasal 312 yang terkait tabrak lari,” ujar Sambodo.

 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *