Ini Durasi Ideal Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Jakarta: Berjemur di bawah sinar matahari merupakan kebiasaan yang cukup sering dilakukan oleh banyak orang. Terutama pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

Adanya kandungan vitamin D, membuat berjemur di bawah sinar matahari secara rutin juga disebut-sebut bisa membantu melawan covid-19. Para ahli merekomendasikan untuk menghabiskan setidaknya 30 menit jika ingin berjemur.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Paparan sinar matahari yang kuat dalam waktu lama, selain menyebabkan kulit menjadi cokelat, juga dapat menyebabkan noda kulit dan kanker kulit.

Penelitian menunjukkan bahwa virus cenderung menyebar lebih mudah pada suhu rendah dan iklim kering. Dalam kondisi tersebut, jumlah vitamin D yang lebih kecil dihasilkan pada musim dingin. Serangkaian laporan menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat menyebabkan risiko infeksi yang lebih tinggi.

Sebuah survey yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association terhadap 489 pasien menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kandungan vitamin D rendah, 1,77 kali lebih mungkin terinfeksi covid-19 dibandingkan mereka yang mendapatkan vitamin D dalam jumlah cukup.

Studi lain yang terpisah juga dilakukan di Spanyol pada Oktober lalu. Hasilnya menemukan bahwa 82 persen dari 197 orang yang dirawat di rumah sakit menunjukkan tingkat vitamin D yang rendah. Para ilmuwan di Irlandia pada Mei lalu juga menerbitkan temuan mereka tentang hubungan antara kadar vitamin D dalam darah dengan tingkat kematian akibat covid-19.

Kekurangan vitamin D meningkatkan risiko berkembangnya masalah kesehatan yang serius karena zat tersebut membantu menjaga kekebalan berfungsi secara normal untuk melindungi tubuh dari virus dan masalah lainnya.

Dalam kasus covid-19 yang parah, respons imun berlebihan yang dikenal sebagai badai sitokin muncul, memicu serangan pada sistem pertahanan alami pasien.
(FIR)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *