Bos WhatsApp dan Ahli Teknologi Keluhkan Rencana Apple Soal Keamanan Anak

Jakarta: Bos WhatsApp Will Cathcart mengumumkan bahwa perusahaannya tidak akan mengadopsi kebijakan Child Safety baru miliknya Apple, yang ditujukan untuk menghentikan penyebaran gambar terkait kekerasan terhadap anak.
 
Dalam utasan di Twitter, Cathcart menjelaskan bahwa ia meyakini Apple telah membangun software yang dapat memindai seluruh foto pribadi di ponsel pengguna. Cathcart juga menyebut bahwa Apple telah mengambil langkah tidak tepat dalam percobaannya meningkatkan respon terhadap bahan terkait dengan kekerasan anak atau CSAM.
 
Mengutip The Verge, rencana yang diumumkan Apple pada hari Kamis, 5 Agustus lalu ini melibatkan pengambilan berbagai gambar yang diunggah ke iCloud dan membandingkannya dengan database berisi berbagai gambar CSAM yang telah teridentifikasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Menurut Apple, hal ini memungkinkannya untuk menjaga enkripsi pada data pengguna dan menjalankan analisis di perangkat, sembari tetap memungkinkannya melaporkan pengguna kepada badan berwenang jika terbukti menemukan gambar kekerasan terhadap anak.
 
Kelemahan lain dari strategi Child Safety Apple melibatkan peringatan kepada orang tua yang bersifat opsional, jika anak berusia di bawah 13 tahun mengirimkan atau melihat foto mengandung konten seksual eksplisit.
 
Memo internal yang didistribusikan Apple menyatakan bahwa pihaknya menyadari potensi munculnya kekhawatiran masyarakat terkait dengan implikasi dari sistem ini. Cathcart menyebut pendekatan Apple ini sangat mengkhawatirkan.
 
Selain itu, Cathcart menilai pendekatan Apple ini akan memungkinkan pemerintah memiliki ide berbeda terkait jenis gambar yang diterima dan tidak dapat diterima, sebagai bahan yang akan diminta kepada Apple untuk ditambahkan ke database gambar non-CSAM ke database sebagai gambar pembanding.
 
Cathcart menyebut sistem WhatsApp untuk memerangi eksploitasi anak, yang sebagian besar memanfaatkan laporan pengguna, melindungi enkripsi seperti milik Apple dan menghimpun lebih dari 400 ribu kasus yang dilaporkannya ke National Center for Missing and Exploited Children pada tahun 2020.
 
Tidak hanya WhatsApp, sejumlah ahli teknologi lain juga mengkritisi strategi Child Safety Apple ini, termasuk Edward Snowden, Electronics Frontier Foundation, dan sejumlah profesor di universitas ternama. 
 
(MMI)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *