Level PPKM Bersifat Adaptif Mengikuti Perkembangan Kasus di Daerah

Jakarta: Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dengan level 1-4 bagian dari upaya pengendalian covid-19 di Tanah Air. Kebijakan ini bersifat adaptif, di mana penetapan level berdasarkan pada perkembangan kondisi kasus covid-19 di masing-masing daerah.
 
“Pembatasannya bersifat dinamis, sehingga nantinya tiap daerah di perlonggar atau diperketat pembatasannya, sesuai dengan keadaan kasus covid-19 masing-masing daerah tersebut,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, di Graha BNPB, Jakarta, Kamis, 19 Agustus 2021.
 
‘Aturan main’ PPKM ini, yakni paling ketat adalah level 4. Sedangkan paling longgar ialah level 1. Tujuan penerapan level 1 hingga 4 tentunya agar masyarakat bisa produktif dan aman dari covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Sehingga, pengendalian kasus dan juga pemulihan sektor ekonomi dapat dijalankan secara beriringan untuk mencapai masyarakat yang produktif dan aman covid-19. Selain itu, penetapan level di setiap daerah juga didasarkan pada indikator-indikator yang sistematis,” kata Wiku.
 
Baca: Satgas Tegaskan Sekolah Tatap Muka di Jabodetabek Belum Berlaku
 
Wiku berharap peran media massa dalam menyampaikan informasi tentang level suatu daerah kepada masyarakat secara berkala. Sehingga, masyarakat akan memahami dengan jelas serta mengikuti perkembangan level di setiap daerahnya.
 
“Saya mohon bantuannya dan kerja sama dari rekan rekan media untuk menyampaikan rasional di balik diterbitkannya kebijakan PPKM serta perubahan levelingnya secara berkala dan jelas. Agar masyarakat dapat mengerti dan mengikuti perkembangan leveling yang terjadi di daerahnya masing-masing,” tegas Wiku.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *