Korea Selatan Perluas Pembatasan Jarak Sosial untuk Atasi Covid-19

Seoul: Korea Selatan (Korsel) akan memperpanjang pembatasan jarak sosialnya selama dua minggu. Ketentuan diberlakukan karena pemerintah menghadapi pandemi covid-19 secara nasional dan lebih banyak orang jatuh sakit parah.
 
Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengatakan pada Jumat 6 Agustus, “pemerintah memperketat pembatasan pekan lalu di sebagian besar negara menjelang periode puncak liburan musim panas”.
 
Seoul dan daerah sekitarnya telah melarang pertemuan pribadi lebih dari dua orang setelah pukul 6.00 sore dan pertemuan lebih dari empat orang dilarang di seluruh negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Kim mengatakan pembatasan itu penting untuk memberantas kasus dan memastikan pembukaan kembali sekolah yang aman dalam dua minggu.
 
Pakar kesehatan telah menyerukan aturan jarak sosial yang lebih ketat karena jumlah kasus virus korona yang parah telah berlipat ganda dalam tiga minggu. Sebagian besar didorong oleh orang-orang muda yang tidak divaksinasi dan dorongan vaksinasi yang lambat.
 
Tingkat kematian tetap relatif rendah pada 1,02 persen. Namun kasus parah naik tujuh menjadi 376 pada Kamis.
 
“Dengan penyebaran varian Delta yang lebih menular, tetap peningkatan pergerakan warga masih ada. Meskipun diberlakukan pembatasan,” ujar Presiden dari Korean Society of Epidemiology, Lee Soon-young, seperti dikutip dari Channel News Asia.
 
“Tenaga kesehatan yang dimobilisasi berfokus pada upaya vaksinasi daripada pelacakan kontak, pekerjaan epidemiologi tampaknya telah berjuang untuk mengejar ketinggalan,” imbuh Lee Soon-young.
 
“Memang benar momentum untuk pelacakan kontak berkurang karena lebih banyak pergerakan, lonjakan infeksi dari varian baru dan karena tugas yang tumpang tindih untuk pemeriksaan reaksi merugikan vaksinasi, yang mengakibatkan peningkatan jumlah kasus rute penularan yang tidak diketahui,” sebut Lee.
 
Data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menunjukkan, Negara Gingseng telah memberikan setidaknya satu suntikan untuk 40 persen dari 52 juta penduduknya, sementara 14,7 persen telah divaksinasi penuh.
 
Mereka pun menargetkan untuk mendorong angka itu menjadi 70 persen pada bulan depan. KDCA pada Jumat melaporkan 1.704 kasus untuk Kamis, sehingga total menjadi 207.406 infeksi, dengan 2.113 kematian.
 
(FJR)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *