Tawuran Maut di Jalan Bangka Bermula dari Saling Ejek di Medsos

Jakarta: Tawuran dua kelompok remaja, Warkir 2019 dan Warmad, di Jalan Bangka XI C, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (Jaksel), dilatarbelakangi dari saling ejek di media sosial (Medsos), Instagram. Kedua kelompok itu saling menantang berkelahi.
 
“Akun Instagram (IG) Warkir 2019 merupakan kelompok Jalan Bangka XI, sedangkan IG Warmad digunakan kelompok dari Jalan Bangka IX,” kata Wakil Kepala Polres Jaksel AKBP Antonius Agus Rahmanto di Mapolres Jaksel, Jumat, 20 Agustus 2021.
 
Agus mengatakan aksi saling ejek dan menantang terus dilakukan kelompok Warkir 2019 dan Warmad beberapa hari sebelum tawuran. Puncaknya, admin dari akun Warmad memprovokasi kelompok Warkir 2019 beberapa jam sebelum tawuran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Kelompok Warkir 2019 yang sebelumnya tidak meladeni provokasi itu kemudian bersepakat bertemu di Jalan Bangka XI C. “Dua kelompok ini memegang senjata tajam,” terang Agus.
 
Tawuran pun pecah pada Kamis pagi, 19 Agustus 2021. Agus mengatakan kelompok Warmad dibantu remaja dari kawasan Pasar Manggis, Setiabudi, Jaksel.
 
Baca: 11 Remaja Jadi Tersangka Kasus Tawuran Maut di Jaksel
 
Peristiwa ini menyebabkan satu orang tewas. Korban ialah Endra Baran Kumara, 17, dari kelompok Warmad.
 
Agus mengatakan Endra meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. Endra menerima pukulan maupun sabetan celurit.
 
Polisi sudah menangkap 13 orang yang terlibat tawuran. Setelah melalui proses pemeriksaan, Polres Jaksel menetapkan 11 tersangka dan dua orang lainnya sebagai saksi.
 
Tersangka berasal dari anggota Warkir 2019 sebanyak tujuh orang dan anggota Warmad empat orang. Tersangka dari kelompok Warkir 2019 merupakan pelaku pengeroyokan terhadap Endra.
 
Agus menyampaikan usia ketujuh tersangka bervariasi. Ada yang di atas 17 tahun dan di atas 18 tahun.
 
Ketujuh tersangka itu disangkakan Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP atau Pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP. Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun dan atau denda maksimal Rp3 miliar.
 
Sedangkan, seluruh tersangka dari kelompok Warmad masih di bawah umur. Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *