Sinopsis & Review Hotel Transylvania 2, Ada Monster Ciliknya!

Sangat sukses dengan film pertamanya, Hotel Transylvania merilis sekuelnya pada tahun 2015. Masih di-direct oleh Genndy Tartakovsky dan penulis Robert Smigel, tentunya film ini diharapkan memiliki kesinambungan yang erat dengan film pertamanya, namun tetap di harapkan lebih baik tentunya.

Hotel Transylvania 2 mengambil latar waktu yang cukup lama sejak film pertama, yaitu 7 tahun. Kini, Hotel Transylvania tidak dikhususkan buat monster saja, tapi terbuka untuk tamu manusia juga. Kemudian, hotel tersebut semakin riuh karena Mavis dikabarkan mengandung.

Mavis, Johnny, dan Drac sangat bahagia tentunya. Namun, si Dennis kecil yang wujudnya sangat manusia ini tidak menampakkan tanda-tanda ke-drakula-annya. Itu membuat Count Dracula sebagai kakek merasa khawatir. Saat Mavis dan Johnny pergi mengunjungi orang tua Johnny, Drac membawa cucunya ke camp untuk belajar bagaimana untuk menjadi vampir.

Nampak menarik, bukan, ceritanya? Yuk, langsung saja simak sinopsis dan ulasan film Hotel Transylvania 2 dari Bacaterus di bawah ini.

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2015
  • Genre: Computer-animated, Comedy
  • Produksi: Sony Pictures Animation, LStar Capital
  • Sutradara: Genndy Tartakovsky
  • Pemeran: Adam Sandler, Andy Samberg, Selena Gomez, Kevin James, Steve Buscemi, David Spade

Count Dracula tak hanya menjadi ayah Mavis dan mertua Jonathan Loughran saja, sekarang dia adalah kakek dari Dennisovich Loughran alias Dennis. Jika di film pertama, Drac lah yang overprotektif pada anaknya, kali ini Mavis melakukan tindakan yang cukup mirip pada Dennis.

Dalam tujuh tahun berlalu ternyata banyak yang berubah di dunia monster dan manusia. Tak ada lagi ketakutan yang dialami oleh dua sisi, semuanya berbaur dengan baik. Hotel Transylvania dibuka untuk umum, tak hanya monster tapi juga manusia. Mavis dan Johnny menikah di hotel dan seluruh keluarga Johnny datang. Walaupun masih perlu beradaptasi dengan segala perbedaan yang ada, setidaknya tak ada pertengkaran yang terjadi.

Hotel Transylvania selain jadi menerima tamu manusia juga mengalami perombakan lain yang diprakarsai Johnny. Sebagai manusia kekinian, Johnny meng-install komputer dan segala macamnya untuk mempermudah sistem booking hotel. Dia juga mengajari para monster media sosial, termasuk Drac yang ketinggalan zaman ribuan tahun lamanya.

Tak lama setelah itu, Mavis memberi kabar gembira pada ayahnya kalau dia sedang hamil. Waktu di percepat dan Dennis pun lahir dengan sehat dan dicintai semua monster juga keluarga manusianya. Hari demi hari berlalu, ulang tahun Dennis yang ke-5 semakin dekat. Tapi, Dennis yang nampak sangat manusiawi belum juga memiliki taring. Itu membuat Drac khawatir kalau cucunya mungkin 100% manusia tulen walaupun memiliki ibu vampir.

Di sisi lain, Mavis semakin menjadi ibu yang protektif pada anaknya. Dia jadi lebih manusiawi karena ingin menjaga anaknya tetap aman. Dia jadi ngeri sendiri melihat betapa bahayanya Hotel Transylvania untuk Dennis, sehingga berpikir untuk tinggal di rumah orang tua Johnny di California. Sesungguhnya Johnny lebih senang tinggal di Transylvania, tapi dia tentu akan mengikuti kemauan Mavis apapun itu.

Namun, Drac tentu tidak menyetujui jika anak dan cucunya tinggal di dunia manusia. Drac pun bekerja sama dengan Johnny untuk membuat Mavis ‘betah tapi tidak terlalu betah’ di California. Dennis pun ditinggal di hotel dan diasuh oleh kakeknya saja selama kedua orang tuanya pergi. Nah, selagi Mavis jauh dari Dennis, Drac tak mengulur waktu lagi untuk melatih Dennis menjadi monster yang sesungguhnya. Lagi, dibantu oleh sahabat terbaik Drac yaitu Frank, Wayne, Griffin, Murray, dan tambahan Blobby si monster jeli.

Drac mengirim Dennis ke summer camp buat para vampir kecil, tapi ternyata di sana juga sudah mengalami banyak perubahan. Tempat itu jadi mengikuti protokol keamanan ekstrim, sehingga Drac berpikir tak akan bisa mengeluarkan sisi monster dari cucunya yang dia pikir sebagai ‘late fanger‘ atau vampir yang gigi taringnya tumbuh terlambat.

Jadi, Drac menjatuhkan Dennis dari puncak menara dan berharap cucunya akan berubah jadi kelelawar seperti dirinya. Namun, Dennis tak kunjung bertransformasi padahal dia sudah hampir sampai ke tanah. Drac pun menyadari kalau ini tak akan berhasil dan segera terbang menyelamatkan cucunya.

Aksi berbahaya tersebut direkam oleh anak-anak summer camp dan viral di internet, yang tentunya sampai ke Mavis. Dengan marah, Mavis berubah menjadi kelelawar dan membawa Johnny dengan kakinya. Sesampainya di Hotel Transylvania, Drac mengeles tapi Mavis memiliki bukti. Mavis menegur ayahnya karena menempatkan Dennis dalam bahaya besar dan ketidakmampuannya untuk menerima jika cucunya hanyalah manusia biasa.

Mavis sebenarnya tidak betah juga di California, tapi dia memutuskan untuk pindah ke sana setelah pesta ulang tahun Dennis yang ke-5. Kata-kata Mavis sangat menohok Drac, karena memang betul Drac membiarkan manusia masuk ke hotelnya, tapi tidak ke hatinya.

Tanpa sepengetahuan Drac, Mavis mengundang kakeknya, Vlad, ke ultah Dennis. Drac histeris karena dia tahu ayahnya jauh lebih human-phobic daripada dirinya dulu. Dan, mengetahui sekarang Hotel Transylvania bisa dimasuki manusia, terlebih dia memiliki cucu dan cicit manusia, tentu akan membuat Vlad murka. Drac pun memberti tahun Johnny agar para tamu manusia memakai kostum monster.

Baca juga:

Vlad menerima undangan pesta tepat waktu dan segera datang ke hotel bersama Bela, pelayannya yang berbentuk kelelawar raksasa (yang bisa berbicara, seram sekali). Drac berusaha sebisa mungkin menjauhkan Vlad dari para manusia, apalagi cucunya. Tapi, tentu itu hal yang tak memungkinkan. Vlad berpikir cicitnya itu late fanger sama seperti Drac dulu.

Seperti Drac sebelumnya, Vlad juga berpikir kalau rasa takut akan menumbuhkan taring Dennis. Dia pun menyulap Kakie the Cake Monster, kartun favorit Dennis, berubah mengerikan. Tapi, Drac melindungi cucunya yang ketakutan dan mengungkapkan segalanya. Pada akhirnya, Vlad jadi tahu kalau cicitnya, cucu (menantu), dan keluarga dari pihak mantu itu semua manusia. Tentu itu sangat membuat Vlad emosi.

Namun, Drac kemudian menjelaskan kalau manusia sudah berubah, tak lagi memusuhi monster. Vlad sempat tidak menerima tapi mau bagaimana lagi, karena semua telah terjadi. Selagi orang dewasa berdebat, tak ada yang menyadari kalau Dennis telah kabur dari hotel. Bersama satu-satunya putri Wayne, Winnie, yang naksir berat pada Dennis, mereka berdua pergi ke hutan. Winnie mengajak Dennis ke rumah pohonnya untuk bersembunyi.

Dua bocah itu kemudian diserang oleh Bela yang sangat human-phobic. Bela melukai Winnie dan mengancam akan menghancurkan hotel. Itu membuat kemarahan Dennis memuncak, yang men-trigger gigi taringnya tumbuh dan kemampuan vampirnya muncul. Dennis yang sekarang telah memiliki kekuatan vampir melawan balik Bela.

Drac, Johnny, Mavis, Dennis, keluarga Loughran, dan monster lainnya datang dan bekerja sama untuk mengalahkan antek-antek Bela. Kelelawar raksasa itu sangat frustasi dan mencoba membunuh Johnny sendiri dengan pasak. Namun, Vlad menghentikan itu semua dan menyusutkan asistennya agar mejadi kelelawar kecil, kemudian mengusir Bela pergi tanpa ragu.

Drac pun memulai pidato kalau manusia dan monster telah hidup berdampingan dengan damai sekarang. Dan, karena sekarang Dennisovich telah terkonfirmasi memiliki kekuatan vampir, maka mereka tak jadi pindah ke California.

Baca juga: Sinopsis & Review Film Animasi Hotel Transylvania (2012)

Pernikahan Beda Entitas!

Sony Pictures Animation memang beberapa kali menampilkan karakter fantasi yang menarik, seperti hewan yang bisa berbicara, dan kali ini monster-monster berjiwa komedi. Tapi, baru kali ini Sony membuat adegan pernikahan dan itupun berbeda entitas. Yang satu manusia dan yang satu lagi monster (vampir).

Ini mengingatkan saya pada film Corpse Bride dari Warner Bros. Pictures yang menceritakan pernikahan antaara manusia dan manusia juga, sih, tapi yang satunya sudah lama mati. Tapi, dibandingkan Corpse Bride, Hotel Transylvania 2 ini lebih ke arah komedi. Sehingga, Hotel Transylvania lebih bisa dinikmati oleh segala usia.

Dengan tema pernikahan dan keluarga, film ini bisa jadi pelajaran yang baik buat anak-anak dan orang dewasa juga. Membuat anak-anak mengerti kalau dalam pernikahan itu tidak hanya dibutuhkan cinta antar pasangan saja, tapi juga perlu dukungan keluarga dan orang-orang terdekat.

Konfliknya tidak terlalu rumit buat anak kecil, kok. Tapi, tetap saja orang dewasa harus mendampingi karena ada beberapa adegan berbahaya juga kekerasan dalam film ini.

Formulanya Mirip Dengan Film Pertama

Sayangnya, film ini mengikuti formula yang sama untuk antagonisnya. Penjahatnya sama-sama monster yang membenci manusia. Jadi, terkesan kurang kreatif dan permasalahannya repetitif. Mungkin karena penulis dan sutradara sekuel ini sama seperti film yang pertama, kali, ya.

Tapi, karakter Vlad saya pikir ‘terlalu cepat’ bisa berubah pikirannya, sedangkan karakter Bela terlalu kejam. Jika Quasimodo di film pertama benci manusia karena ketidaktahuannya kalau manusia tak lagi berbahaya, Bela hanya membenci manusia saja tanpa alasan yang jelas.

Bela bahkan tak peduli jika yang dia serang anak kecil, baik itu manusia ataupun monster. Quasimodo mungkin ‘lawan’ yang masih bisa ditertawakan anak-anak, tapi kalau Bela bisa menakuti penonton anak kecil kalau menurut saya.

Lebih Lucu & Ada Modern Jokes-nya

Modern culture seperti handphone, media sosial, lagu yang ngetren pada masa itu, Mavis pergi ke dunia manusia, mencoba Slushie, semuanya ditampilkan di film ini. Walau ada beberapa jokes yang di-recycle dari film pertama, tapi saya lebih terhibur dengan komedi di sekuel ini, sih. Misalnya, adegan tanpa dialog ketika keluarga Johnny disajikan kue yang bisa berteriak, ekspresi wajah mereka saja sudah cukup menimbulkan gelak tawa penonton.

Belajar Menerima & Mencintai Apa Adanya

Dari film ini kita bisa mendapatkan pelajaran juga, kalau mencintai itu harus menerima apa adanya, terutama itu keluarga sendiri. Drac memang mengizinkan putrinya menikah dengan manusia, tapi ternyata deep down dia masih mengharapan hal lain. Dia kurang bisa menerima kalau cucunya manusia biasa, padahal kemungkinan itu bisa saja terjadi karena Johnny kan manusia.

Tapi, setelah perjalanan hampir 3/4 akhirnya Drac menyadari kalau hal itu tidak benar. Akhirnya dia menerima cucunya mau monster kek mau manusia kek, dia tidak peduli. Namun, pada akhir film, Dennis ternyata memiliki kekuatan vampir juga. Jadi, sebenarnya drama dari awal film sampai beres ke penerimaan jati diri agak tidak berguna, ya, karena pada akhirnya Dennis dibuat jadi monster juga.

Walau ada beberapa cerita dan adegan yang miss, menurut saya Hotel Transylvania 2 ini tergolong sekuel yang sukses. Dalam artian filmnya lebih baik dari sebelumnya. Dan, melihat biasanya film angsuran kedua sering mengecewakan, saya pikir yang dilakukan Hotel Transylvania 2 ini sudah baik. Lebih banyak adegan konyol, tapi ada juga adegan menyentuh hati dan beberapa adegan mengerikan.

Film keluarga ini aman untuk semua usia. Tapi, film ini masih PG, ya. Alias masih harus dipantau oleh orang tua. Terutama scene berbahaya seperti ketika Dennis terjun dari puncak tertinggi, harus edukasi anak kecil supaya tidak ditiru. Untuk keseluruhan filmnya, saya memberi rating 6,5. Bagaimana pendapatmu tentang film animasi ini?

Hotel Transylvania 2

6.5 / 10
Bacaterus.com

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *